Memupuk Persaudaraan Melalui Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional Gorontalo, 3 Juni 2017

Foto-bersama-ok

Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional (LSIP) kembali digelar kesekian kalinya di Kota Gorontalo hasil kerjasama PII dan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UH). Peserta yang lebih banyak dihadiri oleh calon Insinyur Profesional dari luar Propinsi Gorontalo antara lain peserta dari PELINDO Sulsel, PLN Sulsel, Dinas PU dan PERKIM Kota Manado, PT Surveyor Indonesia Gorontalo dan beberapa perusahaan atau instansi lainnya mencukupkan total peserta menjadi 25 orang. Salah satu peserta Bapak Sunandar Usman, Deputy Manager Civil Planning PLN UIP SULBAGSEL datang jauh-jauh dari Makassar membawa beberapa professional PLN lainnya ke acara ini.

Lokakarya ini dibuka oleh Perwakilan PII Pusat Bapak Ir. Ngadiyanto – Wakil Direktur Eksekutif PII Pusat didampingi oleh Ir. Sapri Pamulu, Ph.D mewakili IKATEK-UH. PII Pusat menghadirkan 3 Instruktur dan 1 staff pada kegiatan ini. Melihat animo para professional di bidang keinsinyuran, kegiatan LSIP serupa hampir dilakukan di setiap propinsi setiap bulannya apalagi dengan adanya landasan hukum UU No. 11 Tahun 2014 tentang profesi keinsinyuran memberikan stimulus positif bagi para alumni bidang keinsinyuran untuk bekerja di bidangnya.

Materi Sosialisasi UU Keinsinyuran dan Etika Profesi dibawakan oleh Ir. Sapri Pamulu, Ph.D dilanjutkan materi pengenalan Sertifikasi Insinyur Profesional dan Bakuan Kompetensi Insinyur Profesional PII oleh Ir. Habibie Razak dan dua sesi terakhir adalah materi Tata Cara dan Bimbingan FAIP oleh Ir. Ngadiyanto.

Salah satu peserta di lokakarya kali ini adalah Royke Mamahit, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Manado menyampaikan betapa pentingnya perlindungan buat para Insinyur yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara di Kementerian Teknis terutama di wilayah Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. PII diharapkan memberikan fungsi advokasi maksimal kepada mereka terutama terkait kegiatan yang melibatkan audit oleh Kejaksaan dan BPK. Tugas menghadirkan tim ahli dari PII sebagai independent verificator juga dibutuhkan memastikan bahwa Dinas-dinas teknis terkait memang sudah melakukan tugas, pokok dan fungsinya di dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek konstruksi.

Di akhir acara ditutup dengan Pembacaan Kode Etik Profesi Insinyur oleh Rahmat Rauf salah satu peserta LSIP dilanjutkan dengan foto bersama antara peserta, instruktur dan panitia dari PII dan IKATEK UH. Acara ditutup oleh Ir. Ngadiyanto dilanjutkan dengan buka puasa bersama. LSIP sebelumnya diadakan di Gorontalo Tahun 2016 yang lalu juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Terima kasih sebesar-besarnya atas kerja cerdas dari Ir. Suriadi, IPM ketua panitia LSIP kali ini sehingga bisa terlaksana sesuai rencana. Terus semangat Insinyur Indonesia, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia.

Salam Insinyur, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia

Reportase: Ir. Habibie Razak, ASEAN Engineer, ACPE – Sekretaris Distribusi Gas.

baca juga

ingin komentar

Comment