Pendidikan Enjinering Philippine

Liliana Djamaluddin

Filipina merupakan negara dengan kualitas pendidikan yang mereka klaim sebagai yang termaju di kawasan Asia Tenggara. Negara ini telah memasukkan unsur value education dalam sistem pendidikannya dimana pendidikan yang menggunakan sistem ini dianggap lebih baik dibandingkan pendidikan yang bersifat mechanistic seperti sistem pendidikan yang dianut Singapura. Pendidikan dengan value education mengajarkan nilai-nilai, sehingga lulusannya selain memiliki kemampuan akademis, juga berkarakter kuat. Pada tahun 2012 pemerintah Filipina memutuskan untuk menerapkan sistem pendidikan K-12 dengan penambahan 2 tahun pada pendidikan menengah, untuk menggantikan sistem K-10 yang mulai diterapkan pada tahun 2010 dimana pendidikan dasar sampai kelas 10. Sistem K-12 menekankan pada penguasaan konsep dan ketrampilan, mengembangkan konsep, pembelajaran seumur hidup, mempersiapkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, pengembangan ketrampilan tingkat menengah, mempersiapkan untuk bekerja dan untuk berwirausaha.

Sayangnya, seperti yang dialami oleh negara-negara lainnya di Asia Tenggara, banyak lulusannya yang lebih memilih untuk bekerja di luar negeri.

Pendidikan tinggi di Filipina dikelola oleh Komisi Pendidikan Tinggi (CHED) yaitu lembaga independen setingkat departemen yang berasal dari, dan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan. Tugasnya mengkoordinasikan program-program lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan menerapkan kebijakan dan standar. Pendidkan Tinggi diklasifikasi menjadi universitas dan perguruan tinggi negeri (State University and College-SUC), yaitu lembaga pendidikan tinggi publik yang ditetapkan oleh hukum, dikelola dan disubsidi secara finansial oleh pemerintah, dan universitas dan perguruan tinggi lokal (Local University and College-LUC), yaitu lembaga pendidikan tinggi yang didirikan dan didukung secara finansial oleh pemerintah daerah. Kemudian ada pula lembaga pendidikan tinggi yang berada langsung di bawah lembaga pemerintah yang ditetapkan dalam Undang-undang yaitu HEIs (High Education institutions) . Lembaga Pendidikan Tinggi ini menyediakan pelatihan khusus di bidang-bidang militer dan pertahanan nasional.

Program pendidikan Enjineering di negara ini yang semula 5 tahun mulai tahun ajaran 2016-2017 berangsur-angsur di ubah menjadi 4 tahun yang mulai diterapkan secara murni pada tahun 2021. Selama masa transisi ini pemerintah menawarkan beasiswa (graduate studies dan graduate studies di luar negeri), beasiswa penuh untuk Riset dan program Ekstention (electoral and engangement dan college readiness), beasiswa penuh untuk Program Sertifikasi dan Short Courses (Professional Advancement), beasiswa penuh untuk Institutional Capacity Building (Institutional Development and Innovation).

Department of Science and Technology, Science Education Institution dan Engineering Research and Development for Technology bekerjasama dengan mengadakan program Pengembangan Sumberdaya Manusia dalam bidang Science dan Teknologi melalui Riset Enjinering dan Pengembangan Teknologi Nasional (ERDT).

Upaya itu dilakukan untuk menjawab kesenjangan yang timbul karena tolok ukur yang dibuat antara Departmen Pendidikan dan UNESCO berbeda, dimana data yang di keluarkan oleh UNESCO mengenai perbandingan antara jumlah Riset per 1 juta populasi menempatkan Filipina di urutan ke 8 setelah Jepang, Singapura, Korea, Cina, Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Negara ini membutuhkan banyak insinyur dengan keahlian khusus mulai dari keahlian dalam bidang mitigasi bencana sampai pemberantasan kemiskinan, dari pertanian sampai industri semi konduktor, untuk mendorong segera terwujdnya lingkungan berkelanjutan, dan ketersediaan energi yang terjangkau untuk masa depan, untuk menghasilkan kearifan alan dan teknologi murah.

Untuk pengembangan Engineering di Philippina dibentuk Engineering Research and Development for Technology (ERDT). Komponen dari ERDT adalah HRD, R&D, Infrastruktur, yang disiapkan melalui konsorsium 8 perguruan tinggi di Phililippina. Komponen HRD untuk memenuhi kebutuhan akan Enginer yang telatih dengan baik dari lulusan perguruan tinggi. Komponen R&D ditujukan untuk memenuhi kekosongan kualitas dan kuantitas dari riset dalam bidang enjineering. Komponen Infrastruktur dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang dapat menstimulasi dan mendukung kebutuhan akademik dan riset seperti juga mendorong terjadinya interaksi antara berbagai bidang yang berbeda.

ERDT adalah juga sebuah investasi penyediaan beasiswa yang disiapkan untuk menghadapi persaingan global melalui Penelitian dan Pengembangan (R&D), pengembangan Infrastruktur, serta pengembangan Pendidikan Tingi.

Tujuan pembentukan ERDT adalah untuk menerapkan agenda penelitian tingkat tinggi yang teraliansi dengan National Science and Technology Plan (NSTP) dan Medium Term Philippine Development Plan (MTPDP), menyiapkan sejumlah lulusan S2 dan S3 yang kritis, melakukan peningkatan kualitas insinyur praktisi, melakukan peningkatan kualitas pendidikan keinsinyuran dan mempermudah akses terhadap pendidikan sarjana teknik, serta mengembangkan budaya R&D.

Mapua Institute of Technology yang berlokasi di Intramuros, Manila di Philippine ini adalah perguruan tinggi teknologi pertama di Asia Tenggara yang berhasil mendapatkan akreditasi dari Acreditation Board of Engineering dan Technology (ABET). Institusi yang merupakan lembaga akademik terkemuka dalam bidang teknik dan teknologi di Filipina ini didirikan oleh seorang arsitek Filipina pertama yang ter-registered bernama Tomas Mapua pada tahun 1925. Program-programnya yang diakui secara luas berbasis profesi keteknikan. Pembelajaran teknologi yang didukung dengan sistem pembelajaran e-Learning merupakan keunggulan dari perguruan tinggi ini.***

baca juga

ingin komentar

Comment