Salam Insinyur

Kebangkitan Teknologi, Kebangkitan Insinyur

 

Pada 10 Agustus 1995, pesawat N 250 karya insinyur-insinyur Indonesia di IPTN, terbang perdana selama 55 menit. Tanggal penerbangan pesawat turboprop tercanggih di kelasnya saat ini, kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).

Setiap tahun Hakteknas selalu diperingati dengan meriah untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat tentang perlunya budaya iptek dalam kehidupan sehari-hari, mendorong kreativitas dan inovasi di masyarakat, sehingga daya saing bangsa akan meningkat di tingkat internasional.

Tema Hakteknas ke 21 di tahun 2016 ini adalah ‘Inovasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa’. “Prinsip-prinsip inovasi, seperti better, cheaper and faster, tanpa melupakan kualitas dan keunikan sumberdaya yang kita miliki, dikembangkan dengan sentuhan iptek, memungkinkan bangsa Indonesia memasuki persaingan global,” Kata Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI.

Kali ini puncak perayaan Hakteknas dipusatkan di propinsi Jawa Tengah yang dipilih karena berkomitmen dalam mengembangkan inovasi di daerah yang ditandai dengan Anugerah Tertinggi Budhipura Kencana pada 2015. “Saya yakin betul bahwa kemampuan bangsa ini ada, tinggal kemauan. Kemauan inilah tantangan kita bersama,” ungkap Ganjar Pranowo, Gubernur Propinsi Jawa Tengah pada acara peluncuran Hakteknas di Semarang 31 Mei 2016.

Untuk mendorong upaya percepatan inovasi, Kemristekdikti akan memberikan anugerah karya inovasi nasional pada puncak peringatan Hakteknas di Surakarta, Jawa Tengah. “Tujuan anugerah ini adalah untuk mendorong kemampuan iptek yang diikuti penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kemristekdikti, Jumain Ape, dalam satu kesempatan. Ia juga menambahkan bahwa selain itu, untuk membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai outreach dari riset iptek dalam penciptaan nilai tambah komersil, ekonomi, dan sosial budaya secara berkelanjutan. Termasuk memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi, baik individu, organisasi, atau lembaga, agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerja sama antarinovasi.

Seleksi karya inovasi nasional bagi penghargaan Kemristekdikti akan dibagi dalam 8 kategori, yaitu Budhipura, Budipraja, Pandega Widayatama, Widyapadhi, Prayogasala, Abyudaya, Adibrata, dan Labdha Kretya. Penghargaan akan diserahkan pada acara Malam Apresiasi puncak peringatan Hakteknas di Surakarta 10 Agustus 2016.

Peringatan Hakteknas dan berbagai penghargaan yang diberikan untuk karya inovasi di bidang keinsinyuran dan teknologi, seyogyanya bisa memacu keinginan dan semangat para insinyur untuk memberikan karya terbaik mereka, walaupun biasanya para insinyur bisa bekerja dengan baik dan menghasilkan berbagai inovasi tanpa harus adanya berbagai penghargaan. Karena memang itulah inti dari pekerjaan insinyur. Selalu memberikan solusi bagi berbagai macam persoalan yang dihadapi umat manusia. Tugas ini akan melekat terus pada para insinyur selama hayat masih di kandung badan.***

Agustus 2016
Web Admin

baca juga

ingin komentar

Comment