BAGAIMANA MENGEMBANGKAN GAGASAN

Hubert Widiastono
Vice Chairman Business Development
Federasi Industri Kimia Indonesia (FIKI)
Business Development PT. Evonik Indonesia

Studi Kasus Pengembangan Industri Kimia

Kata “inovasi” bagi sejawat di sektor industri kimia sudah menjadi jargon umum. Pertanyaan paling mendasar adalah: Apakah setiap inovasi layak direalisasikan hingga ke tahap skala produksi komersial? At the end of the day, pabrik harus bisa beroperasi lancar selama 24 jam per hari, 365 hari per tahun dengan tingkat output produksi hingga ribuan ton, handal (reliable), kemurnian produk stabil tinggi, serta memenuhi standar keselamatan (safety). Maka, penting melakukan pengujian, pengujian, dan pengujian.

Mengembangkan gagasan
Pertanyaan paling awal: Apakah produk yang kita inginkan layak diproduksi? Dari reaksi kimianya, maka team R&D mampu menjelaskan bahan baku, kondisi reaksi, serta jenis katalis yang cocok digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan, kendatipun masih perlu pengkajian lebih lanjut.

Uji kelayakan skala lab
Pengalaman membuktikan, hanya beberapa saja dari 100 gagasan yang muncul secara teknis layak karena memang tidak semua reaksi kimia costs effective apalagi jika nantinya akan dikomersialkan.

Produk pada kuantitas kecil hanya beberapa gram bisa saja dihasilkan dalam skala lab secara manual dengan yield yang rendah. Team R&D perlu mengkaji apakah reaksi kimia yang dipilih cukup stabil? Apakah bisa dikontrol serta diulang (repeated)? Pengalaman menunjukkan, dari 100 ide atau gagasan, hanya beberapa terpilih utamanya tidak semua reaksi kimia adalah costs effective apalagi jika kelak akan dikomersialkan.

Simulasi efektivitas biaya di reaktor uji
Terlalu banyak menghasilkan waste, butuh energi besar, serta aspek safety yang sangat ketat, bisa berdampak proses produksi menjadi sangat mahal, hal ini harus ada solusinya sedini mungkin ketika kajian masih dalam skala kecil (small scale). Jenis katalis mana yang paling cocok? Apakah suhu dan tekanan operasional sesuai? Banyak sekali faktor operasional dan parameter terkait, maka dapat digunakan software untuk mensimulasikan dan optimasi kondisi operasi.

Uji Produksi di Technical Center
Barangkali, hanya satu di antara ratusan gagasan (ide) yang bisa lolos hingga tahap ini. Tidaklah mengherankan, lantaran pengujian di Technical Center sangat selektif karena menyangkut biaya yang tidak sedikit hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Mengaduk serta memanaskan campuran bahan kimia cair dalam beaker adalah lebih gampang dibandingkan dalam tangki kapasitas 100 liter. Reaktor mana yang paling cocok digunakan untuk proses, menjadi tugas Technical Center menguji secara cermat tiap tahap operasional dalam jangka waktu tertentu. Risiko operasional serta munculnya hasil samping (by products) mungkin kurang diperhitungkan saat masih di tahap uji lab, tetapi menjadi sangat penting karena bisa menimbulkan masalah serius saat operasional komersial nantinya. Pada tahap ini, bisa diambil cuplikan (sample) produk untuk diberikan ke customers guna pengujian di lab mereka.

Pilot Plant
Proses yang mulus di Technical Center belum menjadi jaminan akan lancar dalam skala produksi besar. Reaktor berukuran M3 punya karakter berbeda di samping risiko investasi yang tidak kecil. Maka, sangat dianjurkan membangun Mini Plant atau Pilot Plant yang bisa menghasilkan produk untuk dijual ke pasaran di tahun-tahun awal operasional pabrik.

Pilot Plant
Proses yang mulus di Technical Center belum menjadi jaminan akan lancar dalam skala produksi besar. Reaktor berukuran M3 punya karakter berbeda di samping risiko investasi yang tidak kecil. Maka, sangat dianjurkan membangun Mini Plant atau Pilot Plant yang bisa menghasilkan produk untuk dijual ke pasaran di tahun-tahun awal operasional pabrik.

Sebagai catatan, biasanya Pilot Plant dibangun untuk operasional selama 2 – 3 tahun saja, tergantung pada produk yang dihasilkan maka mampu berproduksi hingga kapasitas 100 ton per tahun.

Pabrik Skala Besar
Berbicara mengenai pabrik kimia skala besar untuk menghasilkan puluhan bahkan ribuan ton (produk utama dan sampingan) per tahun, maka jika pabrik mampu beroperasi secara optimum dan kontinyu, niscaya mampu bertahan hingga puluhan tahun.

Jika proses telah memasuki tahap mature dan pasaran siap, maka pabrik bisa dibangun dalam skala besar. Penting punya pengalaman, plus pengetahuan mendalam (comprehensive know-how) bagi perusahaan sebelum memutuskan berinvestasi miliaran bahkan triliunan rupiah membangun pabrik kimia karena perlu dukungan kompetensi kuat dalam aspek rekayasa (engineering) dan proses. ***

baca juga

ingin komentar

Comment