Sekali Mendayung Dua LSIP Terlaksana, Balikpapan & Kendari, 19 & 21 Maret 2017

Siapa yang menyangka, PII bisa melakukan dua Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional (LSIP) di waktu yang sangat berdekatan dan di lokasi yang berbeda. Hari Minggu, 19 Maret tim instruktur PII Pusat terbang ke Balikpapan dan dua hari kemudian harus berangkat lagi ke Kendari Sulawesi Tenggara. Kedua kegiatan ini adalah merupakan kolaborasi apik antara PII dan Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UH) didasari MOU yang ditandatangani tiga tahun lalu.

LSIP di Balikpapan adalah in-house workshop yang dilakukan di PRCC, Balikpapan, salah satu fasilitas perkantoran dari Chevron company yang dihadiri oleh lebih dari 40 peserta yang bekerja di area konsesi perusahaan. Jauh hari sebelum lokakarya ini dilaksanakan pengurus IKATEK-UH Wilayah Kalimantan Timur di bawah komando Ir. Mustamin Al-Mandari, IPM mengorganize internal workshop panduan pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (LSIP) sehingga pada lokakarya kali ini para Instruktur hanya mereview hasil isian FAIP dari para peserta.

Tim Instruktur yang diberangkatkan ke Balikpapan antara lain: Ir. Rudianto Handojo, IPM, Ir. Sapri Pamulu, Ph.D, Ir. Ngadiyanto, IPM dan Ir. Habibie Razak, ASEAN Engineer. Lokakarya ini berlangsung dengan sangat interaktif menghadirkan banyak pertanyaan seputaran sertifikasi Insinyur dan seperti biasa acara ditutup dengan pembacaan Kode Etik Insinyur Profesional dan foto bersama antara panitia, instruktur dan peserta. Tampil pada lokakarya kali ini, tidak ketinggalan Ir. Isradi Zainal, MT., IPM selaku Ketua PII Wilayah Kaltim juga memberikan materi tata-cara pengisian FAIP didampingi oleh Sekretarisnya, Ir. Mustamin.

Setelah lokakarya ini diadakan ada beberapa peserta yang sudah mengirimkan FAIPnya antara lain Ir. Mohamad Johar, Ir. Bagus Wahyuntoro, Ir. Galih Atmaja, dan Ir. Bayu Hervianto. “Diharapkan semua kawan-kawan professional peserta LSIP Inhouse Chevron bisa menyelesaikan proyek pengisian FAIP mereka paling lambat Tanggal 23 Maret ini” Kata Ir. Mustamin di sela-sela sesi pengisian FAIP.

Lokakarya kedua yang juga dilakukan dua hari kemudian di Kota Kendari adalah effort dari Ikatan Alumni Geologi Unhas sebagai panitia pelaksana sehingga acara ini bisa terlaksana dengan sukses dihadiri lebih dari 60 peserta yang berasal dari kota kendari, Kota Baubau bahkan dari luar Propinsi Sulawesi Tenggara. Sambutan ketua Panitia Dr. Ir. Muh. Chaerul dilanjutkan sambutan oleh Pengurus IKA Geologi Unhas Ir. Ilham Haris dan perwakilan dari IKATEK UH Sulawesi Tenggara Dr. Ir. Laode Magribi. Ir. Sapri Pamulu, Ph.D mewakili, Direktur Eksekutif PII yang tidak sempat hadir kali ini.

Salah satu dari peserta LSIP, Ir. Ramadhan Harry merupakan peserta terjauh yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan drilling yang beroperasi di Tanzania, Afrika. Beliau menyampaikan bahwa untuk bisa meng-extend work permit di negara itu saat ini membutuhkan Professional Engineer certificate yang dikeluarkan oleh negara asal di mana Insinyur itu berasal. Beberapa peserta yang juga datang dari Makassar seperti Ir. Arwin dan bawahannya yang bekerja sebagai project manager Pelindo IV yang berkantor pusat di Makassar.

Ir. Sapri Pamulu, Ph.D bersama Ir. Habibie Razak didelegasikan sebagai Instruktur di lokakarya ini didampingi oleh Dr. Ir. Rusman Muhammad yang ditugaskan khusus melakukan pembimbingan tata-cara pengisian Formulir Aplikasi Insinyur (FAIP). Acara ditutup dengan pembacaan kode etik profesi Insinyur dan foto bersama.

Lokakarya selanjutnya yang akan diorganize oleh Ikatan Alumni Geologi Unhas akan dilakukan di Kota Baubau akhir bulan ini.

Salam Insinyur, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia

Reportase: Ir. Habibie Razak, ASEAN Engineer, ACPE – Sekretaris Distribusi Gas.

baca juga

ingin komentar

Comment