PICKUP : Jantung Gitar Listrik

Aries R Prima – Engineer Weekly

Generasi penggemar musik tahun 70 dan awal 80an pasti mengenal sosok Jimi Hendrix, Eric Clapton, Ritchie Blackmore, Jimmy Page dan Eddie Van Halen. Yang lebih muda akan menyebut Lee Ritenour, Yngwie Malmsteen, John Petrucci, Joe Satriani, Steve Vai, Stanley Jordan dan Munky. Ya, tentu saja. Mereka adalah “dewa-dewa” gitar yang sangat dipuja penggemar di masanya. Permainan gitar dan gitarnya banyak ditiru gitaris lainnya. Mereka berhasil membawa gitar menjadi alat musik yang paling popular sejagat.

Sejarah gitar diyakini bermula dari sebuah alat musik di jaman pertengahan yang disebut gittern yang kemudian berkembang perlahan menjadi bentuk gitar akustik yang kita kenal sekarang. Berbeda dengan gitar akustik yang mengandalkan resonansi getaran dawai pada lubang suaranya, gitar listrik juga mengandalkan perangkat elektronika untuk mengubah getaran dawai menjadi bunyi yang diinginkan. Walaupun pantulan dari body juga akan berpengaruh.

Perangkat utama dari sebuah gitar listrik adalah pickup, yaitu perangkat yang berfungsi sebagai transducer yang menangkap getaran mekanik dari dawai (senar) dan mengubahnya menjadi sinyal elektrik yang kemudian diteruskan ke penguat suara. Alat ini terdiri dari magnet permanen yang dililit dengan ratusan kawat berlapis tembaga.

Bentuk magnet pada pickup dapat menyerupai rel, silinder lipstick atau polepieces. Bentuk yang paling banyak digunakan adalah polepices ini yang berbentuk bulatan-bulatan kecil yang biasanya berwarna perak terang. Sebagai besar polepieces ditempatkan sejajar dengan senar, kecuali beberapa gitar khusus.

Penempatan posisi pickup pada badan gitar akan menentukan suara yang dihasilkan. Pada umumnya alat ini ditempatkan pada posisi “neck” (di depan), “middle” (tengah), atau “bridge” (belakang). Masing-masing posisi menghasilkan suara yang berbeda. Semakin ke belakang, suara semakin tipis dengan treble semakin jelas. Kebalikannya untuk posisi “neck”.

Produsen hanya menyediakan 3 pilihan output saja: high, medium dan low. Jika sebuah gitar menggunakan 3 pickup, maka yang jenis high akan diletakkan di posisi “bridge”, yang jenis medium di tengah dan yang jenis low atau medium di posisi “neck”

Ada beberapa jenis pickup yang ada di pasaran, seperti jenis “single coil” yang menghasilkan suara yang sangat jernih. Namun kelemahannya noise yang ditimbulkannya cukup besar saat mengalami distorsi. Kemudian ada jenis “humbucker”, yang merupakan pengembangan dari jenis “single coil” dan mampu membersihkan noise dari suara yang dihasilkan serta “tenaga” yang lebih besar. Cocok untuk para gitaris beraliran musik rock.

Di antara keduanya ada jenis “humbucker rail” yang mampu menghasilkan suara dengan distorsi tinggi. Ukurannya sama dengan pickup “single coil” namun menghasilkan suara dan meredam noise seperti “humbucker”. Hampir mirip dengannya ada pickup jenis “soap bar” yang banyak digunakan oleh gitaris jazz, blues dan rock and roll.

Untuk menghasilkan suara yang sangat besar, yang biasanya untuk memainkan musik “heavy metal”, digunakan pickup jenis “Active” yang menggunakan baterai 9V. Jenis ini merespon dengan baik gain dan distorsi yang besar.

Jenis pickup terbaru namun jarang digunakan adalah pickup “optic” yang bekerja dengan cara menangkap interupsi cahaya dari senar yang bergetar. Sumber cahaya bisa berasal dari LED dan sebagai sensornya adalah fotodioda atau fototransistor. Jenis ini tidak akan terganggu oleh interferensi magnetik maupun elektrik dan juga memiliki respon frekuensi yang sangat luas dan datar.***

Single coil pickup

Humbucker pickup

baca juga

ingin komentar

Comment