DARI REDAKSI : Teknologi Untuk Keperluan Militer

Ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kemajuan di berbagai bidang, termasuk juga dalam teknologi yang digunakan dalam bidang militer atau pertahanan.

Di sisi lain, kemajuan itu juga menjadi ancaman, karena teknologi ini memungkinkan terjadinya peperangan yang semakin mengerikan dengan dampak yang lebih luas.

Pemanfaatan kemajuan Iptek dalam bidang pertahanan, dapat memperkuat pertahanan suatu negara dan juga menimbulkan ancaman bagi negara lain. Pemanfaatan teknologi ini dapat meningkatkan kemampuan alutsista dan peralatan militer lainnya, misalnya memperjauh jarak tembak rudal, meningkatkan kemampuan anti radar, meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi Sedangkan dari aspek ancaman yang ditimbulkan dapat berupa Electronic Warfare, Information Warfare, Cyber Warfare dan Psychological Warfare. Pemanfaatan teknologi tersebut akan berpengaruh besar pada kondisi pertahanan dan keamanan dunia.

Kekuatan militer, yang ditunjukkan dengan penguasaan teknologi dan perlengkapan militer dari sebuah negara, terbukti bisa memberikan “efek gentar” negara lain yang kemudian bisa berkaitan dengan hegemoni di bidang lain, seperti perekonomian. Negara-negara dengan kekuatan militer terbesar dan terkuat di dunia, saat ini juga “mengatur” perekonomian dunia, menguasai sumberdaya yang diperlukan, bahkan mampu mengatur pemerintahan di negara lain.

Banyak negara telah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi kedirgantaraan, bioteknologi, teknologi propulsi, teknologi pembangkit energi dan nanoteknologi untuk menggerakan industri pertahanannya dalam rangka memproduksi alutsista yang digunakan untuk memperkuat militernya dan juga untuk menyiapkan sebagai produsen alutsista yang siap bersaing dengan negara produsen lain. Negara-negara maju seperti AS, Inggris, Jerman, Perancis, Rusia dan Jepang secara berkelanjutan mengembangkan industri pertahanannya untuk meningkatkan kekuatan militernya dan menjadi negara pengekspor alutsista. Masing-masing negara memiliki keunggulan sesuai dengan pengembangan iptek di negaranya. Industri pertahahan di negara maju berkembang sangat pesat karena dukungan yang penuh dari pemerintah, baik kebijakan industri maupun finansialnya, dan iklim ekonomi yang menunjang perkembangannya.

Selain penggunaan teknologi untuk pengembangan peralatan fisik militer, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini dapat menentukan keunggulan militer sebuah negara. Dewasa ini hampir seluruh sistem yang digunakan untuk kepentingan militer seperti komando dan kendali, intelijen, pengintaian dan pengamatan, platform persenjataan telah telah memanfaatkan teknologi ini. Tentunya untuk menjaga faktor keamanan pada sistem tersebut perlu ada upaya untuk melindunginya terhadap pihak-pihak yang berupaya untuk mengacaukan sistem tersebut. Konsep perlindungan sistem perlu ditempuh mengingat sistem tersebut selain membentuk suatu jaringan juga memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang rawan terhadap gangguan penyadapan dan perusakan data pada saat terjadi proses interaksi. Mengingat lompatan kemajuan teknologi informasi demikian pesatnya, maka perkembangan teknologi ini perlu disimak secara seksama sebagai bahan antisipasi dalam menghadapi perang informasi pada abad ini.

Dalam doktrin militer, informasi merupakan kunci pada setiap operasi militer. Kegiatan militer yang ada bersandar pada peralatan komunikasi berkecepatan tinggi dan komputer. Berdasarkan fakta ini, terciptalah suatu konsep baru yang disebut dengan Perang Informasi (Information Warfare) yaitu persaingan untuk mendapat keunggulan informasi. Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang lainnya memungkinkan untuk menciptakan jenis perang yang secara kualitatif berbeda. Seperti penggunaan robot pada saat operasi penyergapan. Perkembangan teknologi informasi juga menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam bidang militer. Mungkin juga beberapa puluh tahun lagi militer akan memakai robot untuk berperang, bukan dengan manusia lagi.

Karena perkembangan penguasaan teknologi ini, beberapa negara mampu menjadi kekuatan ekonomi baru sekaligus kekuatan militer baru yang tangguh., seperti China yang terus mengembangkan kemampuan militernya yang berteknologi tinggi dan kemampuan tempur berbasis teknologi informasi. Contoh lainnya adalah India yang telah berhasil mengembangkan dan memproduksi pesawat tempur, helikopter dan peluru kendali dengan keunggulan di bidang elektronika dan teknologi informasinya.

Indonesia pun saat ini sedang mengembangkan kemampuan produksi peralatan militer dengan menggabungkan semua kekuatan disiplin keinsinyuran dan sumberdaya yang dimiliki. PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL telah menciptakan berbagai peralatan dan perangkat untuk digunakan di dalam negeri, maupun untuk keperluan ekspor.

Penguasaan teknologi ini sangat vital, karena berhubungan langsung dengan kedaulatan negara dan memutus ketergantungan terhadap teknologi dari negara lain yang sewaktu-waktu dapat dihentikan sepihak.***

Aries R. Prima
Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment