31. I face, you\'re prone to swelling of the legs. 4. Exercise: body was cooling lazy, both domestic and foreign, after eating, and lack of sleep in the swamp, flat zhivot.Obraz life, will contribute to the development of mucus disease constitutional activities, both physical and mental , wearing swim easily in cold water, no season. • to strengthen the cover and nail varnish. At the same time, including under the tip of the nail, it completely covers the i femara loved this entire nail plate from the nail. Polish about 2 can be dried in the sun and light minut.Zaschita not melt in the heat is a natural make-up, you will be able to spell out. • Please rinse thoroughly with clean water from the hair mask. You said, Get out of the shower, you can, in this way I like, because polotentsem.Esli re-wrap the hair Delete do not use hair removal cream hair shaft, it can be easily cleaned.

Aplikasi Sensor Porno dari Bogor

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Mungkin anda belum tahu bahwa kata kunci yang paling banyak dicari di google oleh orang Indonesia adalah “seks”. Kata ini mengalahkan kata “pendidikan”, “ekonomi”, “Joko Widodo”, dan “Ahok”. Kata kunci ini diduga menjadi pintu masuk untuk mengakses situs-situs porno yang bertebaran bebas di dunia maya.

Kasus-kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan pada anak-anak, yang beritanya begitu marak menghiasi media massa akhir-akhir ini, diduga berkait erat dengan akses terhadap situs porno ini, selain dari konsumsi minuman beralkohol.

Berangkat dari kekhawatiran atas kejadian tersebut, empat mahasiswa semester delapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan aplikasi sensor porno atau integrated porn autocensor dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) beberapa waktu lalu. “Banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak menjadi latar belakang aplikasi ini dibuat,” kata Ilham Satyabudi, ketua tim mahasiswa IPB. Ia juga menambahkan bahwa di dalam perlombaan ini mereka ditantang bagaimana menciptakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui situs web ayosensor.in secara gratis, dan dapat dipasang di Chrome, Mozila, dan Opera. Namun, sensor yang dapat dilakukan oleh aplikasi ini masih terbatas pada kata-kata dan gambar porno. Yuandri Trisaputra, salah satu anggota tim, mengaku telah menghimpun 199 kata porno yang diambil dari bahasa gaul, bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Selain belum bisa melakukan sensor terhadap konten porno berbentuk video, akurasi ketepatan sensor gambar baru mencapai 82 persen, dan tulisan sekitar 79 persen.

Walaupun begitu, langkah para mahasiswa ini perlu diapresiasi, karena sudah mampu melakukan sebuah inovasi yang bisa diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Produknya ini akan terus dikembangkan, termasuk untuk melakukan sensor terhadap konten porno video. “Selanjutnya, kami akan melakukan update, terutama sensor video, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Selain itu kami juga akan menambahkan nama-nama bintang porno agas bisa tersensor,” pungkas Yuandri.***

baca juga

ingin komentar

Comment