Senjata Baru Pindad

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Empat senjata baru produksi PT Pindad, dengan fungsi berbeda, diluncurkan pada 9 Juni lalu di Kementerian Pertahanan RI. Selain dihadiri oleh Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan, acara ini juga dihadiri oleh Dirut Pindad, Silmy Karim, pejabat kementerian BUMN serta kalangan TNI dan Polri.

Senjata yang diluncurkan adalah senapan serbu SS3, senapan serbu SS2 subsonic, PM3 dan pistol G2 Premium. Semua senjata ini adalah murni hasil karya insinyur Indonesia untuk mendukung pertahanan negara.

SS3 adalah hasil dari pengembangan dari SS2, senapan serbu versi sebelumnya. SS3 menggunakan munisi kaliber 7,62 mm dan dirancang sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. Sedangkan SS2 Subsonic dirancang dengan silencer (peredam) dengan munisi khusus subsonic 5,56 mm yang cocok digunakan untuk pasukan operasi khusus yang membutuhkan kemampuan pergerakan senyap.

Senapan serbu SS2-V4 buatan Pindad telah berhasil mengukuhkan para petembak TNI AD sebagai yang terbaik di dunia, setelah berhasil memenangkan ajang lomba tembak internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) pada Mei lalu. Dengan hasil ini, Indonesia berhasil memertahankan posisi juara umum untuk kesembilan kalinya sejak mengikuti ajang ini pada 2008./p>

PM3 adalah bentuk Sub Machine Gun yang dirancang dengan sistem penembakan gas operated dengan munisi 9 mm, yang diciptakan dari kebutuhan untuk mendukung operasi tempur jarak dekat, pembebasan sandra atau perang kota.

Terakhir adalah pistol G2 Premium yang dibuat dari pengembangan rancangan dan kerangka pistol yang merupakan implementasi dari masukan pengguna untuk meningkatkan kemampuannya. Pistol ini menggunakan munisi kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter yang ditujukan untuk digunakan oleh atlet tembak. G2 versi sebelumnya telah menjadi idola bagi militer Laos, dan mengharumkan nama negara itu dalam kejuaran menembak se-ASEAN (AARM ASEAN). Selain digunakan oleh Laos, pistol jenis ini juga digunakan oleh militer Filipina dan Vietnam.

Ryamizard menyampaikan apresiasi kepada PT Pindad yang terus berinovasi dalam menghasilkan produk berkualitas. Upaya ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan PT Pindad terhadap kekuatan militer Indonesia. Menurutnya, industri pertahanan yang maju merupakan kebutuhan setiap negara. Kehadiran industri pertahanan yang berkualitas, akan mendorong militer yang tangguh. “Melalui peluncuran empat senapan ini, PT Pindad membuktikan mampu bertahan dari tekanan produk-produk dari luar. Mari kita bangun industri pertahanan yang kuat,” kata mantan KSAD ini.***

baca juga

ingin komentar

Comment