PENGUKUHAN PS PPI ULM ANGKATAN KE-3

 

PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR ULM ANGKATAN KE-3

TAHUN AKADEMIK 2018/2019

HOTEL MERCURE BANJARMASIN, 23 MARET 2019

1

PROFESIONAL: Wisudawan/wisudawati berfoto Wakil Ketua Umum PII Pusat Jakarta Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng. Sc., IPU, Ketua Program Studi PSPPI Prof. Dr. Ir. H Rusdi HA., M.Sc., IPU dan Dekan Fakultas Teknik ULM Dr. Bani Noor Muchamad, ST. , MT.

8FOTO BERSAMA: Wakil Ketua Umum PII Pusat Jakarta Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng. Sc., IPU, Ketua Program Studi PSPPI Prof Dr. Ir. H Rusdi HA, M.Sc., IPU dan Dekan Fakultas Teknik ULM Dr. Bani Noor Muchamad, ST., MT. foto bersama undangan.

 

 

PSPPI ULM Cetak Insinyur Profesional
BANJARMASIN – Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Lambung Mangkurat, Sabtu (23/3) kembali mengukuhkan 47 insinyur profesional di Hotel Mercure Banjarmasin. Pengukuhan yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik ULM Dr. H. Aminuddin Prahatama Putra, M.Pd. ini merupakan angkatan ke-III sejak PSPPI ULM berdiri.
Diungkapkan Ketua Program Studi PSPPI Prof Dr. Ir. H Rusdi HA, IPU sejak berdiri PSPPI ULM telah meluluskan sebanyak 214 org. insinyur, dengan dikukuhkannya insinyur ini, wisudawan/wisudawan telah terdaftar sebagai Anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII). “Banyak yang belum tahu Program Profesi ini. Program ini sangat penting untuk praktik keinsinyuran. Baik di instansi negeri maupun swasta,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Sabtu (24/3) tadi.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang sekaligus menjabat Dirjen PUPR Cipta Karya mengaku bangga dengan insinyur yang sudah dikukuhkan, Sabtu tadi. Dijelaskannya, sesuai UU nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran, PII diamanatkan untuk melaksanakan tugas dari Dewan Insinyur Indonesia untuk melakukan pelayanan keinsinyuran, kerjasama Program Profesi Insinyur dengan perguruan tinggi, menyelenggarakan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan meregistrasi insinyur.
Selain itu, PII bertugas menetapkan, menerapkan dan menegakkan kode etik insinyur, memberikan advokasi bagi insinyur serta memberikan akreditasi keprofesian pada himpunan keahlian keinsinyuran.
Diakuinya, saat ini jumlah insinyur di Inonesia hanya sekitar 2.671 insinyur per 1 juta penduduk. Nilainya masih cukup kecil jika dibandingkan dengan jumlah insinyur yang dimiliki negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.
“Padahal pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia terus memperlihatkan kemajuan dari waktu ke waktu baik dalam hal kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.
Sebagai insinyur Indonesia, para wisudawan/wisudawati diharapkan ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar tangguh, handal dan dapat dipercaya.
“Anda sebagai insinyur diminta berperan aktif dalam menghasilkan nilai tambah dan daya saing, mulai dari pembangunan infrastruktur kewilayahan hingga pemanfaatan teknologi mutakhir menuju perkotaan cerdas (smart cities),” ujarnya.

baca juga

ingin komentar

Comment