Program Studi Teknik Kelautan Audiensi dengan Wapress Jusuf Kalla

November 20, 2008 by Engineer  
Filed under Berita PII

Indonesia adalah negara maritim terluas di dunia, dengan luas lautan sebesar kurang lebih 5,8 juta km persegi. Kawasan laut yang luas ini menyimpan banyak potensi energi dan sumber daya laut, yang akan memberikan manfaat yang sangat luas bagi negeri ini jika dikelola secara optimal.

Dalam usaha eksploitasi sumber daya laut ini, peranan infrastruktur penunjang sangatlah penting. Perencanaan infrastruktur laut seperti pelabuhan, pelindung pantai, anjungan lepas pantai, dermaga, dll memerlukan pemahaman tentang lingkungan laut (pasang surut, gelombang, arus, angin dan sedimen) dan dampak gaya-gaya laut tersebut terhadap struktur. Selain itu pengelolaan lingkungan laut akibat keberadaan infrastruktur atau proses eksploitasi, juga merupakan hal yang sangat penting agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Prof. Hang Tuah memberikan penjelasan tentang T. Kelautan kepada Wapres

Prof. Hang Tuah memberikan penjelasan tentang T. Kelautan kepada Wapres


Untuk menjawab kebutuhan ini, diperlukan tenaga-tenaga ahli di bidang teknik kelautan. Tenaga ahli teknik kelautan dari dalam negeri salah satunya dihasilkan dari program studi (prodi) teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung.

“Pembangunan bidang kelautan, misalnya pelabuhan, di Indonesia, sebaiknya didanai oleh kita, direncanakan oleh kita dan dikerjakan oleh kita”
demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara audiensi yang dilakukan oleh prodi T. Kelautan, pada hari Jumat 14 November 2008 di Istana Wakil Presiden Jakarta.
“Dan yang terpenting adalah memaksimalkan kemampuan kita secara nyata”.

Mengomentari Prof. Hang Tuah yang menyebutkan saat ini banyak engineer yang bekerja di kantor daripada terjun langsung ke lapangan, Wakil Presiden menyarankan agar engineer harus lebih banyak terjun ke lapangan dan memeriksa langsung hasil perencanaan, “Jangan sampai karena ruang kantor terlalu baik, sehingga engineer jadi malas terjun ke lapangan”

Audiensi dengan Wakil Presiden ini dilakukan oleh Prodi T. Kelautan ITB dalam rangka memperkenalkan T. Kelautan ITB dan kegiatan Indonesia Ocean Expo 2008. Tim dari T. Kelautan diketuai oleh Prof. Hang Tuah, terdiri atas perwakilan staf pengajar, alumni dan mahasiswa, yaitu Dr. Muslim Muin, Dr. Ricky L. Tawekal, Dr. Irsan Soemantri Brodjonegoro, Dr. Nita Yuanita, Andri Gunari M.Sc, Tunggul Bhirawa dan Agam Nanda.

IOE 2008 ini merupakan penyelenggaraan ke-4, adalah acara 2 tahunan prodi T. Kelautan sejak tahun 2000. Bertujuan sebagai ajang bertukar informasi antara pelaku industri, akademisi dan mahasiswa. Dalam event yang akan dilaksanakan tanggal 27-29 November 2008 di Kampus ITB ini akan diadakan kegiatan Industrial Expo (pameran industri), Seminar bertemakan “Latest Technology on Ocean Engineering for Industry”, talkshow tentang enterpreneurship di bidang T. Kelautan dan malam alumni. Rangkaian kegiatan ini akan dibuka tanggal 27 November 2008 dengan sebuah pagelaran kesenian bernuansakan kesenian Sulawesi Selatan, yang di Indonesia dikenal sebagai suku bangsa pelaut.

Penyerahan Kenang-kenangan dr Prof. Hang Tuah

Penyerahan Kenang-kenangan dr Prof. Hang Tuah


Menanggapi pelaksanaan IOE 2008 acara ini, Wapres menyarankan agar pameran dikelola dengan baik “Jangan menampilkan materi yang itu itu saja, harus ada peningkatan”. Pameran Industri akan diadakan 2 hari (27-28 November 2008) diikuti oleh sedikitnya 15 perusahaan yang terkait dengan bidang kelautan, diantaranya PT. Freeport Indonesia, PT. Dwisatu Mustika Bumi, PT. Enerkon, PT. Tripatra Engineering, PT. Biru, PT. LAPI ITB, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, dan lain-lain.

Tentang Teknik Kelautan ITB
T. Kelautan ITB mulai menerima mahasiswa sejak tahun 1994, didirikan sebagai tanggung jawab ITB untuk memenuhi kebutuhan akan sarjana T. Kelautan. Jumlah mahasiswa yang diterima pada awal pendirian adalah 30 orang per tahun, namun sejak tahun 2005 meningkat menjadi 60 orang per tahun dan sampai saat ini telah menghasilkan 291 sarjana teknik kelautan.

Informasi lebih lanjut tentang IOE 2008 dapat membuka website www.oceanexpo.net , sedang informasi tentang T. Kelautan dapat dilihat di www.ocean.itb.ac.id atau dapat menghubungi Nita Yuanita di nomor telp 022-2509117 ext 124.

Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Jalan

November 17, 2008 by Engineer  
Filed under Green Engineering

PII. 17.11.2008. Pelaksanaan pembangunan selalu memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, pembangunan bertujuan memberikan kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi manusia. Namun di sisi lain pembangunan telah menyebabkan merosotnya kualitas hidup manusia itu sendiri.

Maka lahirlah kesadaran manusia akan konsep pembangunan berkelanjutan. Yakni pola pengelolaan sumberdaya alam yang dilaksanakan dengan sekaligus melestarikan lingkungan. Sehingga kebutuhan manusia tidak hanya terpenuhi saat ini namun juga di masa yang akan datang.

Indonesia memberlakukan konsep pembangunan berkelanjutan melalui Undang-Undang Nomer 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kemudian disempurnakan lagi dengan Undang-Undang No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dengan ditetapkannya perundangan tentang lingkungan hidup maka seluruh pelaksanaan pembangunan nasional di Indonesia haruslah menerapkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Pembangunan system transportasi, misalnya, harus dilaksanakan melalui proses evaluasi kelayakan lingkungan, social,dan ekonomi.

Masyarakat dunia kini menyadari terjadinya perubahan iklim akibat pemanasan global. Hal ini mendorong para pemimpin dunia untuk menjadikan pelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu pertimbangan utama dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan.

191 negara tergabung dalam Forum United Nation Framework Convention in Climate Change pada 1992. mencari solusi untuk mengurangi pemanasan global dan mengantisipasi kenaikan suhu. Aturan main dalam rangka mengantisipasi pemanasan global kemudian disusun dan disepakati bersama.

Protocol Kyoto menetapkan target pengurangan emisi yang dituding sebagai biang keladi efek rumah kaca. Lebih dari 130 negara setuju agar protocol Kyoto mengikat negara pesertanya secara hukum.

Indonesia adalah salah-satu negara yang meratifkasi perjanjian ini. Sebagai bagian dari komunitas global, Indonesia berperan serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Pembangunan berwawasan lingkungan telah diterapkan dalam elemen pembangunan infrastruktur. Termasuk melakukan seleksi dan evaluasi rencana alternative, pengembangan, serta pemanfaatan teknoloi ramah lingkungan.

Seraya mempertimbangkan dampak negatif pembangunan intrastruktur, pertumbuhan ekonomi nasional memerlukan kebijakan yang tepat dalam peningkatan efektivitas kinerja jaringan jalan lintas. Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum telah menetapkan prioritas penanganan yang memberikan leverage paling besar terhadap perbaikan kinerja jaringan jalan lintas.

Prioritas penanganan utama difokuskan kepada koridor ekonomi penting jalan lintas di Indonesia. Jalan lintas merupakan gabungan beberapa ruas jalan arteri yang menerus dan menghubungkan antar pintu gerbang utama melalui pusat-pusat kegiatan dalam suatu pulau. Disamping penanganan jalan lintas, dilaksanakan juga peningkatan akses menuju pusat-pusat produksi dan simpul-simpul distribusi seperti kawasan industri, terminal peti-kemas, dryport, pelabuhan laut dan bandara.

Terpisah dari lalu-lintas lokal, jaringan jalan lintas di perkotaan ditambahi jalan lingkar dan radial demi melancarkan lalu-lintas angkutan distribusi pada pusat-pusat kegiatan utama yang menerus. Kelancaran arus lalu-lintas memacu produktivitas secara signifkan dan mengurangi pencemaran udara akibat emisi di lokasi kemacetan.

Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim didukung inovasi dengan prinsip reduce-reuse-recycle-reproduce dari material yang selama ini bisa digunakan, selain ramah lingkungan. Adaptasi pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang memenuhi standar geometric agar hemat energi dan berwawasan lingkungan.

Upaya mengurangi kemacetan lalu-lintas, karena berdampak pada perubahan iklim, dilakukan melalui pelebaran jalan, fyover, dan pembangunan jalan baru setelah melakukan study lingkungan.

Pertimbangan lingkungan dalam pembangunan jalan memuat kegiatan-kegiatan, antara lain:
• kajian lingkungan strategis dalam perumusan rencana
• penetapan alingnment jalan yang layak teknis, ekonomi,dan lingkungan
• penyusunan dokumen handal sampai implementasi
• pelaksanaan kontruksi yang ramah lingkungan
• evaluasi kinerja jalan dan upaya perbaikan berkesinambungan

Pelaksanaan perbaikan jalan, misalnya, dapat dilakukan dengan memanfaatkan aspal daur ulang. Sedangkan penguatan tebing dilakukan dengan menanam rumput vetifer. Perlindungan jalan dari genangan banjir dilakukan dengan membangun drainase dengan benar dan penghijauan agar air dapat langsung diresap oleh tanah.

Menindaklanjuti kesepakatan Menteri PU dan Menteri kehutanan pad 8 november 2006, Jasa Marga selaku operator jalan tol menanam 20.000 pohon pada lahan kosong sisi ruas tol Cipularang. Sedangkan penanaman pohon di sepanjang sisi jalan Tohpati-Kusamba yang merupakan akses baru menuju pelabuhan padang Boy, Provisi Bali, dilakukan sejak jalan itu dibangun.

Disarikan dari presentasi Dr.Ir.A. Hermanto Dardak, Msc (Ketua BK Sipil PII) berjudul “Kebijakan Pembangunan Infrastrutur Transportasin Jalan”

Galeri Foto Konvensi Nasional Insinyur Mesin

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Galeri Foto

Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII

Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII

Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII

Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII

Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII

Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII Konvensi BK Mesin PII

Mendaftar Jadi Anggota PII dan Sertifikasi IP

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Keanggotaan

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membuka kesempatan bagi para profesional untuk bergabung menjadi anggota PII dan bagi yang sudah berpengalaman lebih dari 3 tahun di bidang jasa konstruksi untuk mendapatkan SIP (Sertifikat Insinyur Profesional) & SKA (Sertifikasi Keahlian), melalui Kursus Pembinaan Profesi dan Pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP)

Materi Kursus
- Leadership / Human Communication
- Etika Profesi
- Manajemen Proyek & Manajemen Konstruksi
- Keselamatan, Kesehatan, Ketenagakerjaan
- Sistem Manajemen Mutu
- Engineering Procuremenet Construction
- Manajemen Sistem Informasi
- Cost Planning
- Workshop Pengisisan FAIP

Persyaratan
a. Keanggotaan
- Sarjana (S1) Teknik & Pertanian
- Mengisi Formulir Keanggotaan
- Menyerahkan fotocopy ijazah S1 1 lb
- Menyerakan fotocopy KTP 1 lb
- Menyerahkan pasfoto (3×4) 2 lb

Sertiikasi IP & SKA
- Fotocopy Ijazah S1 1 lb
- Menyerahkan CV
- Pasfoto (3×4) 2 lb

Biaya Registrasi
a. Keanggotaan
- Uang Pendaftaran : Rp. 75.000,-
- Iuran Tahunan : Rp. 200.000,-
- Kursus (KPPIJK) : Rp. 750.000,-
Total biaya : Rp. 1.025.000,-

b. Sertifikasi IP dan SKA
- Biaya SIP : Rp. 900.000,-
- Biaya SKA : Rp. 175.000,-
Total biaya : Rp. 1.075.000,-

Informasi lebih lanjut

Biro Keanggotaan PII
Telepon 021-8352180 / 021-8352181
Faximile 021-83700663 / 021-8293312
Email : membership_pii@yahoo.com

Training Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Kursus & Training

Forum Anggota Muda (FAMPII) PII telah menyelenggarakan Training Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 pada hari Sabtu, 15 November 2008, di kantor pusat PII, Jl. Halimun no. 39 Jakarta. Materi training ini ditujukan untuk kalangan mahasiswa sebagai fase pengenalan dan interpretasi dasar atas ISO 9001:2000.

Acara ini diikuti sekitar 60 peserta Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Acara dimulai pk. 09.00 wib dan dibuka oleh Ketua FAM PII, Ir. Ahmad Tahir Rahim, MT dan langsung dilanjutkan dengan materi training pengenalan dan interpretasi ISO 9001:2000 oleh Ir. Yuwono D. Sucipto, MM.

ISO 9001:2000 merupakan Quality Management Systems yang ditujukan untuk perusahaan manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.

ISO mencatat perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000. Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan.

Acara diakhiri dengan foto bersama antara peserta, trainer, dan panitia – dan ditutup oleh Ketua FAM PII.

Kursus Pembinaan Profesi Insinyur Jasa Konstruksi

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Kursus & Training

PII telah menggelar Kursus Pembinaan Profesi Insinyur Jasa Konstruksi pada tanggal 28, 29, dan 30 Oktober 2008, di Kantor Pusat PII, Jl. Halimun 39, Jakarta 12980.

PII secara rutin tiap bulan membuka kesempatan bagi para profesional untuk bergabung menjadi anggota PII dan bagi yang sudah berpengalaman lebih dari 3 tahun di bidang jasa konstruksi untuk mendapatkan SIP (Sertifikat Insinyur Profesional) & SKA (Sertifikasi Keahlian), melalui Kursus Pembinaan Profesi dan Pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP)

Kursus KPPIJK memuat materi diantaranya :
- Leadership / Human Communication
- Etika Profesi
- Manajemen Proyek & Manajemen Konstruksi
- Keselamatan, Kesehatan, Ketenagakerjaan
- Sistem Manajemen Mutu
- Engineering Procuremenet Construction
- Manajemen Sistem Informasi
- Cost Planning
- Workshop Pengisisan FAIP

Persyaratan :
a. Keanggotaan
- Sarjana (S1) Teknik & Pertanian
- Mengisi Formulir Keanggotaan
- Menyerahkan fotocopy ijazah S1 1 lb
- Menyerakan fotocopy KTP 1 lb
- Menyerahkan pasfoto (3×4) 2 lb

Sertiikasi IP & SKA
- Fotocopy Ijazah S1 1 lb
- Menyerahkan CV
- Pasfoto (3×4) 2 lb

Biaya Registrasi :
a. Keanggotaan
- Uang Pendaftaran : Rp. 75.000,-
- Iuran Tahunan : Rp. 200.000,-
- Kursus (KPPIJK) : Rp. 750.000,-
Total biaya : Rp. 1.025.000,-

b. Sertifikasi IP dan SKA
- Biaya SIP : Rp. 900.000,-
- Biaya SKA : Rp. 175.000,-
Total biaya : Rp. 1.075.000,-

Informasi lebih lanjut silakan hubungi :
Biro Keanggotaan PII
Telepon 021-8352180 / 021-8352181
Faximile 021-83700663 / 021-8293312
Email : membership_pii@yahoo.com

Meninjau Proyek Jembatan Bentang Panjang

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Berita PII

PII. 24.10.2008. BK Sipil PII menyelenggarakan halal bi halal di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, 24 Oktober 2008. Acara halal bi halal disusul dengan diskusi profesi tetang jembatan bentang panjang dan “progress report” pembangunan jembatan Suramadu.

Acara yang cukup mengesankan ini dibuka, dipandu, (dan ditutup doa) oleh ketua panitia, Ir. Bambang Prihatmono. Sesi pengantar disampaikan Ketua BK Sipil Ir. Hermanto Dardak. “Indonesia mempunyai 17.000 jembatan pada jalan nasional. Saat ini banyak dari jembatan itu yang mulai retak-retak di sana-sini. Dan diskusi BK Sipil hari ini diharapkan dapat membantu menemukan beberapa solusi,”demikian Ketua BKS.

Paparan tentang Suramadu disampaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, ir. A.G. Ismail, M.Sc. Dan paparan “Aspek Teknis Dan Perencanaan Jembatan Benteng Panjang Jembatan Selat Sunda” oleh Dr.Ir. Jodi Firmansjah. Sesi tanya jawab dipandu oleh Ir. Sibarani selaku moderator.

Ir. A.G. Ismail a.l. memaparkan, jembatan Suramadu mempunyai panjangtotal 5,438 km, plus jalan pendekat sepanjang 15,85 km. jembatan dua arah yang menyediakan masing-masing dua jalur mobil, satu jalur motor, plus jalur darurat ini diperkirakan selesai pada awal April 2009. hingga Oktober ’08 progres pembangunan jembatan 87,22 %.

Secara technical study, diperoleh data primer a.l. bahwa arus air di Selat Madura mengikuti As nya. Pengaruh terhadap arus pasang hanya terjadi pada daerah sejauh 5 km dari jembatan. Pengaruhnya terhadap kecepatan arus kurang dari 1%. Perubahan kecepatan arus terbesar terjadi di dua pilon utama, dengan nilai kurang dari 2% dan perubahan arahnya kurang dari 1%. Pengaruh terhadap elevasi pasang dapat diabaikan. Dan local scouring pada pylon utama diperkirakan mencapai 11,5 m.

Technical study mencakup Standard Penetration Test (SPT), Vane Shear Test (VST) Dynamic Penetration Test (DPT), dan Wave Propagation Test (WPT).

Dalam pengerjaannya, pengukuran pemancangan pekerja pondasi memakai dengan diameter besar yang berada pada lingkungan laut, menggunakan Total Station pada landasan lantai kerja berupa Piling Barge yang dilengkapi dengan peralatan Receiver GPS (Global Positioning Sytem). Antikorosi tiang pacang causeway jembatan Suramadu digunakan sebagai upaya agar umur jembatan bisa mencapai 100 tahun.

Dr.Ir. Jodi Firmansjah dalam paparannya menyampaikan, jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera akan menjadi salah satu penyebrangan utama di Indonesia yang sangat potensial dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.

Pembangunan sarana penghubung ini akan menyatukan pusat-pusat kegiatan di Jawa dan Sumatera dan karenanya akan meningkatkan aktivitas ekonomi nasional dan sekaligus mengurangi kesenjangan yang ada pada saat ini.

Perkembangan teknologi jembatan panjang jembatan gantung (suspension bridge), bentang utama maksimum yang bisa dicapai oleh jembatan gantung adalah 3300 m. sedangkan jembatan kabel cancang (cable-stayed bridge), bentang utama maksimum yang bisa dicapai oleh jembatan cancang adalah 1600 m.

Galeri Foto Konvensi Nasional Hemat Energi

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Galeri Foto

Konvensi Energi Konvensi Energi Konvensi Energi

Konvensi Energi Konvensi Energi Konvensi Energi

Konvensi Energi Konvensi Energi Konvensi Energi

Konvensi Energi Konvensi Energi

30 Penyakit Muncul Akibat Pemanasan Global

November 15, 2008 by Engineer  
Filed under Green Engineering

Antara. 14 November 2008. Berdasarkan Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) sepanjang tahun 1976-2008, sebanyak 30 penyakit baru muncul akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup, Amanda Katil Niode di sela-sela penganugerahan Raksaniyata 2008 di Jakarta, Jumat mengatakan, munculnya penyakit ini karena temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat.

“Yang paling jelas kelihatan penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan,” katanya.

Menurut dia, masalah kesehatan akibat pemanasan global memang sangat dirasakan parahnya oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin, karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.

Untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan manusia itu, tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing negara.

Upaya itu baru akan berhasil jika dilakukan melalui kerjasama global, seperti misalnya meningkatkan pengawasan dan pengendalian penyakit-penyakit infeksi, memastikan penggunaan air tanah yang kian surut, dan mengkoordinasikan tindakan kesehatan darurat.

“Itu semua penting dilakukan, karena perubahan iklim jelas-jelas akibat dari kegiatan manusia yang tak peduli terhadap keseimbangan alam, yang kemudian berimplikasi serius terhadap kesehatan publik,” ujarnya.

Selain menyebabkan gangguan kesehatan, perubahan iklim juga mengakibatkan berbagai bencana alam yang sangat besar. Sepanjang tahun 2006 telah terjadi 390 bencana besar di dunia yang banyak menelan korban.

“Amerika Serikat paling banyak terjadi bencana dibanding negara-negara lain, tetapi untuk jumlah korban paling banyak saat tsunami terjadi di Aceh pada 2004 lalu,” jelasnya.

Di Indonesia sendiri, kata dia, bencana alam banyak terjadi akibat kesadaran masyarakat yang lemah, seperti pembalakan liar, kebakaran hutan, dan pembuangan karbon dioksida (CO2). Agar bencana alam dapat diminimalisir diperlukan sinkronisasi antara pemerintah, dunia usaha dan individu.

Ir. Airlangga melantik Pengurus BK Mesin 2008-2011

November 14, 2008 by Engineer  
Filed under Berita PII

Untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dan pengurus, BKM-PII menyelenggarakan Halal Bil Halal Anggota BKM dan Asosiasi Mitra. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Dua Restoran, Jakarta pada Rabu 15 Oktober 2008. Acara semacam ini secara rutin setiap tahunnya diselenggarakan yang juga diisi dengan paparan dan talk show berupa Best Practice Exchange, diskusi, dan saling bertukar pengalaman profesi.

Acara silahturahmi dihadiri lebih kurang 50 peserta yang terdiri dari dari anggota-anggota senior, dan anggota muda BKM disamping calon Pengurus Pusat BKM-PII masa bakti 2008-2011 yang dilantik pada acara Halal Bil Halal ini oleh Ketua Umum PII.

Serangkaian acara yang dilangsungkan didahului dengan presentasi gagasan pembentukan badan usaha untuk usaha anggota dilingkungan BKM yang disampaikan oleh Ir. Hari Yuwono, MSc yang diberi judul; “BKM Capital Sources of Capital For Entrepreneurs”. Dalam paparannya dijelaskan secara singkat mulai dari “BKM Capital Missions, Equity Financing, The Venture Capital Market, dan Criteria for Evaluating New-Venture Proposals, dan lain sebagainya. Diharapkan gagasan ini akan mendapat respon positif dari anggota BKM, sehingga dapat segera dibahas lebih serius lagi dan dapat segera diwujudkan.

Pada kesempatan itu juga diselenggarakan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Pusat BKM-PII masa bakti 2008-2011 oleh Ketua Umum PII, Ir. Airlangga Hartarto, MMT, MBA yang ditandai dengan penandatanganan Naskah Pengukuhan dan Berita Acara Pelantikan PP BKM-PII 2008-2011. Berita acara pengukuhan juga ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum BKM-PII Ir. Hertriono Kartowisastro, IPM, yang mewakili Ketua Umum BKM, Dr. Ir. Budhi M. Suyitno, IPM yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya Ketua Umum PII menyampaikan kondisi perekonomian nasional saat ini yang sudah merasakan imbas dari krisis global. Menurut penilaian beliau kondisi ekonomi nasional saat ini sebenarnya sudah masuk dalam katagori kritis. Ditengah krisis global ini Ketua Umum PII menaruh harapan kepada Insinyur Mesin khususnya BKM-PII untuk ikut aktif berperan mendorong perkembangan ekonomi nasional khususnya ikut aktif mendorong perkembangan teknologi bidang mesin melalui karya-karya nyata para insinyur mesin.

Selain pelantikan PP BKM-PII 2008-2011 juga ditampilkan 3 pembicara dalam talk show yang merupakan kisah sukses story Insinyur Mesin yang diselingi dengan hiburan musik siang berupa organ tunggal. Tak lupa juga sesepuh BKM Prof. Nakoela Soenarta, IPU tampil membawakan beberapa lagu kesukaan beliau yang mendapat sambutan hangat peserta Halal Bil Halal. (Yesso).