Audiensi Pengurus Pusat PII Dengan Wakil Presiden RI Dalam Rangka CAFEO-31

Pengurus Pusat PII 2012 – 2015 pada kamis, 22 Agustus 2013 melakukan audiensi dengan Wakil Presiden RI Bapak Budiono, dalam rangka melaporkan rencana penyelenggaraan konferensi insinyur se Asia Tenggara (ASEAN) atau 31st Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO 31) yang akan berlangsung pada bulan November 2013, dimana Indonesia sebagai tuan rumah.

Turut hadir pada audiensi tersebut jajaran Pengurus Pusat PII dengan Wakil Presiden RI, Bapak Boediono, Ketua Umum PII Bpk. Ir. Bobby Gafur Umar MBA, Wakil Ketua Umum PII Bpk. Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU, Sekjen PII Bpk Prof. Dr. Ir. Danang Parikesit , dan beberapa pengurus serta sesepuh PII lainnya antara lain Ir. Airlangga Hartarto MMT MBA, Ir. Heru Dewanto MSc, Ir. Reynaldi Hermansyah, Ir. Iman Sucipto Umar, Dr. Ir. Muhammad Said Didu, Ir. Frans Sunito IPU, dan Ir. Qoyum Tjandranegara Ing.ec SE.

Aud-2a

Seusai acara pertemuan dengan Wapres, dalam wawancara dengan media, Ketua Umum PII menyampaikan, “Saat ini, Indonesia dinilai kekurangan insinyur berkualitas. Menurut Ketua Umum PII, Ir. Bobby Gafur Umar, salah satu penyebabnya adalah semakin banyak insinyur Indonesia yang lebih tertarik untuk bekerja di luar negeri.

“Kita melihat suatu dilema, di negeri sendiri ternyata tenaga insinyur asing mendapat standar penggajian yang rata-rata lebih tinggi ketimbang para insinyur lokal. Ini yang menimbulkan kecemburuan para insinyur lokal,” kata Bobby Gafur Umar kepada wartawan.

Dalam pertemuannya dengan Boediono, PII mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi insinyur Indonesia. Salah satunya melalui keberadaan Undang-undang Keinsinyuran, yang perlu segera diwujudkan.

Beliau menguraikan, hal ini sesuai dengan hasil Kongres XIX PII di Jakarta akhir tahun lalu yang antara lain merekomendasikan pentingnya pengembangan keinsinyuran nasional.

“Kami sampaikan bahwa agar masyarakat terlindungi keselamatannya terhadap praktek keinsinyuran serta untuk memperkuat dan mengembangkan keinsinyuran menghadapi liberalisasi keinsinyuran Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, maka perlu untuk mempercepat diterbitkannya UU Keinsinyuran yang telah diinisiasi oleh DPR,” kata Bobby.

Wakil Presiden Boediono, menurut Bobby, telah menyatakan apresisasinya terhadap upaya PII untuk meletakkan dasar bagi tercapainya tujuan dalam Rancangan Undang Undang Keinsinyuran. Yakni berkembangnya kebutuhan akan Iptek, agar minat pada keinsinyuran bertambah dan menguatkan daya saing serta kemandirian dalam teknologi.

Berdasarkan catatan PII, saat ini seluruh insinyur Indonesia diperkirakan tidak lebih dari 600 ribu orang. Angka ini masih sangat jauh dari memadai, yakni hanya 0,26% dari jumlah penduduk Indonesia. Bandingkan dengan di Korea Selatan yang mencapai 5%. (Yesso, dan dari berbagai sumber. Foto : Antara)

baca juga

ingin komentar

Comment