Kualifikasi Profesional vs Akademik (Bagian IV)

Prof. Dr. Ir. Harijono A. Tjokronegoro
Guru Besar Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung

Pendidikan Profesi dan Akademik
Sejauh ini kurang dikenal suatu institusi pendidikan menyelenggarakan program profesi dan menerbitkan sertifikat profesi. Yang lazim ada yaitu institusi akademik/pendidikan bekerjasama dengan asosiasi profesi. Dalam hal ini institusi pendidikan menerbitkan ijazah dan sebutan “gelar profesi” tertentu, sementara asosiasi profesi terkait menerbitkan sertifikat profesi setelah yang bersangkutan menempuh proses uji kompetensi. Umumnya uji kompetensi dilakukan oleh lembaga independen yang ditetapkan oleh asosiasi profesi. Pada dasarnya, gelar profesi yang diberikan, jika ada, umumnya tidak memiliki civil effect yang berarti dalam pekerjaan profesional. Dengan demikian, ultimate goal dari pendidikan profesi adalah sertifikat profesi dengan hak, kewenangan, kewajiban dan tanggung jawab yang melekat, yang diterbitkan oleh asosisasi profesi terkait. Pada sertifikat profesional hampir selalu disebutkan kompetensi yang dimiliki oleh yang bersangkutan serta masa berlaku dari serifikat. Sementara, ultimate goal dari institusi pendidikan adalah guna mendapatkan ijazah, yang hampir tidak tercantum padanya mengenai hak, kewenangan, kewajiban serta tanggung jawab baik pemegang ijazah maupun institusi yang menerbitkan ijazah. Juga tidak terdapat ketentuan “kadaluwarsa” pada ijazah.

Badan Akreditasi Independen dan Mutual Recognition
Demikian besar tanggung jawab pada asosiasi profesi maupun pada pemegang sertifikat profesional (anggotanya), dan dalam upaya menjaga serta mengembangkan reputasinya, adalah hampir merupakan kewajiban suatu asosiasi profesi berupaya mendapatkan pengakuan amat luas atas kemampuan serta kapasitasnya melakukan competence assessment pada anggotanya. Bahkan upaya saling melakukan assessment penting serta perlu dilakukan untuk mendapatkan saling pengakuan (mutual recognition agreement) di antara asosiasi profesi antarnegara. Tujuannya adalah agar pengakuan profesional yang diberikan oleh suatu asosiasi profesi mendapatkan pengakuan pula yang sederajat dari asosiasi sejenis yang lainnya. Untuk ini, adalah amat umum sejumlah asosiasi sejenis kemudian “bersepakat” untuk menunjuk suatu badan akreditasi independen guna melakukan assessment kinerja di antara mereka. Lebih dari itu, objektif dari assessment bersama adalah guna melindungi keamanan pengguna/pemanfaat jasa profesional dan menjauhkan resiko lainnya yang merugikan akibat kekeliruan pada pihak profesional dalam menjalankan kewenangan profesinya dimanapun mereka berpraktik. Jika ini terjadi, maka komptensi anggotanya akan mendapatkan pengakuan amat luas dari asosiasi- asosiasi yang bersepakat. Demikian pula halnya, jika dua atau lebih asosiasi profesi yang berbeda negara kemudian bersepakat untuk saling mengakui, maka hak dan kewenangan serta kewajiban anggota dari masing-masing asosiasi juga akan berlaku pula di negara asosiasi-asosiasi yang bersepakat.

baca juga

ingin komentar

Comment