DARI REDAKSI “Green Building: Konsep Masa Depan”

Dengan semakin langka dan terbatasnya sumberdaya alam dan energi. Memaksa manusia untuk mengembangkan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi, atau yang dikenal dengan Green Building.

Konsep Green Building menekankan pada peningkatan efisiensi penggunaan air, energi dan material bangunan, yang dapat mengurangi dampak bangunan baru terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Misalnya desain double skin pada bagian luar bangunan yang dapat menurunkan beban panas di dalam ruangan hingga 30 persen, sehingga penggunaan pendingin ruangan dapat dihemat.

Contoh lain adalah penggunaan air hujan atau air daur ulang untuk keperluan di dalam gedung. Atau desain tertentu yang dapat memerlancar sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam gedung.

Bahan bangunan yang dipilih juga harus lah berkualitas dan ramah lingkungan. Beberapa produsen telah membuat produk yang mampu meminimalisir damak kerusakan terhadap lingkungan dan sekaligus juga mampu menghemat energi.

Berbagai kalangan sepakat bahwa konsep Green Building adalah konsep masa depan, di mana nantinya semua akan menuju ke sana selaras dengan makin meningkatnya kesadaran manusia terhadap kelestarian lingkungan dan kelangkaan energi. Bahkan beberapa telah dilengkapi dengan penggunaan energi baru dan terbarukan, seperti listrik tenaga surya, angin dan biomassa.

Di Indonesia, belum banyak pengembang atau kontraktor yang menggunakan konsep ini untuk membangun. Sebagian besar masih menggunakan ‘kulit’ dari konsep ini. Padahal membangun Green Building adalah juga sebuah investasi untuk masa depan, yang masih dirasakan mahal pada saat ini. Mahal ketika membangun, namun biaya operasional akan jauh lebih murah.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh The Center of The Built Environment, University of California pada 2006, bangunan kantor yang ramah lingkungan dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja di kantor.

Tentu saja saat ini, di Indonesia, konsep ini masih menjadi pilihan, serta ada perbedaan standar dengan yang berlaku di Amerika Serikat, misalnya. Namun pilihan ini akan mempunyai konsekuensi di masa depan.

Persoalan ini lah yang ditampilkan dalam Engineer Weekly kali ini dengan berbagai artikel yang ditulis oleh para ahli di bidangnya yang semoga dapat membuka wawasan tentang konsep masa depan ini. Selamat membaca.***

Aries R. Prima

Pemimpin Redaksi

baca juga

ingin komentar

Comment