PESAWAT TEMPUR : Rusia Memersiapkan Generasi Ke 6

Di saat Indonesia dan Korea Selatan sedang mengembangkan untuk membangun pesawat tempur generasi 4.5, Rusia sedang mengembangkan generasi ke 6 dengan menujicobanya pada pesawat tempur generasi ke 5 mereka: Sukhoi PAK FA (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation). Tergetnya bisa mengudara pada 2025.

Pada awal Maret 2016 dilaporkan bahwa pesawat generasi ke-6, yang terbagi dalam versi berawak dan tanpa awak, telah mulai dirancang. Kabarnya, KRET — yang merupakan anak perusahaan Rostec — saat ini tengah mengembangkan sistem senjata elektronik untuk pesawat baru itu. Sementara, Rusia tengah menguji pesawat generasi ke-5 PAK FA (juga dikenal sebagai T-50) yang sudah melakukan penerbangan pertamanya pada 2010. Uji coba negara T-50 telah selesai pada tahun 2016, dan tahun ini pesawat akan dikirim secara massal untuk militer.

“Satu-satunya solusi yang akan diterapkan bagi pesawat generasi ke-6 sedang diuji coba pada pesawat generasi ke-5 serta pada perangkat berbasis darat. Beberapa elemen penerbangan dan sistem navigasi secara terpisah telah dipasang pada PAK FA,” kata Vladimir Mikheyev, wakil direktur KRET.

Menurut Mikheyev, pesawat generasi ke-6 ini akan dipasangi sistem senjata elektronik terpadu yang berguna sebagai radar, sistem transmisi data, serta perangkat komunikasi. Selain itu, ia akan berfungsi sebagai sistem navigasi dan transponder IFF.

“Sistem radar PAK FA akan beroperasi sebagai pelacak dan sistem pengintai sekaligus, sementara sistem senjata elektronik akan mendeteksi radio dan lokasi. Ini menunjukkan integrasi dan redistribusi fungsi PAK FA telah berlangsung,” tambahnya.

Menurutnya, penggunaan aviasi terintegasi telah diuji di banyak pesawat, salah satunya pesawat tempur generasi ke-5 AS F-35.

Pesawat PAK FA merupakan jet siluman berkursi tunggal dengan mesin ganda yang merupakan pesawat pertama Rusia yang memiliki teknologi siluman. Pesawat multifungsi ini didesain unggul di udara dan penyerangan. Pesawat ini akan memiliki sistem avionik tangguh bermanuver super yang dapat mengalahkan pesawat generasi sebelumnya serta pertahanan darat dan laut. PAK FA ditujukan untuk menggantikan MiG-29 dan Su-27 di AU Rusia dan menjadi dasar pesawat generasi ke-5 yang dirancang Sukhoi dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) untuk AU India.

Pada intinya teknologi generasi ke 6 hanyalah peningkatan atau penyempurnaan dari teknologi generasi ke 5 yang berjalan sinergis dengan perkembangan teknologi peradaran, air defence, dan persenjataan. Generasi ke 6, secara konseptual, akan lebih unggul dari generasi sebelumnya dalam hal kecepatan, jarak tempuh, sistem senjata, avionics, kecanggihan elektronika, stealth dan teknologi materialnya. Pesawat tempur generasi ke 6 juga harus mampu melakukan counter stealth, yang dapat membongkar kemampuan stealth (bersembunyi dari radar) jet tempur generasi ke 5.

Boeing juga sudah memerkenalkan konsep pesawat tempur generasi ke 6, yaitu F/A-XX yang diperkirakan sudah dapat dibangun dan digunakan antara 2030 -2050. Pada bagian kokpit, teknologi generasi ini diperkirakan sudah dapat mengaplikasikan opsi manned atau unmanned. Bisa dikendalikan dari jarak jauh layaknya UAV. Namun pengadopsian teknologi Artificial Intelligent (AI, kecerdasan buatan), kelihatannya masih menjadi perdebatan panjang.***

Aries R. Prima
Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment