DARI REDAKSI : Insinyur Dan Kesehatan Manusia

Urusan kesehatan manusia bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter saja. Banyak profesi lain yang terlibat di dalamnya. Salah satu profesi yang sangat berperan dalam urusan kesehatan adalah insinyur.

Ya, tanpa campur tangan insinyur dengan berbagai peralatan yang diciptakannya, mustahil terjadi kemajuan yang sangat pesat di bidang pendeteksian dan pengobatan penyakit, terutama penyakit-penyakit yang dapat mengancam nyawa manusia.

Selain dapat menyelamatkan kehidupan, dengan berbagai inovasi berbagai peralatan di bidang kedokteran dan kesehatan, tindakan dapat dilakukan lebih presisi, lebih cepat, lebih aman, dengan biaya yang lebih murah.

Bahkan, teknologi dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa manusia yang sebelumnya mustahil dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh para dokter China yang menyelamatkan hidup seorang pekerja konstruksi yang batok kepalanya pecah karena terjatuh dari lantai 3 sebuah bangunan. Mereka memanfaatkan teknologi printer 3-D untuk melakukan pemasangan titanium pada pria yang diketahui bernama Hu itu.

Teknologi inipun telah berhasil digunakan oleh para dokter di negara tirai bamboo itu untuk mencetak sebuah pengganti ruas tulang punggung untuk seorang remaja yang mengalami kecelakaan parah. Seorang dokter kepala tim bedah tulang di Universitas Beijing mengatakan bahwa printer tiga dimensi adalah kemajuan besar untuk membuat sebuah implan tiruan.

Para peneliti di bidang kedokteran dan kesehatan telah melaporkan banyak terjadi kemajuan pesat dalam teknologi kedokteran beberapa tahun belakangan ini. Satu kemajuan teknologi akan memercepat dan memermudah kemajuan teknologi lainnya. Kemajuan akan terjadi mengikuti aturan deret ukur, bukan sekadar deret hitung lagi.

Mesin magnetic resonance imaging (MRI) telah digunakan sejak era 80-an, namun hanya bisa menampilkan citra statis. Pada 2014, tim peneliti dari Universitas California – Davis telah mengembangkan cara baru, yang disebut “Active MRI”, untuk mengambil gambar bagian-bagian tubuh yang bergerak.

Satu contoh kemajuan teknologi lainnya adalah pengembangan implan otak yang dilakukan oleh para insinyur dan peneliti di Universitas Teknologi Chalmers di Gothenburg, Swedia. Implan otak ini berguna agar bagian-bagian tubuh prostetik atau palsu bisa bergerak atau merasakan sensasi seperti bagian tubuh asli. Seorang pasien mengatakan bahwa sebelumnya, ia tidak bisa berjalan dengan jarak dekat sekalipun, sebelum dipasang implant tersebut. Teknologi ini telah memberikan ia kehidupan lagi.

Dengan berbagai inovasi yang diciptakan dalam bidang teknologi kedokteran, para insinyur tidak saja memberikan kahidupan yang lebih baik bagi umat manusia, tapi juga berperan untuk menjaga kehidupan itu sendiri.***

Aries R. Prima

Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment