Salam Insinyur

Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XX telah usai diselenggarakan pada Desember 2015, yang menetapkan Dr. Ir. Hermanto Dardak, MSc., IPU dan Ir. Heru Dewanto, MSc., IPM sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PII masa bakti 2015 – 2018.

 

Di masa mendatang, PII akan menghadapi tantangan semakin berat. Apalagi dengan telah diimplementasikannya kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak 31 Desember 2015 yang, salah satunya, adalah liberalisasi jasa keinsinyuran. Untuk itu kepengurusan ini bertekad untuk melaksanakan beberapa program inti, seperti mengorganisasikan pelaksanaan UU No. 11/2014 tentang Keinsinyuran, meningkatkan peran PII dalam kemitraan dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah dan hadir di masyarakat dengan mengupayakan solusi atas berbagai masalah, terus mengembangkan profesionalisme insinyur Indonesia, melakukan tatakelola organisasi yang akuntabel, serta membangun kantor sekretariat PII yang belum terlaksana sebelumnya.

Meskipun UU tentang Keinsinyuran telah diundangkan, namun belum semua kelengkapannya telah siap. Pelaksanaannya memerlukan peran Dewan Insinyur Indonesia (DII) yang bertugas menghasilkan berbagai kebijakan dan standar keinsinyuran. PII saat ini tengah mengupayakan langkah koordinatif dengan kementerian terkait, agar dalam waktu yang tidak terlalu lama peraturan yang mengesahkan DII segera terbit.

Dengan jumlah sarjana teknik per satu juta penduduk yang lebih rendah dari negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia dikhawatirkan hanya akan menjadi ‘penonton’ dalam pembangunan di negeri sendiri dengan masuknya banyak insinyur asing. Maka dari itu, PII akan melakukan langkah penumbuhan jumlah insinyur Indoneisa yang diiringi dengan upaya penumbuhan kebutuhan insinyur.

Salah satu upayanya adalah mendorong sosialisasi minat generasi muda pada dunia teknik dan keinsinyuran. Berdasarkan informasi saat ini jumlah mahasiswa teknik dan pertanian sekitar 15% dari jumlah keseluruhan mahasiswa. Bandingkan dengan Malaysia yang mempunyai mahasiswa teknik sebesar 24% dari jumlah keseluruhan mahasiswa, Vietnam sebesar 25%, Korea Selatan sebesar 33% dan Tiongkok sebesar 38%.

Selain itu, masalah infrastruktur dan inovasi menjadi tantangan tersendiri yang juga memerlukan berbagai upaya untuk perbaikannya. Diperlukan kerja keras dan cerdas serta kerja sama dengan berbagai pihak yang berkepentingan agar berbagai permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga mampu membawa Indonesia menjadi negeri yang cerdas, sejahtera dan berwibawa.

Selamat bekerja Insinyur Indonesia!

Jakarta, 5 Februari 2016
Admin

Congress of Institution of Engineers – Indonesia (PII) XX held in December 2015 has ended, which assigned Dr. Ir. Herman Dardak, MSc., IPU and Ir. Heru Dewanto, MSc., IPM as Chairman and Vice Chairman of PII 2015-2018.

 

In the future, PII will face more severe challenges. Moreover, by the implementation of the agreement of ASEAN Economic Community (AEC) since December 31, 2015 which, among other things, is the engineering services liberalization. For that administrator is determined to implement some core programs, such as organizing the implementation of Law No. 11/2014 on engineering, increasing the role of PII in partnership with universities, industry, government and present in society by seeking solutions to various problems, continue to develop the professionalism of Indonesian engineer, did the organization accountable governance, as well as building a secretariat office PII that has not been done before ,

Although the Law of the engineering has been enacted, but not all of the completeness conditions has been prepared. Implementation of which requires the Council of Indonesia Engineers (DII) which is in charge of producing various engineering policies and standards. PII is currently working to coordinate with relevant ministries, so that the regulation could be authorized soon.

With the number of engineering graduates per million inhabitants is lower than other ASEAN countries, Indonesia is feared will only be a ‘spectator’ in the development of their own country with a large influx of foreign engineers. Therefore, PII will perform the steps of growing the number of Indonesian engineers accompanied by efforts to increase engineer needs.

One of the efforts is to encourage socialization of young generations interest in the world of engineering. Based on current information, the number of agricultural and engineering students is about 15% of the total number of students. Compare with Malaysia that have engineering students by 24% of the total number of students, Vietnam by 25%, South Korea 33%, and China 38%.

In addition, the problem of infrastructure and innovation is a challenge that also requires efforts for improvement. It takes hard and smart work and as well as cooperation with various stakeholders so that those problems can be solved to bring Indonesia into a prosperous and dignified country.

Have a good day!

Jakarta, February 5, 2016
Admin

baca juga

ingin komentar

Comment