Aburizal Terima AFEO Award

December 5, 2009 by Engineer  
Filed under Berita PII

aburizalPada Rabu 2 Desember 2009, area Ballroom 2 di Suntec International Convention di Singapura diramaikan ratusan insinyur dari negara ASEAN.

Dalam acara tersebut, Aburizal Bakrie yang juga Dewan Penasihat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dianugerahi penghargaan Distinguished Honorary Fellow dari Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO), federasi organisasi Insinyur se-Asean.

Pemberian penghargaan itu diberikan bersamaan dengan diselenggarakannya konferensi Asosiasi Insinyur se-Asean (CAFEO), di Singapura, yang berakhir pada malam itu.

Ketua PII, Airlangga Hartarto di lokasi acara menjelaskan, penghargaan diberikan karena selama ini Aburizal banyak memberikan kontribusi teknologi yang besar kepada masyarakat luas. Aburizal melalui perusahaannya, menerapkan teknologi tepat guna bagi kepentingan rakyat.

“Salah satunya adalah mini hidro,” kata Airlangga.

Dia mengatakan, tak sembarangan orang bisa menerima penghargaan itu. Sebab, mekanisme pemberian penghargaan sangat ketat. Yakni harus diusulkan oleh beberapa negara, baru setelah itu disetujui oleh 10 negara anggota AFEO.

Kata dia, Aburizal Bakrie adalah orang ketiga dari Indonesia yang memperoleh penghargaan tersebut. Penerima sebelumnya adalah mantan Presiden BJ Habibie dan Purnomo Yusgiantoro, saat ini menjabat Menteri Pertahanan.

Tokoh lain adalah  mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad dan mantan Presiden Filipina, Fidel Ramos.

Usai menerima penghargaan, Aburizal mengaku bahagia dalam menerima penghargaan ini. Namun, dia terus terangmengaku kurang begitu mengetahui, apa latar belakang dia menerima penghargaan tersebut, apakah karena achievment yang dilakukannya selama ini atau pertimbangan lain.

Kendati demikian, dia berpendapat, seharusnya teknologi bisa sangat berperan dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. “Sebab peran teknologi sangat penting, untuk menyejahterakan rakyat,” katanya.

Dia juga menilai universitas di Indonesia dan negara ASEAN lainnya, sudah cukup mampu untuk bersaing di pasar dunia. Terlebih di Indonesia, dia mencontohkan seperti ITB atau IPB yang sudah bisa menghasilkan lulusan yang kompetitif dengan lulusan negara lainnya.

Maka tak salah, jika universitas tersebut membuka cabang kampusnya di provinsi lain, ataupun di negara lainnya.

Saat pemberian penghargaan, hadir pula putra bungsu Aburizal Bakrie Anindra Ardiansyah Bakrie atau yang lebih dikenal dengan Ardi Bakrie yang datang bersama tunangannya, artis Nia Ramadhani. Putri kedua Ical, Anindhita Anestya Bakrie juga ikut hadir dalam acara penghargaan yang dibalut dengan acara makan malam.

Selain Aburizal, insinyur yang menerima penghargaan lainnya adalah Ilham Akbar Habibie, putra mantan Presiden BJ Habibie.  [vivanews.com]