femara without prescription

This tool restore gemorroya Again, repeat the procedure, then it will take a break for 2-3 days In the future, you will, at le. Effects ttc no prescription sale australia 2.5mg price buy for infertility where can i purchase femara letrozole cost canada of without insurance online side effect 2.5 mg generic in south africa to. Drug order no purchase medication letrozole buy without prescription australia generic femara discount card online uk side effects: rxmediworld.com... letrozole 2.5 mg buy without prescription

Aplikasi Sensor Porno dari Bogor

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Mungkin anda belum tahu bahwa kata kunci yang paling banyak dicari di google oleh orang Indonesia adalah “seks”. Kata ini mengalahkan kata “pendidikan”, “ekonomi”, “Joko Widodo”, dan “Ahok”. Kata kunci ini diduga menjadi pintu masuk untuk mengakses situs-situs porno yang bertebaran bebas di dunia maya.

Kasus-kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan pada anak-anak, yang beritanya begitu marak menghiasi media massa akhir-akhir ini, diduga berkait erat dengan akses terhadap situs porno ini, selain dari konsumsi minuman beralkohol.

Berangkat dari kekhawatiran atas kejadian tersebut, empat mahasiswa semester delapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan aplikasi sensor porno atau integrated porn autocensor dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) beberapa waktu lalu. “Banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak menjadi latar belakang aplikasi ini dibuat,” kata Ilham Satyabudi, ketua tim mahasiswa IPB. Ia juga menambahkan bahwa di dalam perlombaan ini mereka ditantang bagaimana menciptakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui situs web ayosensor.in secara gratis, dan dapat dipasang di Chrome, Mozila, dan Opera. Namun, sensor yang dapat dilakukan oleh aplikasi ini masih terbatas pada kata-kata dan gambar porno. Yuandri Trisaputra, salah satu anggota tim, mengaku telah menghimpun 199 kata porno yang diambil dari bahasa gaul, bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Selain belum bisa melakukan sensor terhadap konten porno berbentuk video, akurasi ketepatan sensor gambar baru mencapai 82 persen, dan tulisan sekitar 79 persen.

Walaupun begitu, langkah para mahasiswa ini perlu diapresiasi, karena sudah mampu melakukan sebuah inovasi yang bisa diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Produknya ini akan terus dikembangkan, termasuk untuk melakukan sensor terhadap konten porno video. “Selanjutnya, kami akan melakukan update, terutama sensor video, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Selain itu kami juga akan menambahkan nama-nama bintang porno agas bisa tersensor,” pungkas Yuandri.***

baca juga

ingin komentar

Comment