Highly rotated along the longitudinal axis of the tea leaves. The leaves are spirally swirled long form palochek.VANNOChKI nail formulations Dosage and administrationimprove tablet with essential oils or a mixture of oils to promote healing and condition of the skin and destroy harmful microbes. Packages are divided into hot and holodnye.Upotreblenie or raw vegetables and fresh plant natural fruits help health or restoring to strengthen the body and energetic to clean. Juices - definitely useful power. If buy rxforfamily olanzapine no prescription you make some preliminary observations that help start with natural juices and fresh fruit road rehabilitation and treatment. 3. Put butter on a piece of filter paper and inhale deeply OIL ego.BEREZOVOE - through the kidneys and birch leaves. Kidneys are rich in essential oils, resins, nicotinic acid and ascorbic acid, flavonoids, saponins, carotene giperozid and tannins. The oil was caratterizzata by antiseptic properties. It is used as cholagogue and diuretic disinfectant sredstva.Bornilatsetat - component content chamomile, times (ie, 96) movements of the foot breaths knee. With a good workout can be done in a row 16 and even 32-inspiratory movement, alternating nogi.Prodolzhayte do this movement, like walking. Very slowly, they do 20 times. One foot is placed and move forward with a jolt, and the other straightened away. The move easily and evenly be done. Fig. 87. Schiptseobraznoe outer edge of the foot kneading Harley Once accustomed to controlling the back muscles so alfinate bnf no prescription ciprofloxacin arbitrary, that it was a "miracle". Muscles began to relax and stretch for the first time in half a day goda.Glava 4Regulyarnye exercises Strelnikova breathing exercises gradually reduce the number of cigarettes smoked per day at least, and for three months she refused to addiction. And these cases in my practice have been mnozhestvo.2. The starting position is the same as in the previous year. Slowly pull the leg straight, and then back to the starting position.

Etika di Dunia Maya

ashwin

Etika yang berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti karakter, sudah dipelajari berbagai ilmuwan sejak dulu kala. Pelajaran tentang etika yang terstruktur bahkan telah dilakukan Aristoteles (384SM-322SM) dan dapat ditemui di bukunya, Ethica Nichomachea dan masih terus dikembangkan hingga saat ini sebagai bagian dari studi filosofi moral.

Banyak ilmuwan di bidang ini berpendapat bahwa etika dipengaruhi pembentukannya terutama oleh ajaran agama, sosial budaya khususnya nilai-nilai dasar masyarakat dimana kita berada, hukum atau aturan perundangan di negara kita dan berbagai hal lainnya. Lalu bagaimana perkembangan etika kita di dunia maya? Di dunia yang suasananya berbeda dengan dunia nyata kita sehari-hari?

Di dunia nyata, kalau Anda di suatu seminar mendengar paparan dari seseorang yang substansinya salah misalnya, tentunya anda akan ‘sungkan’ menyalahkan pembicara tersebut dengan kata-kata kasar, apalagi kalau dia berusia lebih tua dari kita dan apalagi kalau dia mengenal Anda. Anda tentunya akan memakai kata-kata yang baik agar sang pembicara tidak tersinggung. Tapi bagaimana pola komentar Anda kalau Anda berada di dunia maya? Anda tidak bertatapan langsung dengan pembicara tersebut sebab yang Anda lihat adalah layar komputer atau HP Anda. Bahkan mungkin saat memberi komentar tertulis, akan menggunakan alamat e-mail Anda dengan nama yang sangat berbeda dengan nama Anda sebenarnya.

Bahkan Anda mungkin menggunakan nama dan alamat yang berbeda dengan nama dan alamat anda sebenarnya ketika mendaftarkan e-mail Anda tersebut. Memangnya siapa yang mau memverifikasi data yang Anda masukkan tersebut? Pokoknya Anda yakin bahwa tidak ada yang tahu siapa Anda. Pada keadaan demikian, mungkin komentar Anda akan ‘seenaknya’, menggunakan kata-kata kasar atau bahkan menjelek-jelekan sang pembicara.

Komentar andapun mungkin Anda pasang di laman sosial media seperti Facebook, Twitter atau bahkan di e-mail ke banyak orang. Anda tidak percaya? Coba saja jadi follower Twitter salah satu tokoh di negeri ini, dengan mudah Anda bisa membaca berbagai komentar yang bisa membuat orang merah telinganya.

Hal ini tentunya mengkhawatirkan kita karena etika kita, karakter kita di dunia nyata, dapat berubah di dunia maya hanya karena kita menganggap bahwa tidak ada yang tahu siapa kita ketika kita melakukan suatu aktivitas. Tiba-tiba saja nilai-nilai dasar kita berubah, ketaatan kita terhadap hukum juga hilang, sopan santun kita tidak terjaga lagi. Tiba-tiba kita menjadi seseorang yang lain ketika kita berada di dunia maya.

Seseorang yang sopan santunnya sangat terjaga di dunia nyata, tiba tiba bisa berubah ketika dia berada di dunia maya. Akibatnya, dunia maya kita dihuni oleh banyak orang, yang walaupun etikanya di dunia nyata baik, tetapi di dunia maya etikanya menjadi tidak terjaga lagi. Lebih sulit lagi, kita tidak tahu siapa sebenarnya mereka.

Kembali kepada cerita kita sebelumnya, bagaimana kalau yang bersangkutan tidak menyukai kata-kata kasar Anda? Bagaimana kalau dia melaporkan kepada penegak hukum bahwa Anda menghina dia? Mencemarkan nama baik dia? Dan karena ini memang pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (3) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juga terhadap Bab XVI pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kita, maka sang penegak hukum akan mulai mencari Anda.

Kecuali Anda memang seorang ahli IT yang sanggup menyamarkan diri Anda dengan baik, sebenarnya tidak sulit-sulit amat mencari Anda walaupun data Anda di sosial media atau e-mail tersebut tidak benar. IP adress Anda bisa dicari, lokasi Anda bisa diperkirakan, dan akhirnya Anda bisa diidentifikasi.
Begitu posisi anda diketahui, maka sang penegak hukum bisa langsung menangkap dan bahkan menjebloskan Anda ke penjara. Lho, boleh langsung dipenjarakan? Ya, bisa saja karena ancaman terhadap pelanggaran pasal 27 ayat (3) UU ITE tersebut adalah 6 tahun penjara. UU 8/1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) kita pasal 21 ayat (4) menyatakan bahwa penahanan langsung dapat dilaksakan terhadap tersangka atau terdakwa yang ancaman pidana dari perbuatannya adalah lima tahun atau lebih. Apalagi kalau penegak hukumnya khawatir Anda akan melarikan diri, sebab nama dan alamat di dunia maya Anda saja sengaja Anda buat beda dengan yang ada di dunia nyata, jadi sah-sah saja kalau anda dikhawatirkan akan melarikan diri.

Penegakkan hukum di dunia maya ternyata juga dilematis. Kalau tidak diproses penegakkan hukumnya untuk memberikan efek jera, maka etika para penghuni dunia maya tidak akan terbangun dengan baik. Kalau ditegakkan, maka kita harus berhadapan dengan kenyataan bahwa pelanggaran hukum yang terjadi cukup banyak dan walaupun pelanggarnya bisa diidentifikasi, tapi prosesnya tidak bisa dilaksanakan dengan cepat dan mudah. Belum lagi adanya ‘komplain‘ dari masyarakat ketika pelanggaran hukum di dunia maya seperti pencemaran nama baik dan penghinaan tersebut akan diproses pidananya. Banyak kasus yang bisa diangkat untuk didiskusikan terkait hal ini.

Yang paling mengkhawatirkan tentunya adalah ketika etika kita yang jelek di dunia maya tersebut terbawa ke dunia nyata. Katakanlah kita sangat menjaga diri untuk selalu bersikap baik di dunia nyata, seperti tidak mau menonton tarian yang kelewat eksotik di diskotik malam misalnya. Tapi kalau tiap hari kita dan terutama anak-anak kita melihat tontonan pornografi di dunia maya, dan kita menontonnya karena kita anggap toh tidak ada yang tahu apa yang kita lakukan, maka dalam waktu cukup lama, katakanlah 20-30 tahun lagi, nilai-nilai dasar kita bisa berubah, dan generasi kita berikutnya, menganggap bahwa tontonan pornografi di dunia nyata adalah hal biasa saja.

Perubahan etika ini bisa terjadi untuk berbagai bidang. Kalau tadinya etika kita di dunia nyata melarang kita mencontek saat ujian di sekolah, tapi kita membiarkan pengambilan data tanpa izin pemiliknya di dunia maya, suatu saat mungkin kita akan membiarkan saja kalau ada siswa yang meng ‘copy’ tulisan orang lain untuk tugas akhir disekolahnya.

Karena itu, sudah waktunya institusi-institusi kita memikirkan agar etika kita tetap harus dijaga bahkan ditingkatkan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kode etik Insinyur Indonesia ‘Catur Karsa dan Sapta Dharma’ misalnya, harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan oleh para insinyur kita, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Jangan sampai para Insinyur kita membuat pelanggaran hukum didunia maya. Bersama sama, kita perlu menjaga, bahkan meningkatkan etika kita setiap saat. Hanya dengan etika yang baik, kita dapat membangun negara dengan baik pula. Semoga.

baca juga

ingin komentar

Comment