RISET – INOVASI – DAYA SAING – HIBAH Dalam satu tarikan nafas

Bambang Setiadi

Apakah tantangan pembangunan nasional yang paling nyata saat ini? Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang selama ini kita lakukan. Meskipun sarana, peneliti dan hasil penelitian terus bertambah. Tapi suatu pengukuran yang pernah dilangsungkan tahun 2010 hingga 2012, kontribusi Total Faktor Produksi (TFP) yaitu kualitas infrastruktur, sumberdaya manusia dan tata kelola (governance), terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hanya sekitar 0,9% hingga 1,0%. Karena inovasi dan teknologi adalah komponen TFP, maka membahas mengenai pentingnya inovasi sebagai faktor pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing terus menjadi bahasan dan tantangan yang paling dekat di depan kita.

Pertanyaannya: Apa pilihan strategi yang ada? Inovasi, dapat dikembangkan melalui penguatan kapasitas teknis, pengembangan kemampuan Sumberdaya Manusia (SDM), menempatkan inovasi sebagai sektor prioritas, memerkuat tampilan manajemen iptek dan meningkatkan minat terhadap sains dan teknologi.

Suatu kajian dari University of Bonn, melaporkan tampilan pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan daya saing suatu negara melibatkan kondisi pasar bagi produk , sistem pelatihan dan pendidikan, ekonomi dan tata aturan yang dijalankan, infrastruktur komunikasi dan faktor kondisi pasar. Faktor-faktor itu akan berhubungan langsung dengan jaringan inovasi global, sistem inovasi regional, sistem inovasi nasional dan kluster-kluster industri yang ada. Seluruh faktor itu digerakan dari dalam negeri melalui pembangunan iptek, difusi dan pemanfaatannya. Inti penggeraknya adalah sistem ilmu, institusi pendukung, kemampuan unit-unit usaha dan lembaga-lembaga riset yang ada.

Peran yang sangat penting riset, dalam daya saing, melalui sektor sosio-ekonomi, perbaikan kualitas hidup masyarakat (stem cell meningkatkan harapan hidup, produktivitas dan ketahanan pangan, menyederhanakan kehidupan). Menengok sejarah, hasil penelitian saat ini dinikmati sebagian besar oleh negara-negara maju. Hal itu sangat erat kaitannya dengan perkembangan iptek abad 18 dan 19. Eropa bangkit karena penelitian ilmiah yang dipimpin ilmuwan Jerman, Inggris, Perancis dan Italia (mesin uap, proses manufaktur, mesin dan peralatan mesin, listrik, tekstil, farmasi, agro-bahan kimia, bahan kimia industri dan listrik). Karena itulah R & D tidak dapat dipisahkan dari kapasitas dan kemampuan dari pengembangan dan daya saing bangsa. Maka, perencanaan topik-topik riset dalam suatu agenda yang terukur menjadi sangat penting, karena dana yang terbatas, mengurangi duplikasi, serta untuk membangun sinergi yang kuat.

Riset hanya terukur dan berhasil kalau disiapkan dana sejak mulai dari gagasan, pelaksanaan riset , pra komersialisasi dan komersialisasinya. Pendanaan itu terutama diarahkan untuk mendorong riset dan pengembangan teknologi yang dapat memberikan sumbangan dan pemikiran baru melalui pengetahuan terapan yang difokuskan kepada riset yang memberikan dampak inovasi yang nyata, mendukung riset yang mampu mengarahkan produk-produk inovasi atau proses inovasi untuk selanjutnya dapat dikembangkan dan dikomersilkan dan/atau untuk membangkitkan pengetahuan ilmiah baru dan memperkuat kapasitas dan kapabilitas riset nasional. Riset dilakukan melalui pembuktian laboratorium, merupakan pengembangan produk atau proses baru, jumlah dana yang akan diberikan disesuaikan dengan kemajuan aplikasi.

Dana hibah sangat penting, dengan syarat: kita tahu arah pemanfaatan, kita memiliki visi dan misi, jelas siapa pelaku yang akan menerima. Selain itu, kita memiliki perencanaan jangka panjang, jelas ada definisi-ruang lingkup-maksud, ada prioritas. ada rencana rinci dan memiliki proses terukur & teratur.

Artikel ini mencoba mengulas hal penting dan berat yang harus dilaksanakan suatu negara berbasis knowledge dan inovasi untuk meningkatkan daya saing. Ditulis dengan ringkas dan padat. Seperti satu tarikan napas.

Next >>>

baca juga

ingin komentar

Comment