KCMI: Komite Bersama IAGI dan PERHAPI

Image preview

Dr. Chairul Nas

Ketua Komite Bersama Cadangan Mineral Indonesia (KCMI); Anggota PII

Pada tahun 2009, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) memandang perlunya dibentuk suatu Komite Bersama untuk menyusun standar pelaporan cadangan tambang Indonesia. Komite Bersama ini segera mulai bekerja dan kurang dari dua tahun kemudian menelurkan Kode KCMI (Komite Cadangan Mineral Indonesia) 2011 dan sistem dan kelembagaan CPI (Competent Person Indonesia). Tugas CPI adalah menyiapkan, sekaligus bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas laporan hasil eksplorasi, estimasi sumberdaya, dan estimasi cadangan mineral & batubara. Laporan publik ini ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima laporan serupa.

Melalui proses sosialisasi yang cukup panjang, Kode KCMI 2011 dan Sistem CPI telah berjalan dan diakui oleh Kementerian ESDM, BEI, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah CPI sekarang telah mendekati 200 orang. Pada acara Verifikasi 31 Juli – 1 Agustus 2015 yang lalu, salah seorang calon CPI menyatakan bahwa yang paling berkesan dalam Kode KCMI 2011 adalah Komite Bersama itu sendiri. Pernyataan itu patut diacungi jempol karena memang tidak mudah membentuk suatu Komite Bersama dari dua organisasi profesi yang berbeda. Sungguh amat beruntung pengurus inti pada kedua organisasi profesi IAGI dan PERHAPI ketika itu mendapatkan dukungan dari rekan-rekan seprofesi yang memiliki visi dan misi serta obsesi yang sama untuk mewujudkan Kode KCMI sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Amat menggembirakan, di antara rekan-rekan seperjuangan tersebut terdapat chemistry yang cocok sehingga kerja bersama ini menjadi lebih bersemangat dan produktif. Tak kalah pentingnya adalah dukungan dan dorongan dari kedua ketua umum organisasi profesi IAGI dan PERHAPI.

Dalam mengurus dan mengembangkan KCMI masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Beberapa pekan yang lalu Surat Keputusan Bersama IAGI-PERHAPI untuk menyusun keanggotaan serta tugas pokok dan fungsi Komite Bersama Cadangan Mineral (KCMI) telah diperbaharui hingga akhir tahun 2018. Tugas pokok dan fungsi  Komite Bersama ini adalah sebagai berikut:

  1. Membuat dan menetapkan standar verifikasi CPI yang wajib dilaksanakan.
  2. Menyelaraskan sinergi antara PERHAPI dan IAGI dalam penegakan Kode Etik, Kode KCMI dan Sistem CPI.
  3. Melaksanakan sosialisasi Kode KCMI.
  4. Mengembangkan, melakukan implementasi dan pemeliharaan Kode KCMI.
  5. Menyempurnakan dan merevisi Kode KCMI 2011.
  6. Menjaga hubungan antar lembaga dan internasional menuju RPO.
  7. Mendorong proses penyusunan kebijakan pemerintah terkait CPI dan Kode KCMI.
  8. Membangun dan menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga lain yang relevan dengan penerapan Kode KCMI.
  9. Menyusun Valmin Indonesia (Valuasi Mineral Indonesia) bekerjasama dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

Tugas dan fungsi diatas telah dibagi rata kepada seluruh anggota Komite Bersama dengan membentuk beberapa Kelompok Kerja (Pokja) sesuai dengan minat dan keahliannya masing-masing.

Selamat bertugas, semoga sukses.***

baca juga

ingin komentar

Comment