TEKNOLOGI ROBOT Robot Bedah, Bikin Bedah Jadi Mudah

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Pembedahan dengan teknik robotik telah berkembang sejak era 1980-an. Bahkan di Amerika Serikat penggunaan robot bedah (robotic surgery) sudah sangat rutin dilakukan pada berbagai jenis tindakan pembedahan seperti hysterectomy (angkat rahim), myomectomy (pengangkatan myoma), radical prostatectomy (operasi kanker prostat) dan lain sebagainya. Dunia medis di Indonesia pun sudah mengadopsi teknologi robot.//

Dengan menggunakan alat medis canggih seperti robot bedah, dokter dapat menjangkau tempat-tempat yang sulit dijangkau jika hanya menggunakan teknologi laparoskopik biasa. Pada awal perkembangan pembedahan, irisan yang lebar memang diperlukan untuk mencapai organ yang dibedah. Kemudian, berkembang teknologi laparoskopik, dimana hanya diperlukan beberapa lubang kecil. Nah, sekarang berkembang teknik terbaru dengan menggunakan tangan-tangan robot. Dalam praktik robotic surgery ini, tangan ahli bedah hanya berfungsi menggerakkan tuas dalam konsol khusus yang terhubung dengan tangan-tangan robot tersebut.

Salah satu terobosoan dalam teknologi dunia medis yang patut dicatat adalah operasi bedah jantung dengan menggunakan robot yang dilakukan pertama kali di akhir 1988. Saat itu, dr. Ralph Damiano di rumah sakit di Pennsylvania, Amerika Serikat, melakukan operasi by-pass jantung pada 17 pasiennya. Penggunaan robot dalam operasi bedah jantung ini ternyata mampu mengurangi dampak getaran tangan para ahli bedah saat mengoperasi jantung dan bagian dalam tubuh lainnya.

Sebelum menggunakan robot, saat proses bedah jantung konvensional, bagian dada pasien dibuka dan ahli bedah memasukan tangan ke dalam rongga dada untuk melakukan potongan pada bagian dekat organ sasaran. Sebuah operasi yang tidak memerlukan irisan dalam ukuran besar, potongan atau irisan yang dibuat mungkin besarnya hanya beberapa millimeter saja. Namun getaran tangan dirasakan sangat mengganggu sehingga diperlukan bantuan robot. Selain meminimalisir getaran tangan, operasi jantung dengan menggunakan robot juga bisa dilakukan dengan jarak jauh, bahkan dari luar negeri sekalipun.

Robot bedah adalah teknologi terkini dan masih sangat mahal. Tidak semua rumah sakit mempunyai teknologi jenis ini. Di Indonesia pun, kabarnya, hanya beberapa rumah sakit swasta di Jakarta yang memilikinya, dimana RS Bunda merupakan pelopor robotic surgery di Indonesia yang sudah mengaplikasikan teknologi canggih ini sejak awal 2012. Robotic surgery memang teknologi pembedahan paling modern yang masih mahal. Namun, sangat memudahkan ahli bedah dalam melakukan pembedahan. Dampaknya terhadap pulih pascaoperasi pun lebih cepat dibandingkan dengan pembedahan konvensional.

Menurut Dr. Ivan R. Sini MD FRANZCOG GDRM SpOG, Direktur Pengembangan Produk & Teknologi Bundamedik Healthcare System RS Bunda, Menteng Jakarta, mengatakan penggunaan teknologi bedah robotik punya kelebihan yang tidak dimiliki dalam operasi pembedahan konvensional, seperti bedah invasif dan laparoskopi.

“Dengan teknologi robotic surgery, kami mampu meminimalisir luka operasi, memberikan kemudahan untuk memastikan adanya perdarahan, menjangkau daerah yang sulit terlihat dan meminimalisir trauma pascaoperasi,” katanya.

Namun, dia mengatakan, tidak semua tindakan operasi mampu dikerjakan dengan teknik bedah robotik. Robotic surgery biasanya digunakan untuk kasus yang cukup kompleks, seperti operasi jantung, operasi rahim , operasi prostat dan operasi saluran kemih serta pencernaan.

Dalam dunia medis, robot dapat memberikan layanan kesehatan keselamatan yang lebih tinggi dan presisi. Lalu muncul kekhawatiran bahwa di masa mendatang robot akan menggantikan tugas seorang dokter. Hal itu banyak dibantah para dokter di banyak negara maju yang selama ini bekerja dengan bantuan robot. Menurut mereka, robot tidak akan menggantikan dokter, tetapi membantu mereka melakukan pembedahan dengan cara yang lebih mudah dan tentunya dengan standar yang sangat tinggi.

Bedah robot juga bukan tanpa risiko. Buktinya, seorang pria berusia 41 di Chicago, AS, pada 2007 mengalami komplikasi dan meninggal dunia setelah menjalani operasi dengan menggunakan Da Vinci Surgical System Robot yang sampai kini masih dianggap sebagai robot bedah paling canggih. Malpraktik, nyatanya toh bisa juga ‘dilakukan’ robot. ***

baca juga

ingin komentar

Comment