PENGELOLAAN SAMPAH

Tidak Hanya Pendekatan Teknologi atau Ilmu Rekayasa

Image preview

Ir. Sri Bebassari, M.Si.

Ketua Indonesia Solid Waste Assosciation (InSWA)

 Permasalahan sampah di negeri ini seolah tidak pernah ada habisnya, meskipun sampai saat ini Kemenpupera terus membangun TPA dengan standar sanitary landfill untuk diserahkan ke kota dan kabupaten. Tetapi hampir semua TPA tersebut tidak ada yang dioperasikan secara sanitary landfill. Pendekatan dari aspek teknologi yang terus dijalankan bertahun-tahun itu tidak saja gagal dalam menyelesaikan masalah persampahan secara tuntas, bahkan ada beberapa tragedi kemanusiaan yang diakibatkan pengelolaan setengah hati ini. Salah satu yang paling fatal adalah longsornya TPA Leuwigajah Cimahi pada tanggal 21 Februari 2005 yang menewaskan 154 korban jiwa. Lantas apakah  pengelolaan sampah akan terus dibiarkan demikian?

Agar pengelolaan sampah dapat tuntas dan berkelanjutan, maka perlu dilakukan pendekatan multidimensi yang memperhatikan lima aspek, yaitu :

  • Aspek Peraturan

Aspek ini adalah aspek yang memberi kekuatan hukum untuk pelaksanaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Pengaturan seperti pemungutan retribusi, pengaturan hak dan kewajiban stakeholder, pemberian sanksi, pembagian kewenangan, dan sebagainya diatur dalam aspek ini. Indonesia telah memiliki peraturan yang mengatur pengelolaan sampah yaitu Undang Undang No. 18 tahun 2008 beserta peraturan turunannya.

  • Aspek Kelembagaan

Aspek kelembagaan pada dasarnya adalah pengaturan pembagian tugas dan wewenang semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, sehingga pengelolaan sampah dapat tuntas sesuai dengan tujuan yang diharapkannya.

  • Aspek Pendanaan

Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab membutuhkan pendanaan yang memadai dan biasanya jumlahnya akan lebih besar dibandingkan pengelolaan sampah yang umum dilakukan saat ini. Paradigma dari pendaanaan pengelolaan sampah adalah investasi sosial yang manfaat terbesarnya akan dirasakan dalam jangka panjang dan cakupan yang lebih luas untuk seluruh anggota masyarakat.

  • Aspek Sosial Budaya

Aspek sosial budaya adalah bagaimana merekayasa pola pikir dan pola perilaku yang perlu dilakukan untuk mendukung berubahnya pemahaman tentang pengelolaan sampah. Beberapa budaya yang menghambat pengelolaan sampah secara bertanggung jawab seperti budaya “ruang tamu” yang mewah, sedangkan untuk WC alakadarnya atau malah di “kebun tetangga”, budaya buang sampah “not in my backyard” yang tidak sesuai dengan filosofi “polluters pay principle” , sehingga perlu dilakukan “socioengineering” agar perlahan hilang dan menjadikan kebersihan sebagai sebuah kebutuhan.

  • Aspek Teknis Operasional

Aspek teknis operasional adalah aspek yang secara fisik dapat dilihat dan digunakan untuk mengelola sampah yang meliputi segala yang terkait dengan kegiatan pemilahan dan pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.

jika salah satu dari lima aspek pengelolaan sampah tersebut tidak diperhatikan, maka hampir dipastikan pengelolaan sampah akan jalan di tempat seperti kondisi saat ini.***

baca juga

ingin komentar

Comment