Kualifikasi Profesional vs Akademik (Bagian II)

Prof. Dr. Ir. Harijono A. Tjokronegoro
Guru Besar Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung

Lebih jauh dari makna sertifkat profesional, pada umumnya berarti pula, asosiasi profesi (di pihak yang menerbitkan sertifikat kompetensi) ikut bertanggung jawab jika terdapat kerugian pada pihak pengguna maupun pemanfaat jasa yang diakibatkan oleh kelalaian anggotanya (pemegang sertifikat kompetensi) dalam menjalankan profesinya. Dengan demikian, atas konsekuensinya, asosiasi profesi memiiki pula kewajiban serta tanggung jawab guna menjaga suasana agar anggotanya selalu memiliki kemampuan menjalankan kewajibannya sesuai dengan kompetensinya, dengan benar dan aman tanpa menimbulkan kerugian di pihak lain.

Institusi pendidikan menerbitkan ijazah (suatu bentuk pengakuan kualifikasi akademik) sebagai tanda pengakuan bahwa pemegang ijazah telah menyelesaikan proses pembelajaran serta prasyarat akademik tertentu yang telah ditetapkan. Institusi pendidikan, dalam hal ini, tidak pernah memberikan jaminan kompetensi bekerja kepada lulusannya. Dalam program akademik, pada umumnya, institusi pendidikan tidak memiliki proses pengukuran kompetensi atau competence assessment untuk tujuan penjaminan kompetensi atas suatu pekerjaan tertentu oleh alumninya kelak. Dan karenanya, institusi pendidikan pada umumnya tidak bertanggung jawab jika lulusannya melakukan kesalahan dalam penggunaan pengetahuan yang telah diberikan, bahkan telah merugikan pihak lain. Lulusan (alumni) suatu institusi pendidikan tidak pula memiliki kewajiban menjalankan ilmu yang dinyatakan di dalam ijazah yang dimilikinya.

baca juga

ingin komentar

Comment