Journal Online (Feb 2016)

TEKNOLOGI PROSES PEMANCANGAN OPEN PILE METODE AKIB

Muhammad Akib
Asesor Teknik Sipil LPJKN

PENDAHULUAN
Indonesia adalah Negara Kesatuan, dimana wilayahnya terbentang berjejer beberapa pulau dari Sabang hingga Marauke, dengen berbagai macam etnis, suku dan Budaya.

Untuk menjamin tercapainya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dituntut pencapaian beberapa sector berupa kelancaran distribusi, arus perdagangan, keamanan, transfortasi dan lain sebagainya.

Seiring Program Pemerintah memperioritaskan sektor Impra-struktur baik Pelayanan Kelancaran Transfortasi darat (Sarana Mobil dan Kereta Api) berupa Pembangunan Jalan dan Jembatan, Trnsfortasi Udara berupa Pembangunan Bandara dan pada saat ini Pemerintahan dibawah Kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo bersama Kabinet Kerja memproriotaskan khususnya kebijakan Transfortasi Laut berupa Prasarana Pembagunan Tol Laut dengan memperbanyak membangun Dermaga disetiap Wilayah tingkat I dan II.

Mewujudkan, Pencapaian Pembangunan Dermaga yang baik, berkualitas dituntut kesiapan, bukan saja membutuhkan penyediaan Biaya yang cukup banyak, juga dituntut kesiapan Stack Holder diantaranya Penyedia Jasa berupa Perusahaan yang Profesional menguasai kemajuan Teknologi dan ketersediaan Tenaga Ahli, Engineers yang menangani langsung pekerjaan Pembangunan di lapangan.

Kemajuan Teknologi, dituntut ketersediaan Alat dan Bahan yang dapat menunjang Serta kemampuan para Tenaga Ahli yang kompetensi dan yang paling akhir methode Proses/ Pelaksanaan yang bermutu dan efisiensi.

Dalam uraian lebih lanjut dikemukakan suatu Methode Proses Pelaksanaan yang berupa Ilmu terapan, yang sangat diuperlukan oleh Para Engineer, Baik pada saat Tahap Perencanaan Penentuan Pemilihan Jenis Tiang Pancang pada proses Pembangunan Dermaga atau pun pada Saat Pembangunan Jembatan, khususnya pada sa’at persiapan Pemancangan Pondasi.

PENDEKATAN METODE

Dalam Pelaksanaan Pembangunan baik Gedung maupun Jembatan atau pun Pembangunan Dermaga, bila keadaan tanah keras jauh kedalam tanah sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan Podasi langsung, keadaan kasus demikian pelaksanaan pekerjaan pondasi dibutuhkan penunjang berupa Pondasi Sumuran atau Tiang Pancang untuk meneruskan beban yang ada diatasnya dengan Perhitungan Pembebanan atas dasar Tahanan Ujung ataupun Jumlah Hambatan Pelekat (JHP)

Khususnya pada proses Pemancangan Tiang Pancang, dimana dalam pelaksanaannya para Engineer mempedomani Shop Drawing yang merupakan Produk Perencanaan, dalam hal ini jenis pembebanan, berdasar pada hasil penyelidikan tanah melalui Sondir ataupun Booring yang menunjukkan kemampuan daya Dukung Tanah.

Pada Umumnya pada Tekstur Tanah Stabil, yang keras pada kedalaman tertentu, Kemampuan pembebanan berdasakan pada Tahanan ujung (point bearing) Tiang Pancang, dan pada jenis Tanah yang bertekstur Tanah Labil, tidak keras dasar perhitungan Pembebanan berdasarkan Jumlah Hambatan Pelekat pada Keliling atau Sisi luar yang terbenam kedalam tanah bagian luar Tiang Pancang.

Untuk menambah kekuatan Pondasi Tiang Pancang pada Umumnya pada bagian tengah diisi dengan Beton Mutu Sedang atau Beton bertulang

Dan menurut jenis Tiang Pancang, ada yang terbuat dari Pipa Baja dan terbuat dari Pipa Beton Bertulang (Pra-Cetak / Pra-Tegang)

Tahap dan Type Pemancangan :
– Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Runcing (tertutup) dan bila diperlukan penambahan kedalaman, pemancangan selanjutnya disambung dengan Tiang Pancang Type Terbuka (Open Pile)
– Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Terbuka (Open Pile) dan bila diperlukan penambahan kedalaman, pemancangan selanjutnya disambung dengan Tiang Pancang Type Terbuka (Open Pile)

Pemilihan Type Tiang Pancang
1. Pemancangan ini dilakukan pada Tanah yang stabil,
Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Runcing (tertutup) dan bila diperlukan penambahan kedalaman, pemancangan selanjutnya disambung dengan Tiang Pancang Type Terbuka (Open Pile)
2. Pemancangan ini dilakukan pada Tanah yang labil berstektur tanah Lembek/ gambut.
Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Runcing (tertutup) dan bila diperlukan penambahan kedalaman, pemancangan selanjutnya disambung dengan Tiang Pancang Type Terbuka (Open Pile) atau alternative lain, Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Terbuka (Open Pile) dan bila diperlukan penambahan kedalaman, pemancangan selanjutnya disambung dengan Tiang Pancang juga Type Terbuka (Open Pile)

PERMASALAHAN DAN KASUS
Permasalahan tidak terjadi bila digunakan pada Tanah yang stabil, dimana Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Runcing (tertutup) dan bila diperlukan penambahan kedalaman, pemancangan selanjutnya disambung dengan Tiang Pancang Type Terbuka (Open Pile), akan lain halnya bila digunakan pada Jenis Tanah yang Labil menggunakan alternatif Pemilihan Pemancangan awal, digunakan Tiang Pancang type Ujung Terbuka (Open Pile)

PERMASALAHAN
Dengan Pemilihan Pemancangan awal menggunakan Tiang Pancang Type ujung Terbuka, maka Segala macam jenis sampah endapan, Tanah dan lumpur ikut masuk kedalam Tiang Pancang, sehingga pada sa’at berakhirnya pemancangan perlu meluangkan waktu, Tenaga dan mengeluarkan biaya untuk melakukan mengeluarkan tanah dengan cara menggali dengan manual atau memobilisasi Pompa Penyedot guna mengeluarkan material yang tidak diinginkan didalam Tiang Pancang.

KASUS
Dapat Memberikan Peluang Kepada Penyedia Jasa, Perusahaan Nakal untuk tidak melakukan Pengangkatan/ Penyedotan Material yang ada didalam Tiang Pancang dengan mengurangi Quantitas/ Qualitas Beton Bertulang sebagai Isian Tiang Pancang, dengan tujuan mendapatkan Keuntungan yang lebih besar.

SOLUSI
Untuk menghindari Permasalahan dan Kasus tersebut diatas, yang dapat mengurangi Qualitas dan Quantitas Pekerjaan dapat ditemukan /Invention dalam bentuk spesialisasi Methode TEKNOLOGI PROSES, dan sudah melalui Uji Coba, berhasil/ Sukses, di Uji-Coba pada Proyek Perluasan Dermaga Tangga Raja Ulu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dana APBD II Tahun Anggaran 2014, dimana penemu Teknologi Poses/Terapan ini selaku Supervision Engineer pada proyek tersebut.

Perlu dijelaskan bahwa Proses Uji-Coba yang dilakukan oleh Penulis juga Selaku Supervision Engineer, tidak berdampak negative baik terhadap konstruksi maupun pertambahan biaya, seandainya Uji- Coba ini tidak berhasil.

Selanjutnya Pemancangan Methode Akib Spesialisasi Tenologi Proses dapat diuraikan lebih lanjut dalam Makalah ini.

METHODE TEKNOLOGI PROSES
Dasar Hukum Fisika :
Botol Kosong yang dicelup terbalik mendapat perlawanan tekanan udara yang ada dalam Botol, sehingga air tidak bisa masuk kedalam botol.

Demikian juga dapat dilaksanakan pada proses pelaksanaan pemancangan Tiang Pancang yang berupa Pipa, dengan menggunakan Pendekatan Hukum Fisika, dimasudkan agar Material berupa Sampah, lumpur dan Tanah tidak ikut masuk kedalam Pipa Tiang Pancang pada sa’at Pelaksanaan Pemancangan.

Formulasi : Udara yang ada didalam Tiang Pancang harus Terkurung.
Tahapan Pelaksanaan :
1. Persiapkan lapisan berupa Lapisan* (Karet-Keras atau Papan dari Kayu kapuk) dibuat bulat/ bundar, yang dipasang pada Topi Hummer, ukuran mengikuti Ukuran bagian dalam Topi Hummer yang berfungsi selain Menutup ujung Pipa Tiang Pancang Bagian atas juga sebagai pelindung Ujung Tiang Pancang agar tidak RUSAK (macam kerusakan tergantung macam tiang pancang), yang berupa pecah, retak, akibat Benturan Hummer
* Spesifikasi dan Klasifikasi Lapisan tergantung jenis bahan Tiang
Pancang (lebih lanjut dapat diproduksi)

2. Pastikan Bahwa Topi Hummer beserta lapisan Penutup terletak merata diatas Ujung Tiang Pancang atau tidak miring, dengan maksud Pada saat BERTEPATAN Pemukulan dengan Hummer, diharapkan terjadi Pemukulan merata pada sisi bibir tepi atas Ujung Tiang Pancang sehingga tidak terjadi kerusakan atau retak dan dipastikan udara tidak keluar

3. Posisi Unit Alat Pemancang/ Hummer tegak lurus sejajar Sumbu Pipa Tiang Pancang

4. Bila diperlukan Joint Conection/ Penyambungan Tiang Pancang, Pastikan Sambungan kuat, tidak bocor dengan mengelas keliling Tiang Pancang Sambungan, dengan Pengelasan Listrik, menggunakan bahan las Welding Electrodes – RD 260 (AWS A5.1 E6013;JIS Z 3211 D4313) – Biro Klasifikasi Indonesia

Hasil Pelaksanaan Pemancangan Methode ini dapat diketahui keberhasilannya dengan langkah sebagai berikut :
1. Siapkan Pita Ukur, kemudian
2. Ujung Pita Ukur diberi Pemberat, kemudian Pita Ukur masukkan kedalam Tiang Pancang, mengukur sesuai Kedalaman Tiang Pancang
3. Dengan mendapatkan Ukuran Kedalaman Tiang Pancang sesuai yang direncanakan, berarti Pita Ukur tidak mengalami hambatan dalam penurunanya dengan kata lain didalam Tiang Pancang tidak ditemukan Material Tekstur tanah yang tidak dikehendaki.

Kesimpulan :

METHODA LAMA METHODE BARU/ CLAIM INVENTION
Tiang Pancang Ujung Runcing Tiang Pancang Ujung Terbuka
Pemancangan dengan ujung Tebuka, dapat material Tekstur tanah masuk kedalam Tiang Pancang, Untuk mengeluarkan material tersebut membutuhkan tambahan biaya dan Waktu, Beton Bertulang Isian Tiang Pancang Quantitas dan Qualitas tidak terjamin Pemancangan dengan ujung Tebuka, Tidak dapat material Tekstur tanah masuk kedalam Tiang Pancang, lebih menghemat Biaya dan waktu, serta Beton Bertulang Isian Tiang Pancang Quantitas dan Qualitas terjamin.

 

baca juga

ingin komentar

Comment