at most will attack chronic and emphysema of the person who had the later stages of. What should I do? Who of individual destruction, body, not only health, not only the perfect soul, in order to stop the nature of the change, do we not clean all of the cells of the liver and alcohol and nicotine in the brain? No woman, no medicine, no grass is not Mase does not do it. In order to provide available, if you place him in his work of the digestive and excretory systems to help the digestion, buy aldara online in this way, of peace endocrine, this is only body under the conditions carried out. Stomach, liver, you need to you to eliminate secrete digestive enzymes of the pancreas and intestine. However, there might not be an absolute peace to become thing is not, and in vivo in the activity. Since the proteolytic enzymes in the absence of digestion of the body that are activated by tissue enzymes, sick our body effected by destructive solves the fault of the contaminated protein molecule, and it ill , disease, disorder, we have managed to poison the cause,, It has been said that human activity during the day was changed several times. If the width of the first phase of the States affected by varying levels deep fatigue, alertness and can vary significantly drive a deep normal voice sna.V implement and follow automatically, reflexive, without the participation of our consciousness and will. If this does not happen, we can not get up and move at the same time to think about something else. Unfortunately, the high note, we tend to forget. This is called the femara tonic muscle, involuntary, stress, when part of the muscle fibers in the contraction mode, while the other remains relaxed. Another type of muscle tension sometimes called we create as they wish; In this case, at the same time all the muscles work volokna.Chrezvychayno interesting for research scientists to determine the depth of the impact of positive and negative emotions organizm.ChUDESNYE MEHANIZMYKak live to see another year of a larger group self hypnosis combined with words, but the content is only for a narrow purpose - to

Poros Maritim: Antara Cetak Biru Dengan Implementasi Lapangan

 
Harsusanto

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 telah dibentuk Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), dimana untuk sektor kemaritiman akan dilaksanakan berbagai proyek/program seperti berikut :

                               Gambar 1

    Proyek Kemaritiman dalam RPJM

Cetak Biru Pembangunan Infrastruktur Kemaritiman.

Menko Kemaritiman dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa fokus pemerintah di sektor kemaritiman  ada 4 (empat), yakni:

Fokus 1: Peneguhan kedaulatan maritim
Fokus 2: Pemanfaatan sumber daya alam
Fokus 3: Pengembangan Infrastruktur
Fokus 4: Pengembangan SDM, inovasi dan teknologi serta budaya maritim

Mengingat pengembangan infrastruktur meliputi pembangunan dan peremajaan sejumlah pelabuhan laut di kawasan Nusantara, maka ada hal-hal yang perlu diperjelas antara lain:

berapa kedalaman laut ideal yang diperlukan ?
pelabuhan tersebut untuk melayani kapal jenis apa, berapa ukurannya ? apakah kapal penyeberangan, kapal ikan, kapal ternak, kapal curah, kapal container ?
apakah disekitar pelabuhan tersebut sudah ada galangan kapal (galkap)?

Pertanyaan tersebut penting untuk menjaga rantai kesinambungan dengan sektor kemaritiman maupun sektor industri yang lain. Kedalaman laut dan jenis jasa pelabuhan akan menentukan jenis kapal yang akan dibuat dan sandar. Demikian pula perlu diketahui berapa jumlah kapal yang akan dibangun dalam 5 tahun yang akan datang. Bagaimana mengoordinasikan kebutuhan dan pesanan kapal dari berbagai instansi pemerintah tersebut. Termasuk juga apakah KPPIP bisa ditugaskan untuk mengoordinasikan kebutuhan kapal nasional. Tujuannya supaya penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan waktunya bisa bersamaan dengan penyerahan pesanan kapal oleh galkap nasional.

Alokasi anggaran tambahan tahun 2015 mencapai ± Rp. 15,9 trilyun yang akan digunakan untuk  penyediaan kapal dalam negeri  dengan membangkitkan sejumlah galkap nasional melalui insentif fiskal dan non fiskal. Apabila bisa dibuat Integrated Road Map oleh Menko terkait maka banyak sektor industri yang akan terlibat mendukung kegiatan ini, mulai dari industri galangan kapal (galkap), industri komponen, industri jasa enjiniring sampai dengan jasa pengerukan laut (dredging) seperti diilustrasikan dalam gambar 2 berikut:

  Gambar 2

     Integrated Road Map Pembangunan Pelabuhan

 

Industri Galangan Kapal Nasional.

Sehubungan dengan tekad pemerintah untuk menumbuhkan kembangkan industri galkap maka pemerintah telah memberikan insentif pajak, sampai dengan keringanan sewa untuk galangan yang berlokasi di tanah pemerintah melalui PT Pelindo I, II, III, dan IV. Namun pertanyaannya apakah segala insentif itu sudah cukup?

Dengan azas cabotage saat ini ada dari sekitar 11.600 kapal berbendera Indonesia. Namun menurut IPERINDO 90 % dari jumlah tersebut berasal dari impor, dan mayoritas adalah  kapal bekas. Meskipun galkap mendapatkan berbagai insentif namun apabila di kompetisikan dengan harga kapal bekas pasti masih lebih murah harga kapal bekas!

Yang dikhawatirkan adalah industri galkap tetap tidak bisa tumbuh berkembang meskipun sudah diberi fasilitas fiskal dan non fiskal oleh karena kalah bersaing dengan kapal bekas, bisa-bisa malah menjadi ‘sasaran tembak’ pemerintah dengan alasan sudah diberi insentif tetapi tetap tidak mampu berkembang. Untuk itu perlu peninjauan kembali/revisi terhadap Permendag No. 75/M-DAG/PER/12/2013 Tentang Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru. Sebagai contoh dalam Permen tersebut di pos tarif /HS 89.01 pada no.242 pos tarif/HS 8901.20.80.00 bahwa importir boleh mengimpor kapal tanker bekas bahkan sampai dengan tonase melebihi 50.000 ton !

Bagaimana Dengan Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal ?

Margin dalam pembangunan kapal baru adalah 15-18 %. Sementara margin untuk jasa pemeliharaan/perbaikan 30-35 %. Pembangunan kapal baru bersifat jangka panjang, sehingga dalam hal ini cash flow sangat penting.  Sementara bisnis pemeliharaan/perbaikan dan refurbishment  bersifat jangka pendek, cash flow dan margin bagus, misalnya jasa merubah kapal tanker menjadi kapal Floating Storage Regassification Unit (FSRU). Pengalaman penulis mengerjakan perbaikan kapal tipe Drilling Ship selama 1 bulan dengan nilai kontrak ± US $ 3.3 juta mampu mendapatkan margin yang baik. Singapore yang wilayah lautannya sangat kecil dibandingkan Indonesia mempunyai fasilitas galkap yang mampu untuk melakukan jasa pemeliharaan/perbaikan dan refurbish kapal diatas 60.000 DWT, bahkan refurbish kapal Indonesia juga dibuat di galkap Singapore.

 

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah melalui Menko Kemaritiman dalam rangka mewujudkan negara maritim yang kuat dan berdaulat, antara lain :

  1. Perlu adanya Integrated Road Map pembangunan kemaritiman dan peran KPPIP secara nyata dilapangan.
  2. Mencabut/meninjau kembali Pemendag no.75/M-DAG/PER/12/2013 tentang Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru, utamanya tentang ijin impor kapal bekas. Impor kapal bekas tidak boleh selamanya, harus ada batas akhir .
  3. Membangun galkap baru diluar pulau Jawa khusus untuk kegiatan jasa pemeliharaan, perbaikan serta refurbishment untuk kapal ukuran Panamax, 70.000 DWT-90.000 DWT.

 

Patut diyakini bahwa apabila hal tersebut diatas dapat dilaksanakan dengan semangat kerja lintas kementerian maka Misi dan Visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan samudra, laut, selat dan teluk menjadi peradaban Indonesia masa depan akan segera tercapai.***

baca juga

ingin komentar

Comment