Teknologi Informasi : Penggerak Peningkatan Kompetensi Insinyur

Bambang Soesijanto

Hasil karya para insinyur diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam aspek kenyamanan, aspek keselamatan, aspek biaya, aspek daya guna dan sebagainya. Penemuan maupun rancang bangun sebagai suatu hasil inovasi atau invensi merupakan tahapan usaha mewujudkan suatu pemikiran atau ide. Konvergensi dalam aplikasi teknologi sudah menjadi keniscayaan, yang mengakibatkan diperlukannya kolaborasi antar insinyur atau harus dikuasainya berbagai teknologi untuk dapat mewujudkan hasil karya insinyur. Pada saat ini, tidak dapat dimungkiri lagi bahwa hasil karya insinyur, agar dapat dimanfaatkan, sangat tergantung dengan dukungan sarana teknologi telekomunikasi, teknologi komputer dan teknologi informasi (TI).

Kemajuan teknologi telekomunikasi telah memengaruhi pola dan perilaku manusia dalam ber-interaksi. Gawai atau terminal telekomunikasi sudah menunjukkan kemajuan teknologi telekomunikasi, juga sekaligus konvergensi antar teknologi. Di samping kemajuan aspek telephony disatukan dengan aspek teks dan data/informasi dalam bentuk gambar diam maupun bergerak, juga ada teknologi komputer dan lainnya. Fungsi GPS, kamera dan lainnya, sudah merupakan fitur aplikasi dasar suatu gawai. Sebagai contoh, kenyamanan berkendara dalam mobil yang dulunya hanya radio biasa, saat ini sudah dapat menjadi sarana telekomunikasi timbal-balik hingga sarana untuk memarkir kendaraan dan pemberi informasi terkait kondisi trafik. Hal ini bisa terwujud dikarenakan kemajuan teknologi bagi perangkat radio terestrial dan satelit maupun kabel serat optik.

Kemampuan modulasi-demodulasi telah meningkat jauh, sehingga kecepatan dan kapasitas pemprosesan memungkinkan kirim-terima menjadi mudah. Penggunaan standar Internet Protocol (IP) menjadi pendorong penemuan dibidang semi-conductor dan micro-processor yang dapat menjadi media bagi berbagai macam aplikasi dalam teknologi komputer dan TI. Hukum Moore’s sudah dalam orde bulan bagi penemuan memory dan prosesor data elektronik. Berbagai antar muka (interface) yang digunakan suatu jaringan telekomunikasi terintegrasi telah membuktikan manfaat konvergensi ini. Jaringan selular sudah tergelar melingkupi lebih dari 90% kawasan berpenduduk, coverage sistem satelit sudah cukup lama dinikmati hingga pelosok dan pegelaran jaringan serat optik sedang mengejar pemenuhan cakupan layanannya.

Pembuatan suatu aplikasi komputer dan TI, yang dapat dilakukan oleh perorangan maupun kelompok, telah menjangkau banyak aspek kehidupan. Program aplikasi dapat dibuat dengan menggunakan laptop atau gawai pintar, di mana dan kapan saja. Integrator dapat mengumpulkan berbagai potongan hasil kerja melalui jaringan telekomunikasi tetap (fixed) atau seluler maupun jaringan TI lainnya. Konsep BYOD (Bring Your Own Device) telah mulai mengubah cara berproduksi layanan jasa, contohnya adalah di mana seorang konsumen bisa juga menjadi pelapor kualitas layanan pada saat menggunakan terminalnya. Penyedia layanan jasa telekomunikasi (operator) akan mendapatkan revenue dari investasi jaringannya,  manakala pelanggan menggunakan gawainya dalam proses produksi operator.

Dalam suasana persaingan regional maupun global saat ini, peningkatan kompetensi akan menjadi faktor kelebihan berkompetisi. Ketersediaan sarana dan prasarana teknologi telekomunikasi, teknologi komputer dan TI akan menjadi penggerak mula peningkatan kompetensi ini, yang juga sekaligus akan menjadi sarana produksi hingga level global. Dengan demikian, ketersediaan jaringan telekomunikasi selular, jaringan serat optik dan jaringan satelit akan memudahkan insinyur dalam berkarya. Bung Karno pernah berujar: “ever onward-never retreat”.

baca juga

ingin komentar

Comment