AEC 2015, Kemenperin Fokus 3 Sektor IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memfokuskan tiga sektor industri kecil menengah (IKM), seperti fashion, makanan dan kerajinan untuk menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015.

“Dalam rangka menghadapi AEC 2015, kami tingkatkan pertumbuhan industri fashion, makanan dan kerajinan khususnya produk keramik. Untuk produk keramik, akan dibangun sentra industri keramik di Plered, Purwakarta,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) IKM Kemenperin, Drs. Euis Saedah, MSc, pada acara seminar pemberdayaan IKM dalam menghadapi tantangan globalisasi di Jakarta, Senin (1/7).

Sektor IKM, menurut Euis, mempunyai potensi yang besar untuk berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Selama ini, IKM mampu bertahan di saat krisis ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar, maka permintaan produk IKM nasional akan semakin tinggi,” paparnya.

Sedangkan Ketua Umum Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insiyur Indonesia (BKM PII), Dr. Ir. Budhi M. Suyitno, IPM mengatakan kebijakan pemerintah mengenai regulasi, kemudahan dalam memperoleh akses permodalan serta akses perizinan merupakan hambatan dalam sektor IKM.

“Selama ini, regulasi mengenai impor barang modal dan bahan baku oleh IKM dikenakan pajak bea masuk. Pada industri besar, impor barang modal dan bahan baku tidak dikenakan pajak,” tuturnya.

Budhi menyebutkan untuk menghadapi AEC 2015, pemerintah harus memberikan pendidikan labelling, standar internasional dan Standar Nasional Indonesia (SNI) agar bisa masuk pasar internasional. Diharapkan pada AEC 2015, IKM nasional sudah mampu bersaing dengan produk impor.

“Kami meminta pemerintah membuat pelatihan mengenai cara pemberian label yang ramah lingkungan pada produk IKM, khususnya pangan, Selain itu, pemberian SNI pada produk IKM harus segera direalisasikan,” tegasnya.

Sumber : LKBN Antara/Indra BP

baca juga

ingin komentar

Comment