Akankah Peran Manusia Digantikan Robot?

Aries R. Prima – Engineer Weekly

Perkembangan robotika telah mengalami kemajuan yang sangat mengagumkan yang ditandai dengan pengembangan berbagai jenis robot yang digunakan dalam bidang medis, penerbangan, konstruksi, pemindaian wilayah, pertanian, dan jasa lainnya.

Robot tidak harus berstruktur menyerupai manusia (humanoid). Namun, yang jelas, robot ini diciptakan untuk memudahkan atau membant manusia melakukan berbagai kegiatannya, termasuk juga kegiatan yang sangat berisiko bagi keselamatan atau kesehatan penggunanya. Terlepas dari dampak yang dihasilkan, pesawat pembom tanpa awak adalah termasuk robot yang dibuat untuk tujuan tertentu.

Selain digunakan untuk keperluan keamanan dan militer, robot difungsikan secara luas di bidang lainnya. Untuk bidang konstruksi, misalnya, dunia mengenal ERO Robot yang digunakan untuk merontokkan bangunan dan mendaur ulang betonnya. Robot yang dirancang oleh Omer Haciomeroglu ini sangat membantu mengurangi “limbah” dan menjawab tantangan penghematan enggunaan sumberdaya alam dalam sebuah proyek konstruksi.

“ERO adalah robot dekonstruksi beton yang dirancang untuk membongkar struktur beton bertulang yang memungkinkan bahan bangunan itu digunakan kembali untuk bangunan beton pra-pabrikasi baru,” ujarnya.

Di dunia penerbangan, dikenal pesawat tanpa awak yang digunakan untuk berbagai keperluan. Autonomous System Technology Related Airborne Evaluation and Assesment (ASTRAEA), sebuah lembaga pengkajian teknologi penerbangan di Inggris, telah berhasil merancang dan menguji sebuah pesawat penumpang yang terbang tanpa awak (pilot) ketika mengudara. Pilot di dalam pesawat yang disebut sebagai “The Flying Test Bed” ini hanya melepaslandaskan dan mendaratkan pesawat. Sisanya, perjalanan sepanjang 500 mil dilakukan oleh pilot di darat yang dipandu oleh National Air Traffic Services (NATS), pengatur lalu lintas penerbangan di Inggris.

Walaupun belum ada regulasi yang mengatur penerbangan pesawat penumpang tanpa awak ini, tetapi penelitian tetap dikembangkan. Bukan tidak mungkin, ke depannya, pesawat penumpang ini benar-benar dapat dioperasikan tanpa pilot di pesawat.

“Robot” terbang lain yang berhasil diciptakan adalah sebuah robot berbentuk burung, yang benar-benar bisa terbang layaknya seekor burung. Berbeda dengan robot berbentuk burung yang telah ada, karya dari kelompok penelitian SK Gupta di University of Maryland, Amerika Serikat ini, bisa melakukan gerakan terbang terbalik, berputar, bahkan menyelam.

Kemampuan ini dimungkinkan karena penggunaan sejenis bahan nilon berkualitas tinggi dan micro controller yang mereka ciptakan dari hasil penelitian selama 8 tahun. Robot ini dapat diaplikasikan dalam bidang pertanian untuk mengusir burung di ladang atau sebagai alat pemindai atau pemantau wilayah. Menariknya, karena sangat mirip dengan burung sungguhan, dalam beberapa “penerbangannya” robot yang diberi nama Robo Raven ini pernah diserang oleh seekor elang, karena dianggap sebagai “musuh”.

Robot Berotak

Dengan perkembangan sains dan teknologi yang begitu cepat, terutama teknologi pemprograman komputer, bukan hal yang mustahil bahwa suatu saat akan tercipta sebuah robot yang mempu berinteraksi seperti dan dengan manusia.

Sangat mudah untuk membuat mata, telinga, atau indera buatan lainnya. Namun, perlu penelitian dan percobaan lanjutan yang akan memungkinkan robot untuk menyimpan memori, mengambil keputusan, dan kemudian berinteraksi atas “aksi” yang diterimanya. Mudahnya, robot memerlukan “otak” untuk mencapai tingkatan ini.

Berbagai kelompok peneliti di dunia sedang mengembangkan kemampuan “otak” ini yang nantinya bisa dibenamkan dalam robot berupa manusia. Mirip seperti tokoh Data, “robot” berbentuk manusia yang mampu berinteraksi, dalam film seri Stratek: The Next Generation.

Apatah ketika sudah berkembang jauh, robot akan mengambil alih peran manusia di masa depan? Jawabannya ada pada manusia. Sejauh mana manusia ingin robot ini dapat berperan sesuai kebutuhan penciptanya.***

baca juga

ingin komentar

Comment