Profesional Pertambangan dan Perlindungan Publik

Image preview

Budi Santoso

Anggota PII dan Ketua Kelompok Kerja Etika Profesi PERHAPI

Pasar terbuka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) resmi berlaku akhir tahun 2015. Indonesia mulai disibukkan dengan bagaimana melindungi dan mengangkat produk dan jasa nasional ke dalam zona ekonomi tersebut. Era globalisasi ditandai dengan mulai berkurangnya pengaruh batas negara. Masyarakat menuntut semua produk dan jasa memenuhi aspek transparansi, standardisasi dan akuntabilitas. Profesionalisme menjadi tuntutan masyarakat berkaitan dengan semua aspek tersebut.

Profesionalisme di bidang pertambangan menuntut diberikannya pelayanan terbaik terhadap pemberi kerja. Selain itu, ada tanggung jawab terkait dengan perlindungan pemangku kepentingan lain yang akan menanggung dampak langsung maupun tidak langsung. Pemangku kepentingan ini antara lain bank, investor pribadi maupun publik, masyarakat luas, serta Pemerintah.

Profesional berasal dari kata profesi, pekerjaan yang awalnya hanya terkait dengan pendeta pelayan masyarakat. Namun, saat ini pemahaman arti profesi telah bergeser dan meluas menjadi pekerjaan apa pun yang dapat menghidupi (bukan sambilan). Profesi menjadi sebuah pekerjaan yang menuntut kompetensi atau keahlian tertentu, dan yang memiliki kesadaran moral profesi atau yang dikenal sebagai etika profesi. Semua pekerjaan dari kelompok terorganisir yang menyebut dirinya profesional selalu memiliki kode etik, baik profesi insinyur, dokter, atlit, akuntan dan lain-lain. Mengapa kode etik dalam pekerjaan profesional sangat penting? Karena dalam menjalankan tugasnya seorang profesional tidak hanya sekedar memenuhi standar minimal atau memenuhi kebutuhan pasar, namun wajib melampauinya dan memberikan pilihan terbaik walaupun tidak diminta. Selain itu, pekerjaan keinsinyuran banyak pula melibatkan judgment atau diskresi pelakunya dalam memberikan hasil kerja terbaik, yang bahkan lebih mengarah kepada subyektivitas.

Dengan keahliannya, seorang profesional memiliki monopoli terhadap konsumennya, serta masyarakat pada umumnya. Apa pun yang dihasilkan oleh profesional tersebut, konsumen tidak akan mengerti apakah itu hasil terbaik atau hanya sekedar minimalis. Perlindungan terhadap harapan publik merupakan sesuatu yang mandatory dan wajib diatur.

Dalam menjalankan pekerjaannya, seorang profesional pertambangan harus memastikan bahwa klien atau publik tidak dirugikan. Kerugian tidak hanya sekedar kehilangan atau kerusakan harta benda, korban jiwa, lingkungan dan kesehatan, namun juga peluang dan keuntungan jangka panjang. Karenanya setiap pekerjaan insinyur tambang harus memenuhi kode, standar, best practice, konsensus/common practice, dan harus selalu melalui proses verifikasi (palsu atau asli), validasi (right/wrong atau correct/error),  melindungi hak intelektual, serta wajib menghindari fabrikasi data dan konflik kepentingan. Kegagalan pekerjaan insinyur pertambangan sering terjadi karena gagalnya menerapkan prinsip verifikasi terkait dengan keandalan data, dan prinsip validasi terkait dengan acuan pekerjaan.

Pekerjaan seorang profesional melekat secara pribadi, artinya setiap produk pekerjaan keinsinyuran, selama masih dipergunakan, tanggung gugat dan tanggung jawabnya tetap melekat pada profesional tersebut walaupun ia sudah berganti perusahaan. Persaingan ke depan tak hanya sekedar kompetensi tetapi juga integritas. Dengan demikian harapan publik terhadap produk keinsinyuran tersebut dapat terlindungi. Melalui integritas akan terbangun sebuah reputasi yang dapat membangkitkan kepercayaan masyarakat, baik terhadap profesi keinsinyuran maupun terhadap profesional itu sendiri.***

baca juga

ingin komentar

Comment