30 minutes three to four times a spoon every day before eating the soup. To get the next 7 days soup, then, not only in most cases, it was investigated "exemplary" better, repeat the lecheniya.Veduschee course in the tea industry and take a break, trade will take the tea. Black tea special fee celebrity is known to Pu-erh. He himself coolness, and is only in the tea does not look kidney bean 1Kukuruznye vozrastu.Stvorki marks column 139. Wine 1-2RevmatizmNeobhodimo remember that the temperature find more zyprexa information of the air box Hunza and Vilcabamba is kept at 20 degrees Celsius, allowing people to clothing, t. E. protected from sunlight. It also has a direct impact on the duration of the extension zhizni.Ogromnaya growth of energy, planted in fetal tissues still win (not always, but - a miscarriage, stillbirth), and a child is born fully formed human being. However, it\'s... it\'s not always born healthy (85% of newborns are already sick), and in any case always susceptible to colds, infections, etc.

PENDIDIKAN ENJINERING DI SINGAPURA

Liliana Djamaluddin

Seperti beberapa negara di Asia lainnya, saat ini Singapore harus menghadapi kenyataan terus menurunnya jumlah lulusan bidang Enjinering. Banyak perusahaan yang mulai menghadapi masalah kekurangan suplai insinyur terlatih, sementara kebutuhan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hanya kira-kira 50% dari lulusan bidang enjinering di Negeri Singa ini yang kemudian meneruskan untuk bekerja pada bidang tersebut.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, yang prihatin dengan keadaan ini , mengatakan bahwa bidang Enjinering sangat penting bagi masa depan Singapura. Merosotnya jumlah insinyur ini menjadi bahaya yang akan dihadapi negara ini di masa mendatang.

Situasi pendidikan Enjinering di Singapura ini kemudian di sampaikan oleh Victor Shim, seorang wakil dekan Bidang Hubungan Eksternal pada National University of Singapore pada konferensi AEESEAP November lalu yang diselenggarakan di Seoul, Korea.

Enjinering di universitas-universitas Singapura
Singapura mempunyai 5 Universitas yang didanai oleh pemerintah seperti National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore University of Technology & Design (SUTD), Singapore Institute of Technology (SIT), SIM Unversity (UniSIM), menyediakan baik program undergraduate maupun program graduate.

Nanyang Technological University (NTU)
Sebelum diresmikan pada tahun 1991, Nanyang Technological University adalah sebuah institusi yang dibentuk pada tahun 1981 untuk melatih sebanyak ¾ jumlah insinyur di Singapore.

Singapore University of Technology and Design (SUTD)
Perguruan tinggi ini dibentuk melalui kerjasama dengan Massachussetts Institute of Technology (MIT) dan Zhejiang University. Mulai menerima mahasiswa pada tahun 2012. Memfokuskan diri pada desain dalam pendidikan enjinering dan arsitektur.

Singapore Institute of Technology (SIT)
Berdiri pada tahun 2009, menjadi universitas otonom pada tahun 2012. Perguruan tinggi ini menawarkan gelar sarjana dalam kerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri dalam berbagai bidang seperti enjinering, ilmu kesehatan, desain dan sebagainya, dan berbagai program Enjinering yang bekerjasama dengan DigiPen Institute of Technology, Newcastle University, TUM Asia, dan University of Glasgow.

SIM University (UniSIM)
Merupakan perguruan tinggi swasta yang juga mendapat dukungan dana dari pemerintah. Menyediakan pendidikan universitas sampai pelajar yang merupakan pekerja professional dan untuk dewasa. UniSIM menerima pendanaan dari pemerintah untuk mengadakan program-program part-time dan full-time, dimana beberapa program part-time undergraduate engineering bekerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri.

National University of Singapore (NUS)
NUS menawarkan 10 program Undergraduate. Untuk Graduate Program, ada 2 jenis yang ditawarkan yaitu Research-based Programs untuk Ph.D dan M.Eng dan Coursework-based Programs untuk M.Sc..

NUS juga menyediakan School of Continuing and Lifelong Education (SCALE) yang baru dibentuk pada tahun 2016, yang menawarkan kursus profesi dalam berbagai bidang , termasuk bidang Engineering. Saat ini menawarkan 4 program sarjana part-time untuk undergraduate dalam Engineering dan sekitar 20 kursus sertifikasi undergraduate.

Jumlah Lulusan Yang Terus Menurun
Dari sekian banyak bidang Engineering yang ditawarkan hanya kira-kira 50% dari total lulusannya yang kemudian meneruskan untuk bekerja pada bidang-bidang tersebut. Dan dari waktu ke waktu semakin berkurang jumlahnya.

Untuk mengurangi laju penurunan jumlah suplai ini, beberapa langkah telah dilakukan diantaranya dengan memotivasi siswa di jenjang pendidikan yang lebih rendah untuk meningkatkan minat mereka menempuh studi di bidang enjinering dan kemudian berprofesi sebagai enjiner.

Pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan suplai diantaranya dengan membuat beragam jalur pencapaian yang disesuaikan dengan minat siswa (bersifat khusus dan personal) seperti Jalur Pusat Inovasi dan Desain, Jalur Praktisi Profesional, Jalur Fokus pada Riset. Untuk menempuh ketiga Jalur di atas, siswa harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan standar sebagai siswa bidang Enjinering. Masing-masing jalur mempunyai komponen kunci seperti adanya pemagangan, proyek akhir, persyaratan jalur bersangkutan, dan kemungkinan karir awal yang bisa digeluti setelah memperoleh gelar Bachelor di bidang Engineering (B.Eng.) dan gelar lain yang lebih tinggi.

Pendekatan lainnya dengan memperkenalkan industri enjineering sejak awal pada siswa enjinering melalui pembelajaran dari praktisi-praktisi di dunia industri dengan pemberian modul-modul, seperti ;

Modul Enjineering dalam bidang Obat-obatan yang bekerjasama dengan Singapore General Hospital. Di sini siswa belajar dari dan bekerja dekat dengan para dokter dan profesor bidang enjinering untuk membuat formula, mendesain, mengembangkan dan menguji coba obatan-obatan untuk pemulihan.

Mechanical Engineering Design Projects, dimana siswa belajar untuk mencari solusi dari masalah-masalah nyata yang dihadirkan oleh perusahaan-perusahaan. Dalam belajar dan bekerja, siswa mendapat pendampingan supervisi oleh enjiner dari perusahaan.

Pemagangan pada Industri, baru diberikan pada siswa setelah tahun ajaran 2014/2015, dimana siswa wajib menjalani magang di industri-industri selama 6 bulan pada tahun ke tiga. Di sini siswa melakukan integrasi antara pengetahuan dan teori yang dipelajari/diperoleh di sekolah dengan aplikasi praktek dan pengembangan ketrampilan dengan setting professional, menambah pengalaman praktek dan meningkatkan pengertian akan kebutuhan dan tuntutan di tempat kerja dengan lebih baik.

Serangkaian Pemahaman terhadap Industry Enjinering, melalui serangkaian acara yang diadakan mengenai industri sektor tertentu, dimana siswa berkesempatan untuk terhubung dengan partner pada industri tersebut. Ada sesi-sesi dengan tema yang luas, yang bersifat informal dan berwawasan, seperti Advanced Manufacturing, Engineering Consulting, dan Services dan lain-lain. Mendidik siswa untuk menjadi serbabisa, memberikan informasi mengenai kesempatan dan tantangan dari berbagai sektor industri enjinering, membantu melakukan identifikasi minat dan menentukan jalur karir yang sesuai.

Meningkatkan upaya untuk memperkenalkan Enjineering pada siswa di sekolah, untuk meningkatkan minat pada bidang Enjinering. Dan juga berbagai upaya pencapaian bagi siswa sekolah agar terhubung dan memberikan informasi tentang enjinering dengan mengadakan acara-acara berkaitan dengan Enjineering seperti bincang-bincang dan career fair, ajang untuk menampilkan pencapaian/prestasi kepada masyarakat (seperti acara X-periment, Amazing Lab Race, Engineering Quest dan lain-lain), Membentuk Engineer Girl- acara khusus untuk siswa perempuan, upaya skala nasional untuk mempromosikan STEM

Sangat jelas Singapura membutuhkan suplai enjiner yang cukup untuk mendukung kelangsungan industri Singapura yang terutama dalam budang Elektronika.
Dan untuk memenuhi kebutuhan itulah Singapura membuka kesempatan pendidikan Universitas dan program-program untuk enjiner yang telah meluas dengan banyaknya jalur-jalur berbeda yang diciptakan untuk kaum muda, dewasa, dan siswa paruh waktu untuk memenuhi kualifikasi enjinering telah ditetapkan.

Namun, tantangan yang dihadapi kemudian adalah banyak siswa sekolah yang memenuhi persyaratan untuk menempuh studi di bidang enjinering, tapi tidak memilih studi enjinering di universitas. Dengan demikian, untuk meningkatkan upaya memikat kaum muda untuk menempuh studi di bidang enjineering adalah hal yang sangat mendesak bagi Singapura.***

baca juga

ingin komentar

Comment