E \'against the weak and cowardly, as he calls his own trials and difficulties, forcing him to spend the tubes of fire, water and copper the peculiarity of this stone -.. makes its owner in a peaceful and welcoming as alexandrite in antiholerichen nature flower tea vitamin cumin 1 № 3 ch.Osnovnoe was named after the French geologist. P. Cordier synonyms are linked to its resemblance to the sapphire for purple (iolita - "pierre violette") and a strong practical magic dihroizm.V society myrxtablets.com buy online is considered a good healer Scott Cunningham neurotic conditions is useful. lead to allay fears, tensions and establish garmoniyu.Rekomendatsii dark green interior, when worn stones are the same as the followers of other colors, to preserve and improve their quality, which can wear jewelry of her green range but the stones They should be small; for the acquisition of other missing their properties, in addition to its color, you can use yellow stone, red, white, pink licorice lead kvarts.Koren three hours.

Prioritaskan Kawasan Timur Indonesia

Secara khusus, Bobby juga mengingatkan pemerintah untuk lebih mengedepankan kawasan Timur Indonesia. Ia memuji strategi yang dicanangkan pemerintah untuk memacu dan mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk di kawasan Timur. Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) disebut Bobby sebagai konsep dan strategi pembangunan yang jitu dan sangat komprehensif, khususnya sebagai instrumen untuk mempercepat dan memeratakan pembangunan. “Blue print nya sudah ada. Sekarang bagaimana mempercepat realisasinya,” kata Bobby. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, beberapa waktu lalu mengatakan percepatan realisasi pembangunan infrastruktur yang tercantum dalam MP3EI dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia secara signifikan.

Persatuan Insinyur Indonesia, menurut dia, prihatin melihat masih besarnya kesenjangan dan ketimpangan pembangunan antara pulau Jawa dan Luar Jawa. PII mengidentifikasi, masih banyak daerah tertinggal di wilayah Indonesia Timur. “Tujuh puluh persen dari 183 kabupaten yang memiliki daerah tertinggal, berada di Indonesia timur,” kata Bobby. Banyaknya daerah terpencil di wilayah Indonesia Timur disebabkan kondisi geografi wilayah yang terdiri dari pulau-pulau. Pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra. Ketimpangan Jawa dan luar Jawa perlu segera diatasi dengan langkah. Jika terus dibiarkan, lanjut Bobby, pulau-pulau di luar Jawa hanya akan menjadi penghasil bahan baku bagi Jawa dan dunia. Pembangunan akan terus menumpuk di Jawa dan penyebaran penduduk akan terus terkonsentrasi di pulau ini. Sekitar 60 persen penduduk Indonesia menumpuk di Jawa. “Kondisi ini tidak ideal,” katanya menambahkan.

Pada 2012 lalu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi pulau Jawa terhadap total PDB mencapai 57,63 persen. Ditambah Sumatra, kontribusi kedua pulau ini mencapai 82,5 persen terhadap PDB. “Pulau dengan luas kurang dari 10 persen luas wilayah Indonesia memberikan kontribusi terhadap PDB nyaris 60 persen. Berbagai kegiatan ekonomi terjadi dan terkonsentrasi di pulau Jawa. Data BPS juga menunjukkan, sekitar 64,9 persen produk sekunder dan 66 persen produk tersier dihasilkan di Jawa. Luar Jawa hanya menjadi penghasil bahan baku seperti terlihat pada kontriibusi produk primer yang mencapai 74 persen dari PDB. “Terbukti, konsentrasi pembangunan terjadi di Jawa. Ini memprihatinkan,” ujar Bobby.

Ditambahkan lagi oleh Bobby, daerah-daerah di kawasan Timur Indonesia sesungguhnya menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. “Memang, potensi daerah-daerah di kawasan Timur belum tergarap optimal,” ujarnya. Ia mencontohkan pertumbuhan propinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,14 persen pada triwulan kedua dan 7,16 persen pada semester pertama 2013 ini jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menggambarkan betapa daerah-daerah di kawasan Timur menyimpan potensi dahsyat untuk dikembangkan. Kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Propinsi Sulawesi Selatan, menurut Bobby, akan dapat memberikan imbas positif untuk perkembangan daerah lain di wilayah Timur Indonesia, khususnya jika didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai. Ia mencontohkan, berfungsinya tujuh jembatan sepanjang 458 meter di Sulawesi sejak beberapa hari lalu, akan memberikan dampak sangat baik buat pengembangan wilayah tersebut.

Pada bagian lain dari penjelasannya, Bobby mengatakan bahwa mengurangi ketimpangan pembangunan di Jawa dan luar Jawa sebenarnya bukan merupakan hal yang terlalu sulit. “Pengusaha pasti akan membuka usaha di tempat yang memberikan keuntungan paling tinggi. Jika ada prospek untuk meraih keuntungan, pengusaha akan datang. Kenyataannya, industri sekarang ini hanya menumpuk di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur, karena di tiga wilayah ini ada infrastruktur yang mendukung. Jadi tidak ada cara lain, bangunlah infrastruktur di kawasan Timur Indonesia,”katanya.

Bobby menjelaskan, pemberian insentif dan stimulus untuk memacu pembangunan infrastruktur tidak boleh lagi hanya sebatas rencana. Insentif fiskal harus segera diwujudkan. “Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur untuk kawasan ini sebenarnya telah cukup. Hampir 50 persen dari seluruh anggaran pembangunan infrastruktur, dalam blue print nya, dialokasikan untuk kawasan Timur,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan ekstra supaya daerah di wilayah Timur Indonesia tak lagi ketinggalan. Salah satunya, integrasi potensi wilayah, terutama 12 propinsi di wilayah timur Indonesia. “Orang-orang di kawasan ini sesungguhnya optimis wilayah timur akan mampu menjadi pusat bisnis agro dan energi yang ujungnya akan memberikan peluang pertumbuhan pesat ekonomi Indonesia. “Kunci pengembangan agro adalah integrasi. Tidak bisa secara parsial. Ini juga butuh dukungan infrastruktur,” kata Bobby.

Kebijakan pemberian insentif fiskal yang ditunggu investor pengembang infrastruktur, dinilai Bobby juga sebagai salah satu instrumen yang dapat memacu. “Sayangnya sampai saat ini hanya sebatas wacana saja. Saya berpendapat, kita tidak perlu ragu-ragu untuk mengobral insentif, sepanjang tidak menimbulkan distorsi pada anggaran belanja negara,” ujar Bobby.

Informasi lebih lanjut, hubungi:
Ir. Bayu Nimpuno, MBA
Ketua Bidang Komunikasi Publik
Email: nimpuno@pii.or.id

baca juga

ingin komentar

Comment