Rapimnas dan Perayaan Ulang Tahun ke-66 Persatuan Insinyur Indonesia, Universitas Brawijaya Malang, 1-2 Juni 2018

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2018 dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sukses diselenggarakan pada Tanggal 1-2 Juni 2018 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Rapimnas kali ini yang diorganize kombinasi kepanitiaan (Organizing Committee) pusat dan wilayah diketuai oleh Dr. Ir. Qiqi Asmara dan dituanrumahi PII Wilayah Jawa Timur di bawah Kepemimpinan Ketua Wilayah Jatim Prof. Muhammad Bisri dibuka secara simbolis oleh Menteri PUPR Dr. Ir. Basuki Hadimuljono.

Tema Rapimnas “Penyiapan Sumber Daya Insinyur Menyambut Era Industri 4.0” ini disambut dengan sangat antusias oleh Menteri Basuki dalam sambutannya. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, diperlukan insinyur muda yang tangguh dalam menghadapi tantangan revolusi industri keempat (Industri 4.0). Kesiapan sumber daya keinsinyuran juga sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan nasional. “Pembangunan yang telah kita capai hari ini, tentunya tidak terlepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) bidang keinsinyuran. Saya mengajak para insinyur untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi era digital yang semakin canggih dan terus berkembang,” ujar Menteri Basuki saat memberikan sambutan mewakili Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2018, di Universitas Brawijaya Malang, Jumat, 1 Juni 2018. Dikatakan Menteri Basuki, Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla selain berfokus membangun infrastruktur, pada tahun 2019 mulai berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Setelah pembukaan, hari pertama Rapimnas kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua Steering Committee Ir. I Made Dana Tangkas, IPM menghadirkan beberapa panelis antara lain Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU dan Wakil Ketua Umum Dr. Ir.Heru Dewanto, IPU.

Prof. Sarwono pada sesi berikutnya memoderasi presentase terkait Professional Indemnity Insurance (PII) oleh PT Howden Insurance Indonesia. PI Insurance ini akan memberikan manfaat langsung bagi para Insinyur dan juga manfaat bagi pengguna dan pemanfaat keinsinyuran dimana dengan asuransi ini para Insinyur akan mendapatkan pembelaan hukum dan ganti rugi akibat tuntutan dari pihak ketiga dari segala bentuk pelanggaran atau kesalahan terkait kegiatan atau praktek keinsinyuran. Buat pengguna dan pemanfaat, mereka mendapatkan jaminan terhadap Insinyur yang akan melakukan proyek keinsinyuran betul-betul Insinyur yang profesional yang sudah comply dengan standard keinsinyuran dan aturan hukum di Indonesia.

Dr. Ir. Patdono Direktur Kelembagaan Kemenristek Dikti yang mewakili Menteri memaparkan bahwa kontribusi Engineering Index (EI) terhadap GDP per Kapita adalah signifikan. Dengan sumber daya keinsinyuran yang handal yang memiliki kemampuan berinovasi diharapkan mampu menghasilkan teknologi oleh anak negeri untuk kepentingan nasional. Salah satu alasan, mengapa di bawah naungan Kemenristek Dikti dibentuk satu Dirjen khusus menangani penguatan inovasi.

Agenda Rapimnas dan HUT PII ke-66 Tanggal 1 malam ini juga menghadirkan pagelaran Kiai Kanjeng yang bukan hanya dihadiri oleh peserta Rapimnas tapi juga masyarakat sekitarnya yang memang adalah penggemar setia Kiai Kanjeng. Sinau bareng Cak Nun ini berlangsung hingga Pukul 01.00 dinihari.

Hari kedua Rapimnas dimulai dengan Laporan Wilayah dan Cabang terkait update aktifitas kegiatan keinsinyuran dimulai dari update jumlah anggota PII dan pemegang sertifikat Insinyur Profesional sampai pada kegiatan-kegiatan seperti seminar, pelatihan dan lokakarya yang dilakukan dua tahun terakhir. Perwakilan dari Kementerian Perindustrian Bapak Ngakan Timur Antara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri memaparkan program Kementerian Perindustrian dengan Topik “Making Indonesia Industry 4.0”. Ngakan menyampaikan ke peserta Rapimnas bahwa pertumbuhan industri sangat mendukung peningkatan PDB dan untuk industri bisa bertumbuh dan berkembang adalah membutuhkan tenaga insinyur yang handal dan qualified untuk melahirkan industri nasional. Persatuan Insinyur Indonesia sebagai pembina keinsinyuran diharapkan memberikan peran dan fungsi yang lebih optimal dalam rangka penyiapan sumber daya insinyur tadi.

Sukses Insinyur Indonesia, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia.

baca juga

ingin komentar

Comment