PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK Mengenal Kriteria Umum (KUM)

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Pendidikan tinggi teknik di Indonesia segera mengubah evaluasi akreditasi dari format yang mengutamakan mutu masukan (input-based approach/IBA) menjadi mutu manfaat (outcome-based approach/OBA). Hal ini disepakati karena berdasarkan pengalaman dan data global internasional memastikan bahwa OBA memberikan manfaat pendidikan tinggi teknik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan IBA.

Untuk memercepat peningkatan manfaat pendidikan tinggi teknik di Indonesia, pada akhir tahun lalu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengeluarkan dua dokumen, yaitu Common Criteria (CC) atau Kriteria Umum (KUM) dan Criteria Guide (CG) atau Dokumen Panduan (Dopan).

Manfaat yang dimaksud adalah untuk menciptakan dan menjamin mutu lulusan pendidikan tinggi teknik yang memunyai kemampuan dengan standar mutu KUM. Dengan memenuhi kriteria ini, lulusan diyakini telah memiliki kemampuan bekerja yang baik untuk menciptakan nilai tambah sesuai prinsip ilmu keteknikan atas sumberdaya yang digunakan.

Kriteria Umum dijabarkan sebagai rambu utama yang dapat menyediakan fleksibilitas penetapan berbagai alternatif cara pendidikan tinggi teknik mengikuti proses perbaikan penyelenggaraan secara berkelanjutan, yang harus senantiasa dilakukan sebagai penyesuaian terhadap dinamika yang terjadi. Format penulisan KUM dibuat dengan mengikuti proses plan, do, check, act (PDCA). Siklus penyelenggaraan pendidikan tinggi teknik yang dilengkapi dengan Dopan dapat menjadi bahan awal untuk dipelajari semua program studi (prodi) teknik yang ingin mengajukan akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE), sebuah lembaga akreditasi pendidikan teknik di Indonesia yang saat ini masih dalam proses pembentukan.

Banyak pihak telah mendesak agar seluruh pemangku kepentingan perguruan tinggi di Indonesia dapat segera menindaklanjuti pemahaman atas KUM dan Dopan sebagai rujukan peningkatan mutu pendidikan tinggi, agar para lulusannya dapat memenuhi standar mutu insinyur yang telah ditetapkan, baik untuk skala nasional maupun global.

baca juga

ingin komentar

Comment