DARI REDAKSI : Insinyur Mengubah Wajah Dunia

Tidak terbayangkan dunia saat ini tanpa adanya inovasi teknologi di semua bidang kehidupan manusia. Mulai dari teknologi yang paling sederhana hingga paling kompleks, dari teknologi bidang sipil, bidang mesin, kedokteran, informatika, hingga teknologi ruang angkasa.

Walaupun, biasanya, perkembangan teknologi itu dipicu oleh berbagai kebutuhan yang muncul atau untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada, semua inovasi yang terjadi adalah produk dari para insinyur. Maka itu tidak berlebihan bila dikatakan bahwa para insinyur lah yang palig berperan mengubah wajah dunia.

Sejatinya, para insinyur adalah profesi yang selalu harus menjadi bagian dari solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi oleh umat manusia. Untuk itu, insinyur dituntut untuk selalu belajar dan mengembangkan kompetensi yang dimilikinya sesuai bidang keahlian yang dimilikinya. Tanpa mengembangkan diri, termasuk melakukan berbagai penelitian, mustahil seorang insinyur mampu melahirkan inovasi-inovasi teknologi yang dibutuhkan, bukan sekadar teknologi canggih yang hanya mengejar prestise.

Kata “teknologi” sendiri berasal dari dua kata, yaitu “techne” yang berarti “cara” dan “logos” yang bermakna “pengetahuan” atau “ilmu”. Jadi teknologi dapat diartikan sebagai cara meakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia sengan bantuan akal dan alat. Sejak ribuan, bahkan, jutaan tahun lalu, manusia atau berbagai spesies penghuni bumi telah menggunakan teknologi sesuai kebutuhan pada saat itu.

Saat ini, kemajuan teknologi, benar-benar telah dirasakan manfaatnya oleh manusia. Teknologi tidak hanya berhenti hingga manfaat yang dapat dirasakan langsung, namun mampu menghasilkan teknologi lain yang lebih maju.

Tentu saja teknologi dapat disalahgunakan dan juga memunyai dampak yang tidak diinginkan bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Hal ini dapat diminimalisir ketika para insinyur merancang sebuah teknologi. Berbagai dampak buruk harus diperhitungkan dengan baik. Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya penggunaan yang tidak sesuai dari para pengguna teknologi di kemudian hari. Untuk itu setiap insinyur perlu dibekali dengan pengetahuan etika yang baik dalam melakukan praktik keinsinyurannya.

Dampak buruk selalu ada dalam setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk selalu melakukan inovasi teknologi yang telah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

Minat untuk melakukan inovasi teknologi ini pun perlu dipupuk sejak awal masa pendidika. Misalnya saja mengembangkan kurikulum yang berbasis pendidikan teknologi di jenjang pendidikan dasar. Misalkan saja peserta didik diberi kesempatan untuk membahas masalah teknologi, memahami produk teknologi, dan membuat peralatan teknologi sederhana.

Mungkin, ke depannya, para insinyur dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bisa menjadi motor untuk menggerakkan minat terhadap inovasi teknologi, bagi para praktisi teknologi dan generasi muda Indonesia.***

Aries R. Prima

Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment