Pembangunan KA cepat Jakarta – Bandung Dapatkah dijadikan wahana Alih Teknologi?

Ashwin Sasongko
Peneliti LIPI dan Dewan Pakar PII

Pemanfaatan program pembangunan di sektor kereta api sebagai wahana alih teknologi bukanlah hal baru di Indonesia. Ketika program yang relatif kecil, seperti pengadaan level crossing dari Philips Alkmaar Belanda dilaksanakan, industri Indonesia telah mulai ikut serta membuat beberapa komponennya dan mengintegrasikan sistem tersebut, sehinggga terjadi alih teknologi dari perusahaan Eropa ke industri di Indonesia. Demikian pula dengan berbagai program lain walaupun masih relatif kecil seperti pembangunan Sistem Signalling Elektronik dari dari berbagai industri di Eropa dan Australia, hal yang sama juga dilaksanakan.

Umumnya, agar suatu program dapat dijadikan wahana alih teknologi, maka hal ini harus dicantumkan dengan jelas, termasuk pola pembiayaannya, pada kontrak antara pembeli di Indonesia, yang umumnya pemerintah atau BUMN, dengan penjualnya yang umumnya berasal dari negara yang jauh lebih maju tingkat teknologinya. Harus jelas industri mana yang akan melaksanakan alih teknologi tersebut. Agar ada kepastian, maka kontrak antara industri yang akan melaksanakan alih teknologi dengan industri luar negeri yang menjual sistem tersebut, perlu menjadi bagian dari kontrak antara pembeli dengan penjual sistem tersebut. Dengan demikian, proses alih teknologi tersebut merupakan hal yang tak terpisahkan dari pengadaan sistem yang dibeli.

Agar alih teknologi berlanjut, diperlukan komitmen industri yang melaksanakan alih teknologi tersebut untuk mengembangkan produk tersebut sendiri setelah proses alih teknologi dilaksanakan. Juga diperlukan komitmen dari pembeli agar setelah ada produk lokal yang kompetitif, maka produk tersebut perlu mendapat preferensi untuk dibeli dan bukan terus menerus melakukan impor.

Ilustrasi Artikel

Alih Teknologi yang berhasil ini tentu memerlukan dukungan kuat dari pemerintah. Dibutuhkan investasi untuk berbagai peralatan baru dan pelatihan bagi tenaga-tenaga ahli. Harus dibangun institusi-institusi lokal untuk riset dan pengembangan, melakukan pengujian sampai sertifikasi bagi produk lokal, standarisasi, kaliberasi dan sebagainya. Tanpa fasilitas-fasilitas tersebut, tentu produk lokal sulit dikembangkan, diuji dan disertifikasi. Selain itu, peran pemerintah sebagai regulator, pengatur pajak dan bea masuk, pemberi insentif, menjadi sangat penting untuk memberikan kesempatan agar produk lokal dapat bersaing dengan produk impor secara ‘fair’.

Dalam program yang relatif kecil seperti level crossing dan signalling di atas, saat ini dapat dilihat bahwa alih teknologi sudah dapat dikatakan berjalan baik dengan telah adanya produk lokal dengan kualitas dan harga yang kompetitif.

Program alih teknologi yang jauh lebih besar dan teknologi yang lebih kompleks di sektor transportasi adalah ketika pemerintah mengadakan kereta rel listrik dari BN-HOLEC Eropa dan Lokomotif dari GE USA pada medio dan akhir 90-an.

Karena besarnya program dan teknologinya yang kompleks, maka program alih teknologinya dilaksanakan oleh beberapa industri, terutama oleh INKA, LEN Industri dan PINDAD. Pada awalnya, seperti juga pada program yang relatif kecil di atas, proses alih teknologi berjalan lancar. Pengembangan teknologi berupa KRL dan lokomotif lokal bahkan sudah dapat dibuat. Tapi kelanjutan program alih teknologi untuk KRL dan lokomotif ini belum berjalan baik. KRL dan Lokomotif lokal yang sudah dikembangkan tidak pernah diproduksi massal. Dengan berbagai pertimbangan, kedua produk tersebut masih dimpor sampai sekarang.

Kereta cepat diperkirakan lebih kompleks lagi teknologinya. Jikalau kereta cepat ini juga diharapkan akan menjadi wahana allih teknologi, maka pengalaman alih teknologi di atas kiranya dapat menjadi masukan agar alih teknologinya dapat berjalan lancar.

                                                                                                      Halaman 2                                                                                           Berikutnya>>>

 

baca juga

ingin komentar

Comment