Berita Kegiatan : Kunjungan Teknis Tim Persatuan Insinyur Indonesia pada Proyek Pembangunan MRT

Hari Kamis, 31 Maret 2016, Ir. Heru Dewanto Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ir. Bobby Gafur Umar Mantan Ketum PII Periode lalu yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pakar PII bersama Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia lainnya melakukan kunjungan teknis pada Proyek Pembangunan MRT yang sudah memasuki tahap konstruksi kira-kira pertengahan tahun lalu. Saat ini, Terowongan kereta bawah tanah pertama di Jakarta telah mencapai setengah dari jarak 6 kilometer, meningkatkan harapan bahwa proyek Mass Rapid Transit (MRT) senilai 1,6 miliar dolar (atau setara Rp 16 triliun) yang sempat tertunda lama ini bisa diselesaikan.

MRT Jakarta (Mass Rapid Transit Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih 110.8 km, yang terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus – Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih 23.8 km dan Koridor Timur – Barat sepanjang kurang lebih 87 km.

Pembangunan koridor Selatan – Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:
Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada 2018.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8.1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Koridor Timur – Barat saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2027 sebagaimana diinfokan oleh PT Jakarta MRT.

Proyek Pembangunan MRT dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta didukung oleh Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Dukungan JICA diberikan dalam bentuk penyediaan dana pembangunan dalam bentuk pinjaman.

Pelaksanaan Pembangunan MRT melibatkan beberapa instansi, baik pada tingkatan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT. MRT Jakarta. Oleh karena itu, Dokumen Anggaran yang diperlukan juga melibatkan lembaga-lembaga tersebut dengan nama program dan kegiatan berbeda namun dengan satu output yang sama, pembangunan MRT.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, telah menunjuk PT. MRT Jakarta sebagai sub implementing dari program pembangunan MRT Jakarta..

Agenda kunjungan tim PII kali ini diantaranya, mereka mendapat penjelasan tentang proyek pembangunan MRT Jakarta mulai dari nilai proyeknya, status pekerjaan konstruksi, skema kerjasama dan pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam proyek ini termasuk informasi-informasi teknis desain, spesifikasi dan standard yang digunakan pada proyek ini. Tim PII juga menyempatkan meninjau progress pengeboran dan pembangunan terowongan (tunneling) sampai pada kedalaman 20 meter.

Pengurus PII memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak project developer antara lain dengan melihat ke depan bahwa kota-kota besar lainnya di Indonesia akan mengikuti rencana jangka panjang Jakarta terkait dengan pengembangan MRT maka diharapkan Kontraktor Nasional kita diberikan porsi yang lebih besar lagi pada proyek sejenis termasuk penggunaan bahan baku dan material konstruksi dalam negeri akan lebih termaksimalkan lagi (local content maximization).

Rekomendasi yang lebih penting lagi adalah dengan adanya proyek Pembangunan MRT ini bisa memberikan kesempatan lebih besar kepada Insinyur-Insinyur Indonesia mengisi posisi-posisi strategis di proyek sejenis seperti sebagai design engineer, construction manager, quality assurance/quality control bahkan sebagai project manager dan project director. Bobby dalam kunjungannya mengatakan “Inilah waktunya Insinyur kita terlibat lebih dalam di proyek ini dan mengambil ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya sehingga untuk proyek selanjutnya Indonesia sudah bisa melakukan secara mandiri baik dari sisi sumber daya Insinyur, bahan baku maupun teknologi yang digunakan”.

Hadir pada Kunjungan Teknis ini antara lain Ir. Rauf Purnama, Ketum PII Periode 2004-2006, Ir. Airlangga Hartarto, Ketum PII Periode 2006-2009 dan beberapa pengurus senior PII lainnya.

Reportase oleh: Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat Periode 2015-2018


baca juga

ingin komentar

Comment