INSINYUR INDONESIA : Karya Lokal, Mutu Global

Aries R Prima – Engineer Weekly

Banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa karya teknologi anak negeri telah mendapatkan pengakuan internasional dan telah diadopsi di banyak negara. Para insinyur innovator ini merumuskan konsep dan teori dari hasil pengalaman kerja dan penelitiannya yang kemudian direalisasikan dalam produk-produk teknologi yang unggul. Berikut adalah beberapa karya teknologi dari sekian banyak karya asli bangsa Indonesia.

Pondasi Cakar Ayam

Ketika mendengar nama Sedyatmo, orang Jakarta dan sekitarnya mungkin akan langsung teringat jalan tol dalam kota menuju bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang. Tidak ada yang salah dengan itu. Memang nama itu diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, seorang insinyur yang menciptakan teknologi pondasi “Cakar Ayam”, yang memungkinkan pemasangan pondasi yang kokoh di atas tanah yang labil, yang sudah banyak digunakan di seluruh dunia.

Ketika bertugas di PLN, ia ditugaskan untuk membangun menara listrik bertegangan tinggi di daerah rawa-rawa di Yogyakarta. Persoalannya struktur tanah di rawa-rawa ini lembek dan labil. Setelah melakukan berbagai pengamatan dan penelitian di lapangan ia pun menggagas untuk mendirikan menara di atas pondasi pelat beton dengn ditopang oleh pipa-pipa beton di bawahnya.

Pipa dan pelat beton ini menjadi satu dan mencengram tanah lembek dengan kuat yang kemudian menjadi dasar menara yang kokoh. Teknologi ini terbukti berhasil dan kemudian banyak diterapkan pada proyek-proyek pembangunan di Indonesia dan dunia, di antaranya adalah pembangunan lintasan pacu bandara Soetta.

Metode Sosrobahu

Metode ini pertama kali digunakan dalam pembangunan jalan laying yang membentang dari Cawang hingga Tanjung Priok di Jakarta.

Pembangunan ini sudah pasti akan menimbulkan gangguan pada kelancaran lalu lintas di daerah yang terkena pembangunan tersebut, karena “lengan’ dari tiang dengan bentuk huruf “T” tersebut akan melintang di atas badan jalan umum.

Ir. Tjokorda R. Sukawati kemudian menciptakan sebuah metode yang memungkinkan lengan tiang tersebut bisa sejajar jalan ketika pembangunan. Kemudian setelah tiang didirikan, barulah lengan ini diputar 90 derajat, hingga melintang dan siap digunakan. Ia menggunakan teknologi hidrolik sehingga lengan beton seberat 180 ton dapat diputar dengan mudah. Teknologi yang diberi nama Sosrobahu oleh Presiden Suharto ini mendapat banyak pujian dunia dan digunakan untuk membangun jalan di luar negeri, termasuk jembatan Seatle di Amerika Serikat.

Sistem Telekomunikasi 4G Berbasis OFDM

Tidak ada yang menyangka bahwa teknologi jaringan 4G ini diciptakan oleh insinyur Indonesia. Ia adalah Khoirul Anam, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Nara Institute of Science and Technology di Jepang.

Guru besar kelahiran 1978 ini berhasil menemukan metode komunikasi yang lebih cepat dengan penggunaan energi yang lebih kecil dengan peningkatan kecepatan pengiriman data yang signifikan. Penerapan metode ini mampu mengatasi masalah komunikasi di kota besar yang memiliki banyak gedung tinggi, maupun di daerah pegunungan atau berbukit. Di daerah seperti ini, gelombang yang ditransmisikan mengalamu pantulan dan “delay” lebih lama.

Karyanya ini mendapatkan penghargaan konferensi teknologi yang diadakan oleh IEEE di Taiwan pada 2010. Teknologi yang telah ia patenkan ini pun segera diterapkan di banyak Negara di dunia.***

baca juga

ingin komentar

Comment