Memahami Tingkah Laku Renang Ikan Untuk Meningkatkan Penangkapan Ikan

Budhi Hascaryo Iskandar
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Ikan, terutama ikan laut, adalah sumber pangan yang kaya protein, zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Dengan tingginya harga pangan sumber protein hewani lainnya, seperti daging sapi dan ayam, dan juga meningkatnya kecenderungan orang untuk mengurangi asupan lemak, menjadikan ikan sebagai makanan yang ideal. Orang dengan aktivitas normal membutuhkan asupan protein 0,8 kali berat tubuhnya per hari.

Dengan tumbuhnya permintaan akan ikan segar, maka diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. Berbagai taktik dan metode telah banyak dikembangkan oleh akademisi dan praktisi di bidang perikanan dan kelautan untuk keperluan ini.

Taktik dan metode penangkapan ikan tidaklah akan berhasil bila tingkah laku renang ikan tidak diketahui.  Perancangan alat dan metode penangkapan ikan tidak lepas dari pengetahuan tenang hal ini.   Pengamatan terhadap kebiasaan dan kecepatan renang ikan tidak mudah dilakukan langsung di laut, sehingga diperlukan peralatan yang memungkinkan para peneliti untuk melakukan pengamatan terhadap kebiasaan dan kecepatan renang ikan.  Pengamatan tingkah laku ikan biasanya dilakukan di flume tank.  Umumnya flume tank berkuran relatif besar sehingga diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk pengoperasiannya, khususnya untuk kebutuhan air dan listrik.

Rekayasa flume tank berukuran kecil (mini flume tank) telah dilakukan untuk kepentingan ini. Perekayasaan dilakukan dengan membuat desain dan konstruksi flume tank berukuran kecil yang mudah dipindah-pindahkan sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan pengamatan tingkah laku renang ikan, khususnya pola dan kecepatan renangnya.  Pada flume tank  ini kecepatan arus dapat diatur sesuai kebutuhan penelitian dan memungkinkan untuk merekam pola renang dan kecepatan renang ikan.

Mini flume tank ini dirancang berdasarkan keterbatasan yang dimiliki beberapa flume tank di Indonesia yang digunakan untuk kepentingan pengamatan tingkah laku renang ikan, keterbatasan tersebut adalah sistem pengontrol kecepatan arus yang belum baik, sebaran kecepatan arus pada  flume tank belum rata (turbulent), banyak gelembung udara yang  mengganggu pengamatan visual, durability (ketahanan) mesin pembangkit arus air belum memadai.

Rancang bangun mini  flume tank dibuat dengan tipe sirkulasi air secara vertikal. Hal ini dimaksudkan agar mini  flume tank tidak memerlukan tempat yang luas dalam penempatannya.  Dimensi utama mini  flume tank yang dibangun termasuk rangka penyangganya mempunyai ukuran (pxlxt)  245 x 50 x 125 cm, dengan kapasitas volume air ±155 liter. Pada bagian atas mini flume tank termasuk jendela pengamatan terbuat dari bahan kaca dengan ketebalan 10 mm.    Perancanganya sekaligus peneliti tingkah laku ikan, Wazir Mawardi dari Dept. FPIK IPB, mendesain dengan baik dan menghasilkan mini flume tank yang handal.  Mini flume tank ini dilengkapi dengan observation window, meja penyangga, pembangkit arus air (dinamo dan baling-baling), pengatur kecepatan rpm mesin (inverter),  air bubble eliminator,  filter,  cermin pemantul bidang tampak atas, dan  pemerata arus.

Salah satu aplikasinya, telah diterapkan pada pengamatan tingkah laku renang ikan air laut (kerapu)  dan ikan air tawar (mas) dengan hasil yang baik.  Adanya peralatan ini memudahkan para peneliti yang mendalami tingkah laku renang ikan untuk melakukan eksperimennya.  Hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang tingkah laku ikan dan menjadi dasar pertimbangan dalam penyempurnaan desain alat penangkap ikan dan metode penangkapan ikan di Indonesia.

Gambar Rancangan umum  flume tank.1)  flume tank, berikut observation window, 2) meja penyangga, 3) pembangkit arus air (dinamo dan baling-baling), 4) pengatur kecepatan rpm mesin (inverter), 5) air bubble eliminator, 6) filter, 7) cermin pemantul bidang tampak atas, dan 8) pemerata arus.

baca juga

ingin komentar

Comment