Dari Redaksi : Pendidikan Tinggi Teknik dan Profesi Insinyur

Sudah diketahui bahwa jumlah insinyur Indonesia sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Sebagian dari 750.000 sarjana teknik yang dimiliki Indonesia, tidak semuanya insinyur. Mereka bekerja di luar bidang keinsinyuran.

Seseorang dapat memeroleh gelar Insinyur setelah menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana (strata 1), dengan mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI) yang diselenggarakan bersama oleh perguruan tinggi (Perti) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), sebagai organisasi profesi yang diamanatkan oleh Undang-undang..

Perti sangat berperan untuk menghasilkan sarjana teknik (ST) dan sarjana dari program studi (prodi) lainnya yang dimungkinkan untuk memeroleh gelar Insinyur. Tanpa penambahan ‘pasokan’ dari Perti, mustahil jumlah insinyur akan bertambah. Maka, salah satu upaya untuk mendorong pertambahan insinyur adalah menambah kapasitas (daya tampung) prodi teknik atau membuka Perti baru di bidang teknik.

Sejak 2012, pemerintah telah membuka 2 perguruan tinggi negeri (PTN) di bidang teknik, yaitu Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Untuk memercepat proses pendidikan, dua PTN terkemuka di bidang teknik ditunjuk untuk ‘membina’ kedua institut ini. ITB membantu pendirian Itera dan ITS membantu ITK. Kini sarana fisik Itera sudah siap di Lampung, dan beberapa dosen ITB telah ditugaskan untuk juga mengajar di sana. Dari sini, diharapkan, Indonesia bakal memeroleh penambahan jumlah sarjana teknik.

Kemudian, bersama PII, Perti diharapkan mampu mencetak insinyur-insinyur yang dibutuhkan dalam pembangunan. Lebih jauh, PII dapat menghasilkan insinyur profesional yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah global.

Mengingat peran pentingnya, isu-isu pendidikan tinggi teknik dan pendidikan profesi insinyur akan diulas dalam Engineer Weekly edisi ini dengan beberapa artikel dari kalangan perguruan tinggi dan PII. Selain itu, seperti biasa, juga akan disajikan infografis tentang perbandingan Angkatan Kerja berdasarkan komposisi pendidikan yang akan memberi gambaran ringkas tentang kondisi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain.

Selamat membaca!

Aries R. Prima
Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment