Teknologi Harus Berguna Meminimalkan Dampak Bencana
Manado. 07.12.2009 – Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Airlangga Hartarto mengatakan, teknologi harus lebih dikembangkan untuk meminimalisasi dampak bencana. Terlebih, Indonesia terletak di jalur gunung api dunia, dan di lempeng-lempeng aktif dunia.
“Jadi teknologi, tak hanya untuk menumbuhkan perekonomian dengan lebih berkualitas, tapi juga untuk menjaga apa yang kita bangun,” kata Airlangga, Senin (7/12) dalam Kongres XVIII PII di Manado.
“Di Sulawesi Utara, setiap hari ada gempa sekitar 1-2 skala Richter, tetapi tetap perlu diantisipasi karena berpotensi munculnya gempa dengan skala yang lebih besar. Sehingga, diharapkan adanya inovasi teknologi misalnya dalam bidang konstruksi,” kata Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang.
Dikatakan, “Harus segera disosialisasikan temuan-temuan seperti bangunan tahan gempa. Ini dalam upaya menjaga pembangunan di berbagai bidang, terutama pembangunan infrastruktur”. [kompas.com]
Sebagaimana diketahui bahwa pada saat ini berkembang 4 (empat) istilah rekayasa, yaitu rekayasa teknik, rekayasa finansial, rekayasa kebijakan, dan rekayasa politik.


