PII Dorong Penerapan Green Infrastructure

cafeo31-1
Wapres Boediono (tengah) bersama Wamen Pekejaan Umum Hermanto Dardak (kiri) dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby Gafur Umar (kanan) ketika berdialog dengan sejumlah anggota PII di Jakarta, Kamis (21/8). Pada kesempatan tersebut disampaikan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan organisasi perhimpunan insinyur se-Asia Tenggara atau 31st Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO 31) yang berlangsung pada November mendatang. Investor Daily/ ANTARA FOTO/Saptono/Spt/13

JAKARTA – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong penerapan konsep pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan (green infrastructure). Hal itu sejalan Konferensi Federasi Organisasi-organisasi Insinyur Se-Asean ke 31 (The 31st Conference of Asean Federation of Engineering Organizations 2013 /CAFEO) yang bertema The Implementation of Green Infrastructure in Asean Countries, di Jakarta, 10-14 November mendatang.

“Kami di PII sudah minta semua anggota menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan dalam setiap proyek yang dikerjakan,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang juga Chairman Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO) Bobby Gafur Umar dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Kamis ( 7/11).

Sedikitnya 800 orang insinyur dari 10 negara Asean, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar, akan berada di Jakarta guna menghadiri konferensi akbar para insinyur itu.

Terkait pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, Ketua Pusat Kajian Kebijakan Industri dan Rekayasa PII sekaligus Ketua Panitia CAFEO ke 31 Heru Dewanto mengatakan, perencanaan pembangunan infrastruktur sejak awal harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan sumberdaya alam, misalnya, dapat digunakan secara berkesinambungan.

“Sumber daya alamnya masih dapat digunakan oleh generasi mendatang dengan kualitas yang tidak berubah,” kata dia.

Green infrastructure adalah salah satu alternatif pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Sayangnya, kata dia, penerapan green infrastructure di Indonesia, masih terkendala banyak hal yang kemudian membuat pemanfaatannya menjadi tidak optimal.

“Hal ini dipicu sejumlah faktor, mulai dari kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai sistem green infrastructure, banyaknya perbedaan persepsi mengenai kepentingan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, hingga lemahnya teknologi yang digunakan dalam perencanaan dan pembangunannya,” papar dia.

Bobby menambahkan, RI sebenarnya menyimpan banyak potensi yang mampu mendukung pembangunan green infrastructure. Indonesia memiliki lahan yang luas dan subur, iklim yang baik, serta biodiversity tinggi yang sangat baik untuk penerapan pembangunan green infrastructure.

sumber: investor.co.id

baca juga

ingin komentar

Comment