Menyetir Serangga

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Insinyur di Amerika Serikat telah mengembangkan ‘ransel’ elektronik yang dapat digunakan untuk ‘mengambil alih’ sistem saraf capung dan mengontrol penerbangannya.

Sejumlah kelompok peneliti di seluruh dunia – terutama di bidang militer – sedang mengembangkan kendaraan terbang kecil yang meniru penerbangan serangga. Salah satu serangga yang dipilih sebagai percobaan adalah capung ] karena memiliki kemampuan aerobatik dan efisiensi energi yang luar biasa.

Kegiatan yang diberi nama Proyek The DragonflEye – gagasan dari Draper (sebuah organisasi litbang nonprofit yang juga dikenal sebagai laboratorium The Charles Stark Draper), sebuah perusahaan di Massachusetts, menawarkan alternatif menarik untuk menjawab tantangan sulit membuat serangga terbang mekanis dengan memanfaatkan kemampuan udara capung hidup.

Para insinyur menciptakan jenis baru drone ‘hybrid’ dengan mengombinasikan navigasi dalam ukuran mini, rekayasa biologi buatan, dan neurotechnology untuk memandu serangga ini. Sistem ini bekerja dengan mengirimkan perintah panduan dari ‘ransel’ ke neuron-neuron ‘kemudi’ khusus di dalam saraf capung.

Perintah-perintah ini disalurkan ke neuron serangga melalui denyutan cahaya sepanjang struktur optik yang dikembangkan secara khusus yang disebut optrodes. Mengingat serat optik konvensional terlalu kaku untuk melilit saraf capung kecil, optrodes sangat fleksibel dan, menurut Draper, mampu membelokkan cahaya di ukuran sub-milimeter.

“DragonflEye adalah jenis pesawat terbang mikro yang benar-benar baru, lebih kecil, lebih ringan dan lebih tidak terlacak dari apa pun yang pernah dibuat manusia,” kata Jeese J Wheeler insinyur biomedis dan peneliti utama di Draper ” Menariknya lagi, sebagai sumber energi, peralatan ini telah menggunakan panel surya yang terpasang di bagian atas.

Selain aplikasi pada bidang militer yang sudah jelas , Draper mengklaim bahwa teknologi ini juga bisa menggunakan lebah madu untuk digunakan meningkatkan pemahaman mengenai penurunan populasinya selama 25 tahun terakhir dan bahkan mengarahkan penyerbukan. Lebah madu ini, di Amerika Serikat, berkontribusi lebih dari 15 juta dolar dari pemasukan sektor pertanian.

Wheeler menambahkan bahwa teknologi optrode juga memiliki aplikasi potensial di luar pengendalian penerbangan serangga, seperti, misalnya digunakan untuk memproduksi perangkat diagnostik miniatur untuk kesehatan manusia.***

baca juga

ingin komentar

Comment