Satu Lompatan, Banyak Manfaat

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Perkembangan teknologi nano memungkin semua peralatan dapat dibuat sangat kecil dan ringan. Teknologi ini tidak hanya digunakan dalam bidang elektronika dan teknologi infrmasi, namun juga digunakan dalam bidang kedokteran untuk membantu atau menggantikan bagian tubuh yang sudah mengalami penurunan fungsi atau tidak berfungsi sama sekali.

Dikutip dari situs web CNN, sekelompok peneliti dan insinyur sedang mengembangkan sebuah lensa kontak teleskopik untuk memerbesar penglihatan manusia. Di masa depan,lensa ini dapat membantu seseorang yang mengalami penyakit degenerasi macular terkait usia (age-related macular degeneration, AMD) akibat glaucoma, yaitu sebuah gangguan pada mata yang merupakan penyebab kebutaan progresif akibat dari kerusakan saraf mata optik.

Lensa yang biasa dipasangkan di bola mata ini akan menggunakan pengukur regangan dan sensor tertanam di dalam sebuah chip yang terletak di lensa untuk mengukur perubahan volume cairan dalam mata sebagai pengganti pengukuran tekanan. Saat dipasang, penggunanya dapat mengedipkan mata kanan untuk memerbesar penglihatan. Sedangkan kedipan mata kiri untuk mengembalikan penglihatan kembali ke normal.

Lensa ini dilengkai dengan penerima data nirkabel yang dikenakan di leher dan dirancang untuk memantau mata selama 24 jam. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengetahui diagnosis awal dari glaucoma, sehingga penyakit ini dapat ditangani dengan lebih baik pada tahap seawal mungkin.

Perusahaan yang sudah menggunakan teknologi ini adalah Sensimed, sebuah perusahaan bioteknologi dari Swiss. Dengan lensa kontak ini, kita tidak memerlukan lagi teropong untuk melihat sebuah obyek dari jarak jauh. Bahkan bisa mengalahkan mata ‘teleskopik’ dari elang.***

baca juga

ingin komentar

Comment