Among the recipes and spells that will meet and is well known that stray from book to book, and part of the original and not widely known. 72.12 - mature turnip, rapeseed grain Carrot use with medical purposes, comprising ascorbic acid, carotene, vitamin B-1 minerals, proteins, fats. 2 tsp. chopped root pour a glass of boiling water, cook 15 minutes, strain. Take 1/4 cup 4 times a day or drink. 71.74 - used propolis for inhalation (with herbs check this site out aspirin and manipulation techniques) for the treatment of colds. 55 g and 35 g of propolis were placed in a covered container small enamel, and on another boat, poured boiling water. It was in a water bath (water should boil), stirring often with a wooden stick. Cook for half an hour. Every 5 min, the mixture was added 5-6 drops of broth from the root Elecampane. Inhalation not take more than 15 minutes in the morning and evening.

Bentang JSS Bukan yang Terpanjang di Dunia

Ikatan Alumni Arsitektur Institut Sains dan Teknologi Nasional atau Ikatan Alumni ISTN menyelenggarakan Simposium Arsitektur Jembatan Selat Sunda (JSS), pada Kamis, 5 September 2013 di Hotel Bidakara Jakarta. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun program studi teknik arsitektur Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1950, didirikan oleh Prof. Roosseno.

Beliau adalah bapak beton Indonesia. Dalam kutipannya beliau pernah bilang, “Jika Ingin Menggabungkan Nusantara, Bangunlah Jembatan antar Pulau”.

Simposium Arsitektur Jembatan Selat Sunda mengupas mengenai dampak Jembatan Selat Sunda terhadap Indonesia, Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Bagaimana metode pelaksanaan megaproyek ini dari sisi arsitektur, teknologi konstruksi, teknologi Mekanikal Elektrikal, dan lain sebagainya serta yang terakhir, akankah JSS menjadi landmark Indonesia ? Apakah bentangannya merupakan bentang terpanjang, begitu jembatan ini selesai dibangun?

Sebagai nara sumber yang hadir pada simposium JSS ini adalah ; Prof. Dr. Ir. Waratman Wangsadinata., Ir. Tateng K Djajasudarma, M. Arch, IAI, GP., Prof.Dipl. Ing Soewondo Bismo Soetardjo, IAI., Dipl. Ing. Han Awal, IAI., dan Ir. Ben Usagani.

Sebagai Keynote Speaker, adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PII.

Jembatan Selat Sunda (JSS) rencananya akan membentang 29 Km, dari total panjang itu akan ada bentang tengah tanpa tiang sepanjang 2,2 Km. Saat ini, jembatang dengan bentang tengah paling panjang adalah Akashi Kaikyo di Jepang dengan bentang tengah mencapai 1.991 meter (1,99 Km)

Ahli konstruksi jembatan Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata, pada Simposium Arsiterktur Jembatan Selat Sunda mengatakan, “ teknologi dan sumber daya manusia di dunia semakin berkembang dalam membangun sebuah jembatan gantung. Setiap 50 tahun sekali, rata-rata kemampuan manusia membangun jembatan gantung meningkat 2 kali lipat”.

“Jembatan gantung pertama dibangun sekitar tahun 1826 di benua Amerika dengan bentang panjang hanya 170 meter”.

“Lalu Brooklyn Bridge di tahun 1883 panjangnya 488 meter, Golden Gate panjangnya 1.280 meter tahun 1937, setiap setengah abad itu naik 2 kali lipat,”

Profesor yang juga konsultan proyek Jembatan Selat Sunda ini menyampaikan, hingga saat ini jembatan yang memiliki bentang paling panjang adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang dengan bentang mencapai 1.991 meter. Bila, Jembatan Selat Sunda terealisasi dengan bentang tengah 2,2 Km, maka jembatan ini akan memecahkan rekor baru. Namun selain Jembatan Selat Sunda, masih ada rencana jembatan lain yang bentang tengahnya lebih panjang hingga 5.000 meter (5 Km).

“Juga Jembatan Messina (Italia) yang didengungkan sejak tahun 1993, sepanjang 3,3 Km, lalu Selat Gibraltar (menghubungkan Spanyol dan Maroko) pada tahun 2016 nanti sepanjang 5 Km. Itu paling panjang nanti luar biasa,” katanya.

Wiratman mengatakan, dengan teknologi yang ada sekarang, sumber daya manusia, juga material yang ada, tidak mungkin ada jembatan yang dibangun dengan bentang panjang melebihi 7.000 meter (7 Km).

“Saya menyampaikan dengan material baja yang ada sekarang, pengetahuan manusia, bentang terpanjang yang bisa dicapai adalah 7.000 meter. Lebih panjang dari itu tidak mungkin, karena kekuatan baja kita sudah mencapai batas kemampuannya, dan juga permasalahan yang dihadapi,” imbuhnya. (ys, sumber detik.com)

baca juga

ingin komentar

Comment