PII Cabang Makassar dan Bone Menambah Jumlah Anggota PII melalui P3I, 27 – 29 Mei 2016

Kegiatan Program Pembinaan Profesi Insinyur berturut-turut diadakan secara massif dan sporadis di wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Adalah PII Cabang Makassar berhasil merekrut lebih dari 100 Anggota PII di dua kelas yakni kelas Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan kelas Umum Hotel Clarion yang dilaksanakan mulai Tanggal 27 sampai dengan 29 Mei 2016. Sekretaris PII Cabang Makassar melaporkan bahwa kelas UMI menghadirkan lebih dari 40 peserta yang didominasi oleh staff tenaga pengajar dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik. Tanggal 29 Mei 2016 bertepatan Hari Minggu, PII Cabang Bone tidak ketinggalan menyumbangkan anggota baru PII lebih dari 40 nama yang didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha konstruksi yang bekerja di Kabupaten ini.

Program Pembinaan Profesi Insinyur selain tujuannya untuk merekrut anggota PII tapi juga mengawal para anggota baru ini untuk segera menyelesaikan sertifikasi Insinyur Profesional paling lambat 3 tahun setelah UU No. 11 Tahun 2014 dikeluarkan. Ketentuan peralihan butir B menyatakan bahwa: “Setiap Insinyur, sarjana teknik, sarjana teknik terapan yang telah tersertifikasi dinyatakan sebagai Insinyur teregistrasi dan harus menyesuaikannya dengan Undang-Undang ini paling lambat 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan”.

PPPI kelas UMI, kelas umum bertempat di Hotel Clarion dan juga kelas Bone menghadirkan beberapa Instruktur antara lain: Ir. Sapri Pamulu, PhD tentang Hukum dan Advokasi Insinyur, Prof. Ir. Saleh Pallu membawakan Etika Profesi, Ir. Habibie Razak membawakan materi sertifikasi keinsinyuran Internasional, Ir. Ngadiyanto membawakan materi sosialisasi UU Keinsinyuran dan profil Organisasi Profesi, materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dibawakan oleh Ir. Isradi Zainal. Workshop tata cara pengisian FAIP menghadirkan kolaborasi apik Dr. Ir. Rusman, Ir. Taufik Nur dan Ir. Oesman Reza. Peserta pada sesi workshop ini diharapkan melakukan pengisian FAIP langsung dari laptop masing-masing.


Sertifikasi Keinsinyuran Internasional yang dipaparkan oleh Habibie terdiri dari ASEAN Engineer, ASEAN Chartered Professional Engineer dan APEC Engineer. Habibie menjelaskan latar belakang lahirnya ketiga sertifikasi ini dan syarat-syarat mendapatkannya. Ketiga sertifikasi ini mensyaratkan professional engineer Indonesia minimum tersertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan memiliki pengalaman minimum 7 tahun di dunia keinsinyuran dan 2 tahun in-charge significant position. Materi ini banyak mengundang pertanyaan dari peserta dan memperlihatkan betapa kuatnya animo mereka mengikuti program sertifikasi tingkat internasional ini.


Penutupan acara PPPI kelas Umum di Hotel Clarion kali ini mengundang decak kagum dari pesertanya karena salah satu peserta teridentifikasi berulang tahun hari itu dan Pengurus PII Cabang Makassar segera berinisiasi merayakan ulang tahun Saudara Ir. Nur Taufik atau biasa dikenal dengan panggilan Labank, alumni Fakultas Teknik perkapalan Universitas Hasanuddin.




Acara ditutup dengan foto bersama antara pengurus, panitia dan peserta PPPI ini.

Untuk kelas PPPI Bone, Ir. Ngadiyanto bersama Ir. Sapri dan Ir. Subhan harus menempuh perjalanan selama 5 Jam dari Makassar ke Watampone di mana kegiatannya dilaksanakan di Hotel Novena, salah satu hotel berbintang dua di kota Watampone.

Salam Insinyur, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia

Reportase oleh: Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat.

baca juga

ingin komentar

Comment