Dari Redaksi : “Teknologi Nano : Size Does Matter”

Dalam salah satu bagian novel Deception Point diceritakan sebuah robot terbang sangat mini digunakan oleh satu tim pasukan khusus untuk memata-matai sebuah kegiatan di ruang rahasia tertutup. Robot ini mampu merekam gambar dan suara serta mentransmisikannya ke pengguna. Bahkan dalam kasus lain, mampu untuk melakukan penyerangan dengan senjata yang dibenamkan di badannya.

Ini adalah contoh dari penerapan teknologi nano, yang diadopsi dari ‘nanometer’ yang setara dengan sepermilyar meter, ukuran yang sangat kecil. Kira-kira 50.000 kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Oleh penulis novel itu, Dan Brown, teknologi itu diklaim sudah ada ketika novel itu diterbitkan pada 2001.

Teknologi nano, pada dasarnya, adalah pembuatan dan penggunaan materi atau alat pada ukuran sangat kecil, sekitar 1 – 100 nanometer (nm). Ilmuwan menyebut ukuran ini sebagai Skala Nano dan material yang berukuran ini disebut sebagai Kristal Nano atau Material Nano.

Skala Nano sangat unik, karena tidak ada struktur padat yang dapat diperkecil dan pada ukuran ini material menunjukkan sifat yang berbeda, sehingga para ilmuwan berharap akan menemukan efek yang baru dan menciptakan berbagai terobosan teknologi, yang beberapa sudah bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti katalis pengubah pada kendaraan yang mampu mengurangi polutan udara, peralatan pada komputer yang bisa membaca dari dan menulis ke hard disk, cairan yang melindungi kulit dari sengatan sinar matahari, hingga pelapis khusus pakaian dan perlengkapan olahraga yang dapat meningkatkan kinerja atlet.

Pada Agustus 2008, Project on Emerging Nanotechnologies memerkirakan ada sekitar 800 produk teknologi nano yang tersedia, dengan 1 produk baru yang muncul setiap 3 – 4 minggu, yang didominasi oleh aplikasi terbatas pada penggunaan material pasis ‘generasi pertama’. Di masa depan, teknologi ini memungkinkan produksi peralatan medis yang lebih mudah digunakan dan lebih murah, serta pembuatan mobil dengan penggunaan material nano yang menggunakan lebih sedikit logam dan mampu menghemat penggunaan bahan bakar.

Konsep teknologi nano sendiri untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Richard Feynman, pemenang Nobel Fisika 1965, pada sebuah pidato ilmiah di California Institute of Technology dengan judul: There’s Plenty of Room at the Bottom, yang diselenggarakan oleh American Physical Society pada 29 Desember 1959. Namun istilah Nanotechnology sendiri baru diperkenalkan pada 1974 oleh Norio Taniguchi, Guru Besar Tokyo Science University dalam sebuah makalah ilmiah yang berjudul: On the Basic Concept of ‘Nano-Technology.

Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi nano, yang memungkinkan pembuatan mesin atau materi berukuran sangat kecil namun memunyai kemampuan yang sangat besar. Para ilmuwan meyakini bahwa teknologi ini akan memengaruhi perkembangan penting dalam bidang medis dan kesehatan, produksi dan konservasi energi, lingkungan, elektronika, komputer dan sensor, dan bidang militer.

Namun begitu, oleh beberapa ilmuwan, teknologi ini disinyalir memunyai dampak negatif, seperti debu nano atau materi yang terlarut dalam cairan. Debu ini bisa masuk ke paru-paru manusia yang dapat menyebabkan kanker dan masalah lainnya. Untuk itu para ilmuwan telah mengeluarkan berbagai rekomendasi ketat agar dampak buruk ini tidak sampai terjadi, terutama kepada para pekerja yang berhubungan dengan produksi teknologi ini.

Di Indonesia, LIPI telah mengembangkan teknologi nano sejak tahun 2000an, namun belum mampu mengomersialkannya. Hal yang masih menghambat perkembangannya adalah belum tersedianya alat pengukuran material nano.

Teknologi masa depan tampaknya akan banyak menggunakan berbagai material berkemampuan besar dengan ukuran sekecil mungkin, agar dapat diaplikasikan untuk keperluan yang lebih luas, terutama untuk bidang teknologi informasi, kesehatan dan medis, serta keperluan militer. Semakin kecil, semakin baik. Size does matter!***

Aries R. Prima
Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment